Beauty Girl

Beauty Girl
Kedatangan


__ADS_3

Tidak berapa lama, dokter Kenan sudah datang di rumah Reyan. Ia lalu memeriksa kondisi Reyan yang saat ini sedang berbaring lemah. Sahabatnya itu sebenarnya jarang sakit, kecuali jika ada sesuatu yang membuat dirinya stress dan kurang istirahat.


" Daddy kenapa, om?" tanya Azel, karena dia sangat khawatir dengan keadaan daddynya sekarang.


" Reyan gak kenapa-napa kok, Zel. Dia cuman perlu istirahat dan jangan stress aja." Kata Kenan kepada Azel, kemudian dia menyerahkan obat dan vitamin untuk Reyan.


" Makasih,om. Oh ya, makan dulu. Bibi sudah masakin banyak, sayang kalau gak dimakan." Ajak Azel kepada Kenan, dokter itu mengangguk setuju. Sebenarnya, makanan itu bisa saja disimpan kembali didalam walk in chiller.



Azel dengan Miu berjalan disamping Kenan yang masih menggunakan jas berwarna putih. Kenan baru satu tahun ini kembali ke Indonesia. Sebelumnya, dia tinggal di Filipina dengan istri dan anaknya. Resa mengetahui Kenan, ketika Reyan memberitahukan dirinya bahwa sahabat suaminya itu akan menjadi dokter di rumah sakit milik Reyan.


" Berapa umur kamu sekarang,Zel?" tanya Kenan lembut, dia memang paling ramah diantara sahabatnya. Apalagi profesinya sebagai dokter, membuatnya terbiasa dengan keramah tamahan.


" 18 tahun, om. Kalau anak om sekarang berapa umurnya?" tanya Azel.


" Dua puluh satu dan sembilan belas tahun."


Kenan memang memiliki dua anak, yang berusia memang lebih tua daripada Azel. Dia dan Reyan menikah muda, saat 17 tahun. Tapi entah kenapa hanya Roni, yang sampai saat ini belum menikah.


Miu hanya mengangguk sambil tersenyum. Dia tidak heran dengan penampilan laki-laki dihadapannya ini. Dia bertambah tampan saja. Sama seperti daddynya juga Roni.


Setelah selesai makan, Kenan pamit pulang kepada Azel. Gadis itu mengantarkan sampai kedepan pintu depan rumahnya. Kemudian, Azel kembali lagi kekamar ayahnya. Disana, Reyan sudah memakan bubur yang dibuatkan bibi.


Azel membawakan air putih, vitamin, dan obat untuk daddynya. Reyan memaksakan dirinya untuk tersenyum, meskipun kepalanya terasa sangat pusing.


" Makasih, Zel."


" Sekarang daddy istirahat dulu, besok jangan kekantor dulu. Nanti dimarahin Mommy Sa kalau ngeyel."

__ADS_1


Reyan tersenyum melihat kelakuan putrinya, yang sudah beranjak dewasa itu. Waktu terasa cepat berlalu untuk dirinya, bayi kecilnya dulu sudah besar. Azel kembali kekamarnya, sebelumnya dia melihat Miu apakah anak kecil itu sudah tidur. Azel tersenyum, melihat adiknya itu sudah tertidur pulas dengan wajahnya yang imut.


Azel sudah merasa sangat mengantuk, dan dia segera merebahkan dirinya kekamarnya. Dia sebenarnya, ingin curhat kepada Resa tentang lamaran Roni. Tapi apa boleh buat, matanya sudah tidak bisa diajak kompromi lagi. Tidak lama, Azel tertidur dikamarnya dengan sangat pulas.


Keesokan harinya, Reyan merasakan kepalanya masih sangat sakit. Dia memaksakan diri untuk bangun dan shalat Shubuh. Dibangunkannya Miu dan Azel yang sedang tertidur dikamar masing-masing.


" Zel, bangun nak!!" kata Reyan sambil mengusap rambut anaknya itu. Azel terbangun, ketika mendengar suara daddynya. Dia memang mudah terbangun, apabila ada suara yang didengarnya.


" Daddy."


" Bangun, shalat Shubuh."


Reyan beranjak dari kamar putrinya kekamar Miu. Dia melihat anak kecil itu masih dengan pulasnya tertidur. Diciumnya puncak kepala Miu, dengan penuh kasih sayang. Reyan tidak pernah membedakan kasih sayangnya untuk Miu dan Azel.


