
Saat Miu dan Azel sudah kembali kekamar mereka masing-masing, Arabel segera masuk kedalam kamarnya. Dia masih bingung, dengan kenyataan yang baru saja didengarnya.
Arabel segera mandi dan berganti baju,lalu menelepon kedua sahabatnya. Saat ini, yang harus dia lakukan adalah menghibur diri. Titan dan Arya menjemput sahabat mereka itu, mereka tahu jika Arabel kini sedang menghadapi masalah berat. Terdengar dari nada suara Arabel yang tidak bersemangat seperti biasanya.
" Gadis kecil itu sepertinya sedang menghadapi masalah berat." Ucapan Titan diangguki oleh Arya.
" Tidak biasanya dia seperti ini."
" Aku harap, dia baik-baik saja."
Arabel memandangi dirinya yang kini sudah cantik dengan dress selututnya. Sebenarnya, tubuhnya hari ini sudah sangat lelah. Ditambah lagi saat dirinya mengetahui sesuatu hal mengejutukan dari pembicaraan Azel dan Miu tadi.
" Melelahkan." Keluh Arabel sambil mengambil sling bag miliknya.
Ketika keluar dari kamarnya, disana sudah ada Roni yang baru saja pulang bekerja. Dilihatnya gadis dihadapannya itu sudah berdandan rapi, sepertinya dia ingin pergi ke suatu tempat.
" Adek mau kemana?" tanya Roni, Arabel membalikkan badannya.
" Adek mau ke mall dulu, Arya dan Titan sudah jemput." Jawab Arabel, Roni melihat wajah gadis itu sepertinya tidak bersemangat.
" Hati-hati dijalan." Arabel mengangguk, kemudian mencium tangan ayahnya. Arya dan Titan juga masuk kerumah untuk berpamitan. Sekalipun mereka sudah sangat akrab dengan keluarga Arabel, tadi selalu berpamitan jika ingin membawa gadis itu pergi.
Arabel hanya berdiam diri tanpa mengeluarkan sepatah katapun, Arya dan Titan bingung dengan perubahan sikap gadis disebelahnya ini. Sepertinya, Arabel memang benar-benar memiliki masalah besar.
" Dek, ada apa? kok diam aja dari tadi? kalau ada masalah, cerita sama aku dan Titan." Akhirnya, Arya angkat suara. Arabel tampak tersenyum samar, dia tidak ingin menceritakan semua ini sekarang dengan kedua sahabatnya.
Melihat Arabel tidak juga bergeming, membuat Arya dan Titan berpandangan. Sekarang, mereka tahu harus kemana membawa gadis cantik itu pergi. Arya menghentikan mobilnya disebuah toko boneka yang besar.
" Yuk, turun!" ajak Titan menarik tangan Arabel, gadis itu hanya menurut saja.
" Kita mau menunjukkan sesuatu buat kamu." Arabel membalasnya dengan senyuman, Arya dan Titan berjalan disamping Arabel.
" Tapi sebelum kesana, adek harus tutup mata dulu." Arabel memandang kedua sahabatnya dengan tatapan penuh tanya.
" Percaya sama kita." Sambung Titan lagi,dan membuat Arabel mengangguk lalu tersenyum manis.
Titan dan Arya menuntun Arabel ke restoran yang sudah mereka pesan. Disana mereka sudah menyiapkan sesuatu untuk Arabel. Arya melepaskan tangannya, Arabel mengerjap-ngerjapkan kedua matanya. Suasana restoran itu menjadi gelap tidak ada pencahayaan didalam ruangan, selain sedikit pantulan lampu dari luar.
Tiba-tiba ada suara gitar dan pencahayaan yang menyoroti dua laki-laki tampan. Titan dan Arya sedang menyanyikan lagu bukti dari Virgoun untuk Arabel
__ADS_1
Memenangkan hatiku bukanlah
Satu hal yang mudah
Kau berhasil membuat
'Ku tak bisa hidup tanpamu
Menjaga cinta itu bukanlah
Satu hal yang mudah
Namun sedetik pun tak pernah kau
Berpaling dariku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat kubernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Meruntuhkan egoku bukanlah
Satu hal yang mudah
__ADS_1
Dengan kasih lembut kau pecahkan
Kerasnya hatiku
Beruntungnya aku
Dimiliki kamu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat kubernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
Kamu adalah bukti
Dari cantiknya paras dan hati
Kau jadi harmoni saat kubernyanyi
Tentang terang dan gelapnya hidup ini
Dari baiknya Tuhan padaku
Waktu tak mengusaikan cantikmu
Kau wanita terhebat bagiku
Tolong kamu camkan itu
__ADS_1
Tolong kamu camkan itu