
" Yang, sayang!" panggil Reyan kepada Resa, Azel tadi bilang dia akan membawa Miu menginap dirumah mereka yang dulu.
" Sayang," panggil Reyan, namun tetap saja tidak ada jawaban dari istrinya. Ternyata, Resa sedang tertidur di sofa karena kelelahan hari ini. Dia membersihkan seluruh rumah tanpa bantuan siapapun.
Reyan menghampiri Resa yang sedang tertidur pulas, diusapnya dengan lembut rambut istrinya itu. Dipandanginya, gadis yang baru berusia 17 tahun tersebut dengan penuh cinta. Rasa sayangnya kepada Resa memang tidak bisa dideskripsikan, ia akan berjuang semampunya untuk membuat istrinya bahagia.
Disana juga ada diary Resa yang tergeletak dan terbuka. Reyan sebenarnya tidak ingin mengganggu privasi istrinya, tapi dia juga penasaran tentang Resa. Dibukanya lembar-lembar diary yang ditulis dengan sangat rapi itu.
***Hari yang sangat menyenangkan, karena ternyata aku diterima disekolah. Aku berjanji akan belajar bersungguh-sungguh.
Awal baru untuk sebuah perubahan.
Hari pertama sekolah, aku akan belajar yang rajin supaya mendapatkan beasiswa.
Mulai bulan depan, mama tidak perlu lagi bayar iuran sekolah. Aku bahagia bisa meringankan beban mama.
Aku harus belajar bersungguh-sungguh, agar bisa mendapatkan beasiswa kuliah keluar negeri.
Tidak ada cerita cinta diputih abu-abu, yang ada hanya tentang impianku.
Ayah tenang saja, aku akan selalu mendoakanmu disini. Aku juga berusaha agar bisa mendapatkan beasiswa keluar negeri, seperti impian ayah dulu untuk aku.
Semangat, Resa!! You can do it. Ingat kamu harus bisa mendapatkan beasiswa keluar negeri itu***.
Reyan segera membuka diary dihalaman-halaman terakhir, karena ia ingin tahu apa yang dirasakan Resa selama ini.
***Hari ini, aku harus menikah dengan laki-laki yang bernama Reyan Aditya Pratama. Hari ini pula, aku kehilangan mama. Tenang disana, mamaku tersayang.
My hubby kamu memperlakukanku dengan sangat baik, aku memang belum mencintaimu. Tapi percayalah, aku akan mencintaimu suatu saat nanti. Tetaplah seperti ini dan jangan berubah.
Aku adalah gadis paling beruntung karena bisa memiliki laki-laki seperti hubby.
Terima kasih liburannya, sayang. Aku sangat bahagia saat ini.
Pilihan yang sulit, karena harus memilih suami dan anak-anakku atau impianku selama ini? bahkan, ini juga cita-cita ayah dulu. Aku juga takut suamiku akan berpaling dariku dan jatuh cinta kepada wanita lain, aku tidak ingin itu terjadi***.
Reyan tersenyum melihat lembar terakhir di diary milik Resa. Ternyata, istrinya itu juga takut kehilangan dirinya. Meskipun Resa belum mencintai dirinya, tapi Reyan yakin kini gadis itu mulai jatuh cinta kepada dirinya.
Reyan memandangi wajah cantik istrinya itu, dan mencium puncak kepala Resa dengan penuh kasih sayang.
" Iya ayah, aku akan pergi keluar negeri untuk kuliah. Tapi bagaimana dengan suami dan anak-anakku? aku tidak ingin mereka kehilangan kasih sayangku." Kata Resa tiba-tiba mengigau.
__ADS_1
Reyan tersenyum melihat istrinya yang kini tengah bermimpi. Dia merasa beruntung, karena Resa hidupnya kini lebih berwarna. Gadis itu membuatnya jatuh cinta sedalam-dalamnya.
" Aku juga tidak ingin kehilangan kasih sayangmu, my love. Tetap bersamaku hingga nanti ya, aku ingin kita tetap bersama sama akhir hayat."
Reyan mungkin akan mengambil keputusan yang besar untuk dirinya nanti. Saat ini, Reyan ingin menikmati keindahan wajah gadis yang berstatus sebagai istrinya itu.
