
" Daddy makasih ya!"
" Makasih untuk apa, Zel?" tanya Reyan sambil menatap mata anaknya itu.
" Makasih sudah jadi ayah terbaik untuk Azel, maaf kalau Azel belum bisa membahagiakan daddy."
" Azel nggak perlu berterima kasih sama daddy, karena itu memang kewajiban seorang ayah kepada anaknya. Dari dulu, Azel sudah membahagiakan daddy. Saat Azel dilahirkan, daddy sangat bahagia tidak bisa terdeskripsikan lagi perasaan daddy saat itu." Jawab Reyan, mereka berdua tersenyum saling menatap. Resa juga tersenyum melihat keduanya, dia memutuskan untuk membuat kue atau makanan untuk menyambut Tia.
Resa menyiapkan bahan-bahan dan juga alatnya, dia sudah terbiasa didapur. Jadi tidak sulit, jika dirinya harus mengurus anak-anak dan suaminya seorang diri. Beberapa Asisten rumah tangga memang sengaja diliburkan, Resa ingin menghabiskan waktunya untuk mengurus segala keperluan rumah tangganya sendiri. Mereka akan kembali, Minggu depan untuk bekerja.
" Azel, daddy mau lihat Mommy Sa lagi ngapain dulu ya." Kata Reyan dan beranjak dari duduknya, Azel mengangguk sambil tersenyum.
Reyan mencari istri cantiknya itu, dikamar tidak ada hingga dia mencari istrinya disebuah ruangan dirumah. Ternyata benar, Resa sedang memasak dan terlihat sangat sibuk. Reyan menghampiri istrinya yang sedang memasak, dan memeluknya dari belakang. Resa sudah tahu dan hapal, siapa yang sudah mengagetkannya karena tiba-tiba memeluknya dari belakang.
" Sayang."
" Ada apa?" tanya Kaira masih sibuk membuat makanan, Reyan melihat istrinya itu dengan penuh kebanggaan. Mempunyai istri seperti Resa, mungkin impian hampir setiap laki-laki.
" I miss you, sayangku."
" Hubby, aku lagi masak. Kamu tunggu dimeja makan dulu ya, supaya cepat selesai. Nanti keburu Kak Tia datang loh." Kata Resa, sambil melepaskan pelukan Reyan dari pinggangnya.
" Aku bantu."
__ADS_1
" Kamu bisa?" tanya Resa meragukan suaminya itu, mana mungkin Reyan bisa membuat cake dan cemilan.
" Tentu,kamu gak percaya?" tanya Reyan, Resa menggelengkan kepalanya. Reyan membantu Kaira membuat adonan cake dan camilan, istrinya itu memang sangat jago memasak.
" Yaudah kamu yang masukkan bahan-bahannya yang sudah aku sediakan." Kata Resa, Reyan mengangguk paham. Mereka berdua kelihatan sangat fokus, membuat makanan untuk menjamu Tia.
Mereka berdua sangat serius membuatnya, hingga Reyan usil mencoret wajah Resa dengan tepung. Resa membiarkan suaminya itu melakukan beberapa kali, hingga saatnya pembalasan. Akhirnya, tepung berhamburan karena mereka berdua saling membalas. Resa terus mengejar Reyan, untuk mencoret tepung kewajah suaminya itu.
Hingga akhirnya Resa kembali membuat kue lagi, tanpa mengindahkan suaminya itu. Reyan menatap wajah istrinya yang terlihat kesal dengannya, karena sudah menggangu kegiatan masaknya.
" Maaf ya, yaudah nih aku coret muka aku sama tepung. Kamu juga boleh coret sesuka kamu, asal jangan marah lagi." Kata Reyan memasang Majah memelas kepada istrinya itu, Resa tetap tidak mengindahkannya suaminya itu. Reyan memeluk Resa dari belakang, istrinya itu tetap tidak bersuara. Dia pikir, Resa benar-benar marah dengannya.
" Sayang, kamu jangan marah dong. Jangan diemin aku kayak gini, aku sedih." Kata Reyan, Resa masih mendiamkan suaminya itu. Karena jika dia kembali bersuara, Reyan akan mengganggunya lagi.
