Beauty Girl

Beauty Girl
Dia 2


__ADS_3

Arabel dan laki-laki yang baru dikenalnya itu mengantar Amira pulang. Mereka tidak banyak bicara, hanya saling berdiam diri didalam mobil.


Setiap kali Arabel menatap mata laki-laki disebelahnya itu, ada perasaan yang berbeda. Begitupun dengan laki-laki itu, dia tidak menyangka jika dirinya akan bertemu gadis cantik seperti Arabel malam ini.


" Nek, ini susu formula untuk Amira. Dan juga ini, cemilan sehatnya."


" Makasih ya, Neng."


" Nenek jangan berterima kasih kepada saya, karena dia yang membelikan ini semua. Saya hanya menemaninya saja membeli semua ini." Jawab Arabel lembut, nenek itu mengangguk.


" Makasih ya, Den." Laki-laki itu mengangguk sambil tersenyum ramah.


" Sama-sama, nek."


Arabel melihat jam tangannya, waktu sudah menunjukkan jam sepuluh lewat. Bisa-bisa, Bunda dan ayahnya akan khawatir jika dia belum pulang.


" Mau pulang sekarang?" tanya laki-laki itu, Arabel mengangguk.


" Yaudah, biar aku yang antar kamu."

__ADS_1


" Nek, kami berdua pamit ya." Arabel mencium tangan nenek Amira, begitupun dengan laki-laki yang baru saja dikenalnya.


" Hati-hati dijalan ya, semoga cepat menikah ya Den, Neng." Arabel terdiam membisu, bagaimana mungkin dia dikira pacaran dengan laki-laki disampingnya itu.


" Amin." Gumam laki-laki itu, doa yang baikkan harus dia aminkan.


Sejak tadi, mereka berdua belum juga berkenalan. Mereka berdua mungkin sama-sama canggung, apalagi jika ada rasa tertarik satu sama lain.


Keduanya larut dalam pikiran masing-masing, hingga mereka tiba dirumah Arabel. Arabel melepas safety belt, kemudian dia menoleh kearah laki-laki disampingnya itu. Kemudian, Arabel keluar mobil, laki-laki itu juga ikut keluar.


" Ini buat kamu."


" Nanti, kamu buka ketika sudah dirumah."


" Makasih kamu sudah mengantarkan aku, dan juga makasih buat ini." Laki-laki mengangguk dan tersenyum.


" Dari tadi, kita belum berkenalan. Boleh aku tahu siapa nama kamu?" tanyanya, Arabel berpikir sejenak.


" Arabella Ileana Putri Reypratama."

__ADS_1


" Nama aku....."


Belum sempat laki-laki itu memperkenalkan dirinya. Arabel sudah dipanggil wanita cantik, yang tidak lain Azel.


" Adek."


" Iya, Bunda."


" Sekali lagi makasih ya." Arabel buru-buru menghampiri bundanya, laki-laki itu tertegun menatap punggung gadis cantik yang diantarnya. Arabel berbalik, lalu tersenyum kearahnya dan melambaikan tangannya.


" Sampai berjumpa lagi, dear." Lalu dia pergi meninggalkan rumah mewah itu.


Jika semesta mengizinkan, kita akan bertemu lagi. Jika Tuhan memang menciptakan kamu sebagai tukang rusukku, maka sejauh apapun jarak antara kita berdua, kita akan bertemu kembali. Biarkan waktu yang menjalankan tugasnya, hingga suatu saat aku harap kita akan bertemu kembali.


Baru kali ini dia merasa berbunga-bunga, meskipun baru pertama kali bertemu dengan Arabel. Gadis cantik yang berhasil membuatnya tertarik, mungkin ini belum bisa dikatakan jatuh cinta. Karena, tidak ada cinta pada pandangan pertama baginya. Mungkin ini hanya rasa tertarik, yang dia harapkan untuk menjadi cinta.


Arabel membuka paper bag yang diberikan laki-laki itu, disana ada sebuah kotak berwarna baby pink. Arabel membukanya pelan-pelan, dan dia melihat sebuah kalung dengan buahnya berbentuk burung merpati.


Sebenarnya, Arabel agak ragu menerima hadiah dari orang yang baru dikenalnya. Apalagi ini sebuah kalung, yang harganya cukup menguras kantong.

__ADS_1


Sedangkan laki-laki itu tersenyum sepanjang jalan, wajah pujaan hatinya selalu terbayang-bayang sejak tadi.


__ADS_2