
Setelah itu, dilayar ditampilkan video ucapan dari keluarganya. Arabel terharu, dia merasa sangat senang hari ini. Meski ada rindu yang terpampang nyata, dari sorot matanya untuk kedua orangtuanya yang sudah lama tiada.
" Selamat ulang tahun anak bunda. Tidak terasa sekarang, gadis kecil yang dulu sudah menjadi gadis yang sangat cantik sekarang. Harapan bunda untuk adek, semoga adek panjang umur, sehat selalu, bahagia, dan selalu menjadi gadis yang berguna bagi sekitar. Dan adek menjadi anak yang sholehah. Bunda minta maaf, jika selama ini adek merasa kurang kasih sayang dari Bunda. Atau mungkin, adek merasa jika bunda dan ayah pilih kasih. Satu hal yang harus adek tahu, ayah dan bunda sayang dengan adek, Kak Karin, dan juga Kak Helen sama rata. Bunda sayang banget dengan adek." Arabel menggelengkan kepalanya, dia tidak merasa dipilih kasihkan. Azek dan Roni tidak pernah membeda-bedakan dirinya dengan Helen dan Karin.
" Adek juga sayang banget sama bunda." Gumam Arabel sambil tersenyum, hingga kini dia masih sendiri didalam ruangan itu.
" Mabruk Alfa mabruk adek, kesayangan ayah dan bunda. Waktu sangat cepat berlalu, tidak terasa adek sudah 18 tahun. Harapan ayah untuk adek, semoga adek menjadi anak yang sholehah dan berguna bagi agama, nusa dan bangsa. Dan jika nanti adek mempunyai pasangan, semoga adek mendapatkan pasangan yang mencintai adek dengan setulus hati. Yang bisa menerima kekurangan dan kelebihan adek." Roni mengucapkannya dengan senyuman, jujur dia merasa ada kesedihan dan kebanggaan setiap melihat wajah Arabel. Wajah yang selalu mengingatkannya tentang Resa, putri sulungnya yang bahkan lebih dulu pergi dari pada dirinya. Roni juga merasa sangat sedih, melihat Arabel yang harus kehilangan kedua orangtuanya ketika baru lahir. Dan dia bersyukur, Arabel tumbuh menjadi gadis yang ceria.
" Happy birthday my sister, adek kecil dulu, sekarang sudah besar dan semakin cantik. Harapan kakak adalah, semoga adek mendapatkan apa yang selama ini adek cita-citakan. Dan semoga adek semakin sering mentraktir kami berdua belanja." Arabel hanya tertawa, dan menggeleng- gelengkan kepalanya mendengar ucapan dari Jelek dan Karin.
Kemudian ada dua sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Titan dan Arya menyanyikan lagu untuk Arabel.
Hari ini, hari yang kau tunggu
Bertambah satu tahun, usiamu,
__ADS_1
Bahagialah slalu
Yang kuberi, bukan jam dan cincin
Bukan seikat bunga, atau puisi,
Juga kalung hati
Maaf, bukannya pelit,
Atau nggak mau bermodal dikit
Do'a s'tulus hati ...
Smoga Tuhan, melindungi kamu
__ADS_1
Serta tercapai semua angan dan cita citamu
Mudah mudahan diberi umur panjang
Sehat selama lamanya.
Selamat ulang tahun yaaa...
Semoga panjang umur selalu.
Selamat Ulang tahun ...
Selamat Ulang tahun ...
"Selamat ulang tahun Arabel. Semoga persahabatan kita akan selamanya sampai akhir hayat. Dan semoga adek menjadi manusia yang terus ingin memperbaiki diri, dan semoga selalu bahagia."
__ADS_1
Arabel tersenyum senang melihat kedua sahabatnya sejak kecil. Baginya, Titan dan Arya sangat berarti untuk dirinya. Arabel tidak ingin kehilangan mereka berdua sebagai sahabatnya.
Lampu dinyalakan, disana sudah ada keluarganya berkumpul. Azel membawakan kue ulang tahun Arabel, Arabel terharu melihat kejutan dihari ulang tahunnya. Dia sangat bahagia, karena hari ini dia berkumpul dengan orang-orang yang dia sangat sayangi.