Karena Resa tidak juga menjawabnya, Reyan melepaskan pelukannya. Dia duduk dimeja makan, sambil memikirkan apa yang membuat istrinya itu berhenti mendiamkannya. Padahal Resa baru mendiamkannya beberapa menit, tapi Reyan sudah sangat sedih.
Resa memasukkan beberapa macam kue itu kedalam oven, dilihatnya suaminya itu sedang melamun. Resa menatap wajah suaminya sambil tersenyum, dia sebenarnya merasa bersalah karena tidak menjawab suaminya. Tapi Resa memang sedikit kesal,karena matanya kemasukan tepung. Jadi dia membiarkan suaminya itu disana, Resa mencuci peralatan dapur yang kotor. Reyan menatap istrinya yang sedang mencuci piring, dia mengambil sapu dan dust pan untuk membersihkan tepung yang berhamburan.
Resa belum menyadari, jika suaminya itu sedang menyapu. Hingga suara oven berbunyi, dia langsung berjalan kearah asal suara itu. Resa segera memasang sarung tangan, dan mengeluarkan kue-kue itu. Oven milik mereka memang sangat besar, seperti ditoko-toko kue biasanya.
__ADS_1
Resa membalikkan tubuhnya, dan dia melihat suaminya itu sedang menyapu tepung yang berhamburan. Reyan kelihatan sangat lucu dengan satu tangan memegang sapu, dan tangan lainnya memegang dust pan. Resa kemudian berjalan kearah meja makan sambil membawa kue yang sudah matang, Reyan menatap istrinya itu. Dia berpikir, pasti Resa masih marah dengan dirinya.
Reyan mendekati Resa, dia terus menatap wajah istrinya sambil tersenyum. Resa tahu, jika suaminya itu berusaha membujuk dirinya supaya berhenti merajuk. Tapi nyatanya, dia memang tidak sedang marah dengan suaminya itu.
" Sayang, maafin aku ya." Kata Reyan, Resa mengangguk sambil tersenyum.
" Siapa juga yang marah? aku sedikit kesal tadi kamu keterlaluan main-mainnya, sampai tepung masuk ke mata aku. Tapi aku mendiamkan kamu bukan karena kesal, tapi karena gak mau kamu ganggu. Kalau aku terus meladeni kamu, gak bakal selesai makanannya."Jawab sambil tersenyum kearah suaminya itu, Reyan menghela nafas lega. Dia mengira, Resa benar-benar akan mendiamkannya.
" I love you." Kata Reyan, sambil mencium puncak kepala istrinya.
" I love you too."
Tidak lama kemudian, ada suara bel. Sepertinya Tia sudah datang, Resa segera menuju pintu depan. Dan benar saja, disana sudah ada wanita cantik. Tia sebenarnya bisa dikatakan seusia dengan mama Resa, wanita cantik itu terlihat awet muda diusianya yang sudah kepala empat.
" Resa!" kata Tia, dan memeluk tubuh gadis cantik dihadapannya itu. Tia menganggap Resa seperti anaknya, karena jarak usia mereka sangat jauh. Tapi untuk kedewasaan, Tia harus mengakui, jika Resa lebih dewasa daripada dirinya dalam membina rumah tangga.
" Kak Tia, ayo masuk!" ajak Resa dan mereka berdua bergandengan tangan. Disana sudah ada Azel dan Reyan, gadis itu terkejut karena melihatnya mamanya sudah ada disini.
" Mama Tia!" panggil Azel, dan memeluk tubuh mamanya. Dia sudah lama tidak bertemu dengan wanita itu, tidak ada yang berubah dari Tia dia tetap awet muda.
" Azel sayang, Mama Tia kangen banget sama kamu, nak."
" Azel juga." Jawab Azel, Resa tersenyum memandangi ibu dan anak yang sedang melepaskan rindu itu.
__ADS_1
" Anak mama tambah cantik deh, makasih ya Sa. Kamu sudah merawat dan menyayangi Azel." Kata Tia, Resa mengangguk sambil tersenyum. Tia memandangi wajah Resa, gadis itu semakin cantik. Dia bahkan tidak menyangka, jika gadis didepannya ini benar-benar Resa istri mantan suaminya. Mereka memang sering video call, tapi tidak pernah bertemu langsung.