
Arabel berlari saat melihat keluarga dan kedua sahabatnya sudah menjemputnya. Dia sangat senang hari ini, karena bisa kembali bertemu dengan orang yang disayanginya.
" Bunda, ayah!!" panggil Arabel, kemudian memeluk kedua orang yang sangat dia sayangi itu. Hari ini, Arabel menggunakan pakaian serba hitam, dia terlihat sangat cantik dengan pakaian itu.
" Adek." Jawab Azel dan Roni secara bersamaan.
" Ehmmmm, adek gak mau meluk kakak?" tanya Karin, Arabel tersenyum lalu memeluk kedua kakaknya.
" Mas, cucu kita sudah besar sekarang." Kata Tia ketika Arabel sedang memeluknya dan juga Dio. Dio hanya mengangguk sambil tersenyum.
__ADS_1
Setelah memeluk Oma dan Opanya, Arabel menatap kedua sahabatnya. Mereka bertiga berpelukan untuk melepaskan rindu, sudah sangat lama tidak bertemu. Padahal dulu, Titan, Arya, dan Arabel selalu bertemu setiap hari.
" Adek kangen sama Titan dan Arya."
" Titan dan Arya juga kangen sama adek." Jawab Titan dan Arya secara bersamaan, mereka berpelukan seperti anak kecil yang sudah lama tidak bertemu.
Tanpa Arabel sadari, sejak tadi ada sepasang mata yang memandangnya. Miu terpesona dengan kecantikan Arabel yang mirip dengan Mommy Sa nya. Resa dan Arabel memiliki wajah yang sama persis, dan itu membuat Miu bingung sekaligus bahagia. Hampir 18 tahun yang lalu, Resa sudah meninggal dan kini dihadapannya ada seorang gadis yang bisa mengobati kerinduannya kepada mommynya.
" Sayang, dia Miu. Bunda pernah ceritakan sama adek tentang Miu?" kata Azel yang seolah mengerti kebingungan gadis itu. Arabel mengangguk mengerti, dia hanya pernah melihat wajah Miu kecil. Sedangkan ketika Miu sudah dewasa, Arabel tidak ingat lagi wajah laki-laki dihadapannya ini. Pakai ketika Miu pindah ke Australia, usianya bahkan belum 4 tahun. Dia selama ini, hanya pernah melihat foto Miu yang masih kecil dan remaja.
__ADS_1
" Ilea, perkenalkan namaku Miu. Mungkin Ilea lupa siapa aku, terakhir kali kita bertemu, ketika kamu berusia belum 4 tahun." Kata Miu kemudian, Arabel bingung kenapa dia dipanggil Ilea. Memang nama lengkapnya ada kata Ilea, tapi tidak ada yang memanggilnya dengan sebutan itu.
" Ilea?" tanya Arabel bingung.
" Itu nama panggilanku untuk kamu, gadis kecil." Jawab Miu, Arabel hanya mengangguk.
Mereka pulang kerumah, sebelumnya Arabel singgah dikubur mommy dan daddynya. Arabel sudah mengetahui tentang silsilah keluarganya sejak dia lulus SMA. Sebelumnya, dia mengira jika dirinya mempunyai 4 orang tua. Ditatapnya dua nisan yang bersampingan itu, Arabel memang tidak pernah bertemu kedua orang tuanya. Tapi yang Arabel tahu, mommy dan daddynya sangat menantikan kehadirannya.
" Mommy, Daddy, Arabel datang. Maaf, Arabel sudah lama tidak kesini. Kalian tahu? sekarang, Arabel sudah lulus S1. Mommy dan daddy tenang saja, Arabel bahagia kok disini. Bunda dan ayah selalu menyayangi Arabel, juga Kak Helen dan Kak Karin. Arabel pamit mommy, daddy. I love you." Kata Arabel, setelah dia membacakan doa untuk kedua orang tuanya.
__ADS_1
Arabel sebenarnya sangat ingin bertemu kedua orangtuanya, tapi apa mau dikata takdir berkata lain. Sejak bayi, dia harus menjadi anak yatim piatu. Meskipun, dia tidak pernah kekurangan apapun tapi dia juga anak biasa yang kadang merindukan kedua orang tuanya yang telah tiada.