Setelah selesai shalat Shubuh, Reyan kembali kekamarnya. Dia merasa masih sangat lemas saat ini. Andaikan ada Resa, mungkin sakitnya akan berkurang. Dia selalu memikirkan keadaan gadis itu diluar negeri. Tapi rupanya, hal itu berdampak kepada kesehatannya. Dia tidak terlalu nafsu makan, kurang istirahat, dan ditambah sedikit stress.


Malam kira-kira pukul 11, Resa sudah sampai dirumahnya. Dia ingin memberikan suprise untuk Reyan, jadi Resa tidak memberitahukan kepulangannya kepada suaminya itu. Resa menaiki taksi, rumah Reyan tidak terlalu jauh dari bandara. Dan sampailah ia didepan gerbang rumah, yang sangat luas dan mewah itu. Satpam dirumahnya segera membukakan pagar, tampak laki-laki itu kaget dengan kedatangan Resa. Apalagi, ini sudah tengah malam.


" Ada, nyonya."


Resa mengangguk, dia membuka pintu rumahnya. Karena pintu itu bisa dibuka secara manual, tetapi juga bisa dibuka dengan finger print miliknya dan Reyan. Resa segera masuk kedalam kamarnya, disana sudah ada Reyan yang tertidur dengan wajah pucat. Kondisi suaminya itu tidak membaik, padahal sudah meminum obat dan vitamin dari dokter Kenan.


Resa mendekati suaminya, dan meletakkan tangannya diatas kepala Reyan. Suhu badannya sangat panas, Resa segera mengompresnya. Merasa ada sesuatu diatas kepalanya, Reyan terbangun dari tidurnya. Betapa terkejutnya dia, melihat istri cantiknya yang selama ini dia rindukan sudah disini.


" Sayang?" tanya Reyan masih tidak percaya, dia takut karena sakit, dia akan berhalusinasi. Apalagi selama ini dia terlalu memikirkan istrinya itu.



" Udah tidur aja lagi, aku mandi dulu." Kata Resa kepada Reyan. Dia tahu suaminya itu sangat bahagia, terlihat jelas dari raut wajah Reyan.

__ADS_1


Resa segera kekamar mandi, dan membersihkan seluruh tubuhnya. Reyan masih tidak percaya, istrinya sudah ada disini.Tidak lama kemudian, Resa keluar dari kamar mandi. Dia tampak semakin cantik, apalagi sekarang Reyan sangat merindukannya.


" Kok, belum tidur lagi?"


" Aku cuman mau memastikan, gadis yang ada dihadapanku ini adalah istri cantikku."


Resa tersenyum memandang suaminya itu, dia merebahkan diri disamping Reyan. Mata mereka saling bertemu dan bertatapan.


" Kamu kok gak bilang sih mau pulang?"


"Biar surprise, hubbyku sayang." Kata Resa sambil mencium pipi suaminya.


" Kalau kamu bilang, bisa pulang kesini pakai private jet."


" Kamu aja kemarin gak pakai private jet."


" Itu karena Azel gak mau. Kamu gak kenapa-napa kan tadi?" tanya Reyan.


" Maksud kamu?"


" Kalau aja ada yang berani menggoda istri aku." Kata Reyan dengan penuh penekanan, karena dia saat ini sedang cemburu. Resa tersenyum melihat tingkah suaminya itu.


" Gak ada. Aku tadi pakai masker."


Reyan menghembuskan nafas lega, dia sangat cemburu apabila ada orang yang berani menggoda istrinya. Resa geleng-geleng kepala, melihat suaminya yang cemburuan itu.


Reyan saat ini ingin bermanja-manja dengan istrinya, apalagi kini ia sedang sakit. Tapi dia tahu Resa sedang kelelahan, karena perjalanan yang sangat melelahkan.


" Kita tidur ya, aku ngantuk." Kata Resa kepada Reyan, suaminya itu mengangguk. Saat ini, sakitnya terasa berkualitas karena kehadiran istrinya itu. Reyan memeluk tubuh Resa, dan mencium lama kening istrinya itu.

__ADS_1


" I love you, baby. Jangan jauh-jauh lagi dari aku. Aku gak bisa," gumam Reyan, Resa menahan senyumnya karena dia mendengar kata-kata suaminya. Reyan pasti mengiranya sudah tidur.


__ADS_2