
Setelah selesai makan, Reyan mendekati bibi kantin dan memberikan sesuatu karena telah membuatnya bahagia.
" Makasih, bi." Kata Reyan menyerahkan uang 3 lembar seratus ribuan sebagai tip. Dia memang kadang membawa uang cash didalam saku celananya.
" Tidak perlu, pak."
" Ambil aja, jangan ditolak."
" Makasih,pak."
Baru kali ini bibi melihat Pak Reyan masuk kedalam kantin, yang bisa dibilang sangat mewah dan bersih. Makanan dikantor ini juga dipesan dari catering yang ternama, tapi kadang bibi juga memasak untuk menu tambahan.
" Hubby, enak lo masakan di kantin tadi."
" Kamu mau aku pesanin makanan di catering itu tiap hari?"
" Setahu aku, soto tadi bibi deh yang masak."
" Jadi?"
" Aku bolehkan ikut kamu lagi kekantor?"
" Of course, baby. You can do anything in my office."
" Makasih,ya."
Reyan mengangguk senang sambil tersenyum. Bagaimana tidak? tadi adalah kali pertamanya Resa menyuapi Reyan makan. Sebuah kemajuan yang bagus, karena perlahan Resa mulai bersikap romantis kepada dirinya.
" Sayang, aku ada sesuatu buat kamu."
" Apa itu?"
" Nanti bakal aku beritahu diruanganku."
Reyan tersenyum sepanjang koridor dan saat didalam lift. Kemudian mereka berhenti dilantai 7 untuk shalat Zuhur. Mereka shalat berjamaah disana dan Reyan tentunya menjadi imam. Meskipun Reyan adalah sosok bos yang dingin dan perfectionist, tapi karyawannya tahu jika dia adalah sosok yang taat beribadah,setia, dan juga sangat penyayang keluarga.
Setelah selesai shalat, Resa mencium tangan Reyan dan ia mendapat ciuman dipuncak kepalanya. Karyawan disana tertegun melihat kedua sejoli itu, mereka terpesona dengan kemampuan Resa menaklukkan hati Reyan. Padahal, selama ini banyak wanita cantik dan sukses mengantri menjadi pasangan bosnya itu. Ya, walaupun tetap saja lebih cantik Resa daripada yang lain. Tapi bukankah cantik itu relatif?
Mereka kembali kelantai paling atas, yaitu ruangan Reyan. Ternyata, disana sudah ada Azel sedang mengobrol santai dengan Roni.
" Lo ngapain berduaan sama anak gue?" tanya Reyan kepada Roni.
" Dia yang minta ditemenin, yang gue datang aja keruangan lo."
" Udah balik sana, kerja!"
" Iya deh."
" Azel, om kebawah dulu ya. Habisnya ada singa disini, galak banget." Kata Roni kepada Azel, gadis itu mengangguk dan tertawa.
" Kamu ngapain berduaan sama Om Roni, zel?"
" Habisnya, daddy tadi ninggalin Azel sendiri didalam kantor."
" Udah makan, zel?" tanya Resa lembut.
" Udah, sama Om Roni. Makan makanan yang mommy bawa."
" Udah shalat belum?"
" Lagi halangan."
" Beneran? gak boleh bohong,zel!" kata Reyan kepada anaknya itu.
" Beneran, daddy."
Reyan kembali kemeja kerjanya dan menandatangani beberapa kontrak. Resa dan Azel mengobrol dan bercanda, Reyan mendengarkan kadang ikut tersenyum.
" Kapan kalian pulang?"
__ADS_1
" Mungkin sekitar jam 4," jawab Reyan.
" Aku pulang duluan,ya. Sekalian mau jemput Miu disekolahnya."
" Hati-hati, zel. Bawa mobil jangan ngebut loh."
" Siap, mommy. Assalamualaikum."
" Waalaikumsallam."
Resa mengambil snack yang dibawanya, disandarkannya tubuhnya di kursi. Reyan menatap istrinya yang terlihat bosan, namun berusaha menutupinya.
" Bosan, yang?" tanya Reyan menghampiri istrinya dan mencium puncak kepala Resa.
" Lumayan. Tapi kamu kerja aja, aku gak papa kok. Nanti paling tidur lagi."
Reyan mengangguk lalu mengusap-usap pipi istri cantiknya itu, lalu kembali kemeja kerjanya. Resa merebahkan dirinya di kursi tetapi matanya tidak ngantuk, beberapa kali dia mengubah posisinya.