" Jangan pergi, sayang. Aku tidak tahu bagaimana nasibku kalau kamu jauh dariku? aku ingin kamu dan diriku, bisa menjalani rumah tangga yang lebih romantis setiap harinya. Aku janji, aku bakal setia sama kamu. Dan kamu juga harus janji, melakukan yang sama sepertiku." Gumam Reyan yang terus memandangi Resa., sebenarnya dia sudah mengambil keputusan tentang Resa yang akan kuliah keluar negeri.
Reyan merebahkan dirinya di sofa disamping Resa, wajah mereka berhadapan. Reyan ingin terus memandangi gadis yang ada dihadapannya kini.
" Aku cinta sama kamu, dan kamu juga tahu itu. Aku mau, kamu juga akan mencintaiku secepatnya. Kita berdua sama-sama akan menjalani rumah tangga yang penuh dengan cinta. Sakinah, mawaddah, warrahmah."
Kemudian Reyan mencium puncak kepala istrinya sangat lama, hingga dia tidak sadar kini mereka sudah sama-sama tertidur diatas sofa yang sama.
Resa bangun dari tidurnya, dia terkejut karena melihat Reyan tidur didepannya di sofa. Resa tersenyum menatap wajah suaminya itu, lalu mengelus wajah tampan suaminya. Reyan membuka matanya dan melihat Resa menatapnya dengan senyuman manisnya.
" Sayang, kamu sudah bangun?"
" Kamu kenapa tidur di sofa?" tanya Resa.
" Ya sudah, sekarang kamu istirahat dikamar. Aku juga mau tidur lagi kekamar. Resa mana, hubby?"
" Resa dan Miu kerumah kami yang dulu, disana juga ada adik-adiknya yang lain. Biar Miu juga kenal."
" Ya sudah. Kamu istirahat, besokkan kekantor pagi-pagi."
" Kamu bakal tinggalin aku, yang?"
" Kemana?"
" Kuliah keluar negeri."
" Aku memang ingin mengejar impianku yang itu. Tapi aku juga gak bisa ninggalin kamu, Azel dan Miu. Aku benar-benar bingung, tapi jika harus memilih. Mungkin aku akan mengorbankan beasiswa aku."
" Jangan, yang. Kamu harus tetap kuliah keluar negeri itu."
" Tapi kamu sama anak-anak?"
__ADS_1
" Aku bakal mikirin itu lagi."
" Kamu beneran mau mengizinkan aku kuliah keluar negeri?"
" Iya. Lagian, aku mungkin bakal bolak-balik keluar negeri untuk mengunjungi kamu. Untuk masalah anak-anak, entar aku mikirin dulu caranya. Apa kita pindah aja dulu sementara kesana?"
" Tapi perusahaan kamu?"
" Perusahaan aku di Indonesia akan di handle sementara oleh Roni. Lagian di negara kamu kuliah nanti, disana juga ada kok perusahaan aku. Biar sekalian, aku memajukan perusahaan yang ada disana."
" Ini beneran kan?"
" Apa aku kelihatan sedang membohongi kamu, sayangku?"
" Makasih, hubby. Makasih."
Reyan tersenyum, sebenarnya dirinya juga belum berbicara kepada Roni. Tapi setelah membaca diary Resa, dia ingin gadis itu bisa mewujudkan cita-citanya.
" Tapi ada satu persyaratannya!"
" Apa?"
" Kamu disana tidak boleh jatuh cinta dengan mahasiswa lain. Kamu kan udah punya aku, awas aja kalau berani selingkuh!"
" Emang kalau aku selingkuh, kamu bakal ngapain?"
" Kita bakal balik ke Indonesia hari itu juga, kamu gak boleh kemana-mana lagi."
" Kok gitu sih, aku kan gak mungkin selingkuh dengan orang lain."
" Janji, ya!"
" Iya. Tapi bukannya perusahaan kamu yang disana itu belum jalan ya?
" Iya, tapi pembangunannya hampir rampung. Awalnya, aku memang akan meminta Roni menghandle perusahaan yang disana. Karena juga, bangunannya belum rampung. Tapi itu akan bagus, karena aku langsung yang menghandle perusahaanku yang ada disana."
" Tapi kan perusahaan kamu itu beda kota sama tempat aku kuliah."
" Gak papa, dekat kok. Setidaknya, jarak kita gak jauh-jauh amat."
" Tetap aja kita bakal LDR-an kan?"
__ADS_1
" Iya, tapi seminggu sekali aku bisa menemui kamu, sayang."