
Arabel, Titan dan Arya sedang duduk dirumah pohon milik mereka. Dirumah pohon itu, sudah ada beberapa foto mereka bertiga, dari kecil sampai sekarang.
Mereka saling melemparkan senyuman, ada rasa bahagia ketika bisa bersahabat selama ini. Kemudian, Arabel, Titan, dan Arya merebahkan tubuhnya dilantai rumah pohon yang sudah menggunakan karpet yang tebal.
Setelah tiga tahun berpisah, mereka bisa kembali berkumpul seperti ini. Kebahagiaan yang tidak dapat dideskripsikan begitu saja. Mengingat-ingat kenangan waktu kecil, membuat ketiganya tersenyum bahagia.
" Aku bahagia banget bisa punya sahabat kayak kalian berdua." Kata Arabel sambil menatap kedua wajah sahabatnya bergantian.
" Aku juga." Jawab Arya dan Titan bersamaan.
Mereka turun dari rumah pohon dan mengambil sepeda masing-masing. Kemudian, ketiga sahabat itu ketaman yang ada didekat rumah Arya.
Arabel mengusap peluh yang ada di dahinya, bersepedaan seperti ini membuatnya kelelahan. Kerongkongannya juga terasa sangat kering, belum sempat Arabel berdiri kedua sahabatnya datang membawakan minuman.
" makasih ya." Ucap Arabel, ketika menerima botol air mineral dari kedua sahabatnya. Titan dan Arya memberikannya secara bersamaan, Arabel tentu saja tidak menolak. Karena dia juga sedang sangat haus, mungkin satu botol saja tidak cukup.
Mata Arabel tertuju pada seorang nenek yang sedang menjanjakan dagangannya, dengan seorang anak kecil sekitar 3 tahunan berada digendongannya.
Arabel langsung berlari kearah nenek itu, dia merasa kasihan ditengah terik seperti ini nenek itu harus menjanjakan dagangannya dengan cucu yang ada digendongannya.
" Jual apa, nek?"tanya Arabel mendekat, nenek itu berhenti berjalan dan berbalik melihat gadis cantik yang kini ada dihadapannya.
__ADS_1
" Jual pisang goreng, neng." Jawab sang nenek, Arabel mengangguk sambil tersenyum ramah.
" Harganya berapa satu?" tanya Arabel lagi.
" Seribu, neng. Mau beli berapa?"
" Saya beli semua."
" Beneran, neng?" tanya si nenek tidak percaya, Arabel mengangguk.
" Ini siapa nek? "
" Ini cucu saya, neng."
" Sebentar lagi tiga tahun, neng."
Arabel tersenyum melihat anak kecil yang ada dihadapannya itu, wajahnya merah terkena sinar matahari sejak tadi.
" Hallo, namanya siapa?" tanya Arabel lembut kepada cucu nenek itu.
" Amira." Jawabnya malu-malu, hal itu lantas membuat Arabel menjadi gemes dengan anak itu.
__ADS_1
" Berapa semuanya, nek?"
" Tiga puluh ribu." Jawab nenek itu sambil menyerahkan pisang goreng kepada Arabel. Arabel menyerahkan 10 lembar uang ratusan kepada sang nenek.
" Kebanyakan, neng."
" Itu rezeki Amira hari ini buat beli susu ya."
" Makasih ya, neng."
" Iya, sama-sama. Boleh aku tahu alamat rumah nenek?"
Nenek itu memberitahukan alamat rumahnya kepada Arabel. Dia sangat bersyukur hari ini, karena bisa bertemu gadis cantik yang mungkin jelmaan malaikat.
Sebelum pergi, Arabel mengusap rambut dan mencium pipi chubby Amira. Dari kejauhan, Titan dan Arya melihat sahabatnya dengan tatapan penuh kekaguman. Seorang gadis manja bisa menjadi sangat dewasa dalam hal kemanusiaan.
" Siapa tadi?" tanya Titan kepada Arabel.
" Nenek penjual pisang goreng dan cucunya." Jawab Arabel, kedua sahabatnya itu mengangguk.
" Melihat cucu nenek tadi, membuatku tambah bersyukur. Kami sama-sama tidak punya orang tua sejak kecil, namun aku masih lebih beruntung. Biarpun aku juga anak yatim piatu, tapi aku tidak perlu harus berpanas-panasan seperti dia. Aku sangat sedih, ketika melihat seorang nenek yang sudah lanjut usia harus tetap mencari nafkah seperti itu. Apalagi, dengan cucu yang masih kecil digendongannya."
__ADS_1
Titan dan Arya tersenyum, inilah yang selalu mereka kagumi dengan sifat Arabel. Dia selalu peduli dengan kesulitan sesama, dan berusaha membantunya.