" Yang, sini deh !" panggil Reyan selembut mungkin, Resa mendekati suaminya itu.
" Ada apa?"
" Duduk disini."
Resa bingung, apa Reyan menyuruhnya duduk dipangkuan suaminya itu?
" Disana?"
" Iya, disini."
Resa menuruti keinginan Reyan, suaminya itu mencium puncak kepalanya lama. Kemudian, Reyan mengeluarkan sesuatu dari laci meja kerjanya. Ada sebuah kalung indah dengan liontin berbentuk huruf R yang sangat indah. Reyan mengalungkannya di leher indah Resa dengan penuh kasih sayang.
" Kamu suka, sayang?"
" Jadi, ini sesuatu yang ingin kamu beritahu tadi?"
Resa melihat kalung barunya itu dengan senyuman, baru kali ini dia mendapatkan hadiah secantik ini.
" Makasih, hubby."
" I love you."
" I love you too."
" Bosan ya kalau ikut aku?!"
" Gak papa,kok. Kan biar aku bisa merasakan apa yang kamu rasakan. Tiap hari kamu bakal bosan dengan berbagai macam kerjaan."
" Aku melakukan itu buat kamu, Azel dan Miu. Buat kalian bertiga bahagia, jadi sebosan apapun, aku tetap semangat."
" Maaf, ya. Kalau selama ini aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu."
" Siapa bilang? kamu wanita paling baik yang pernah aku temui."
" Ehmmmmm.... Mantan kamu banyak ya?"
" Kenapa nanya mantan?"
" Mau tau aja, kan selama ini kamu gak pernah cerita itu sama aku."
" Mantan aku cuma 4 kok."
" Bohong!"
" Kok, bohong?"
" Kamu kan ganteng, mana mungkin cuma 4."
" Beneran cuman 4, yang lainnya aku tolak."
__ADS_1
" Kok, ditolak sih?"
" Gak cocok aja buat aku."
" Kamu mah lihat fisik banget kan?"
" Gak, kok. Yang nembak aku cantik semua, jadi bukan itu alasannya."
" Mana cantiknya sama aku?"
" Cantik kamu lah, jauh."
" Bohong, kamu cuman gombalkan sama aku sekarang."
" Ya, enggaklah. Kamu paling cantik bagi aku,gak ada yang mengalahkan itu."
" Beneran?"
" Beneran. Kamu itu yang terbaik dari yang terbaik, makanya aku cinta banget sama kamu."
" Kamu juga paling ganteng buat aku."
" Kamu punya mantan, yang?"
" Enggak."
Reyan tertawa kecil mendengar kata-kata Resa, istrinya itu memang masih kecil. Tapi sifatnya, kadang bisa sangat dewasa menyikapi masalah. Reyan senang karena hari ini Resa lebih manja dengan dirinya.
Kemudian Resa memainkan game yang ada di handphonenya, ia terlihat sangat fokus. Reyan juga sekarang sedang fokus dengan laptopnya, sedikit lagi pekerjaannya selesai.
" Makan, makan, makan!" kata Resa sangat semangat.
" Kamu mau makan sayang?" tanya Reyan masih fokus dengan laptopnya.
" makan, makan,makan, awas!" katanya lebih semangat lagi.
Reyan menatap istrinya yang duduk dipangkuannya itu, ternyata sedang asik memainkan game. Tangan Reyan mengelus-elus rambut Resa yang terlihat sangat fokus.
" Yang, pulang yuk!"
" Bentar, aku lagi seru nih."
Reyan mengangguk dan memandangi Resa yang terlihat lucu ketika sedang bermain game. Sesekali istrinya itu terlihat kesal dan sangat semangat.
" Yang, ayo kita pulang!"
" Sebentar lagi," kata Resa memasang muka memelas yang sangat lucu, membuat Reyan gemas dengan istrinya.
" Gantian ,dong.Sekarang aku yang main," kata Reyan sambil mengambil handphone Resa.
" Makan, makan, makan, awas nanti mati!" kata Reyan yang sedang memainkan game di handphone Resa.
" Seru kan, hubby?" tanya Resa yang lucu melihat tingkah suaminya.
" Iya, sayang."
" Boleh kita pulang sekarang?" tanya Resa kepada suaminya.
" Sebentar,sayang. Lagi asik nih."
" Hubby...."
Reyan langsung menghentikan dirinya bermain game, kemudian di ciumnya tangan Resa dengan lembut.
" Ya udah, ayo pulang."
__ADS_1