Beauty Girl

Beauty Girl
Married


__ADS_3

" Tapi istri anda?"


" Saya sudah bercerai setelah dia melahirkan anak terakhir."


What? aku harus menikah dengan duda dengan usia 16 tahun lebih tua dari aku, punya anak 5 lagi. Resa meneguk Saliva nya, sebenarnya ia ingin menolak perjanjian karena ia juga sebenarnya tidak tahu.


Ekspresi Resa ketika ia harus menikah dengan Reyan



" Ini perjanjian kamu harus tepati dan kamu sudah lihat berapa total hutang ibu kamu,"


Resa memang berniat menolak semua itu, tapi apalah daya karena mungkin ibunya melakukan semua dengan terpaksa karena harus membiayai pengobatannya dan biaya hidup Resa disini.


" Hidup kamu akan terjamin jika menikah dengan saya, jangan khawatir. Saya tidak akan menghalangi kamu tetap sekolah mungkin bahkan ke perguruan tinggi, saya akan biayai semuanya."


Resa juga tahu hidupnya akan terjamin dengan lelaki dihadapannya ini. Sebenarnya untuk usianya laki-laki ini termasuk awet muda bahkan ia masih kelihatan seperti belum memiliki anak, wajahnya tampan dan itu sangat mempesona untuk ayah dari 5 orang anak.


" Saya setuju dengan perjanjian itu," kata Resa akhirnya, bagaimanapun ia harus memiliki seseorang yang menjaga dan membiayai kehidupan sehari-harinya.


" Apa ini dengan batas waktu tertentu dalam perjanjiannya?" tanya Resa.


" Semua tergantung, apabila kamu dan saya cocok kita akan tetap melanjutkan pernikahannya,"


" Kalau begitu saya akan pikir dua kali, mungkin saja setelah menikah anda merasa tidak cocok dengan saya, kemudian menceraikan. Saya akan menjadi janda diusia muda."


" Apa kamu tidak keberatan dengan perjanjian ini?"


" Saya keberatan karena tidak tahu tentang itu. Dan satu hal lagi saya belum mencintai anda begitupun sebaliknya, jadi meskipun ini pernikahan karena untuk memenuhi janji mama saya kepada anda, saya akan berusaha yang terbaik begitupun sebaliknya."


" Seandainya kita tidak cocok apa yang lakukan?"


" Itu tergantung sikap anda kepada saya, apakah kita sama-sama ingin lebih baik atau tidak."

__ADS_1


Pernikahan itupun dilaksanakan dengan private, karena bagaimanapun Resa saat ini belum lulus sekolah.


Menikah dengan seorang duda mungkin bukan impian Resa, karena untuk memikirkan cinta saja ia bahkan tidak ingin. Kemudian dia harus menikah karena sebuah perjanjian diatas kertas untuk membayar hutang ibunya. Sebenarnya Reyan juga tetap memberikan mahar kepada Resa.


Reyan merasa dirinya adalah pedofil karena menikah dengan anak dibawah umur dan bodohnya lagi ia bahkan jatuh cinta kepada Resa, saat mama Resa menunjukkan foto anaknya itu. Sebaliknya Resa merasa semua akan baik-baik saja, karena ia mempunyai suami yang usianya jauh diatasnya dan lebih dewasa daripada dirinya.


" Besok saya sekolah, barang-barang dirumah gimana?"


" Saya sudah menyuruh Bima mengambil barang-barang kamu."


" Terima kasih,"ucap Resa disamping telinga Reyan.


" Itu sudah menjadi tanggung jawab saya, untuk memastikan kamu baik-baik saja walaupun sudah menikah."


" Dan sudah menjadi kewajiban saya untuk berterima kasih dengan anda."


Reyan menatap aneh Resa, seperti ada sesuatu yang janggal tentang panggilan mereka. Sekarang mereka adalah suami istri, meskipun usia Resa tidak jauh dengan putri pertamanya.


" Sa..Aku akan berusaha terbiasa untuk itu," jawab Resa.


Resa masih bingung tentang takdir yang membawanya saat ini, bagaimana mungkin hari ini begitu mengejutkan bagi dirinya? mamanya meninggal, kemudian ia harus menikah karena sebuah perjanjian mama dengan laki-laki yang saat ini ada dihadapannya dan sudah sah menjadi suaminya. Entahlah tapi saat ini, ia hanya ingin tidur untuk mengistirahatkan tubuh dan otaknya dari kemelut masalah ini.


" Ini kamar kamu," kata Reyan membukakan pintu sebuah kamar yang didominasi warna putih yang elegan dan modern.


" Kamu gak suka dengan design nya? saya bisa menyuruh Mita untuk mengurus ini."


" Mita?"


" Dia sekretaris saya,"


Resa mengangguk paham, tentu saja seseorang seperti Reyan memiliki sekretaris bahkan beberapa asisten pribadi. Resa kemudian mengganti pakaiannya, sebenarnya ia sudah berganti karena diminta Bima saat hampir sampai dirumah Reyan. Mungkin karena seragamnya sudah bau apalagi ia akan menemui orang penting seperti Reyan.


Resa mengambil air wudhu untuk shalat isya, bagaimanapun lelahnya, ia harus melaksanakan kewajibannya itu. Diketuknya pintu kamar Reyan sambil membawa mukena dan sajadah ditangannya.

__ADS_1


Tok.. Tok..Tok


" Masuk, ada apa ?"


" Kamu udah shalat?"


" Belum."


" Yuk sama-sama kita, kamu jadi imam."


" Iya tunggu sebentar," Reyan segera kekamar mandi dan mengambil air wudhu.


Resa dan Reyan pun shalat berjamaah, meskipun pernikahan ini tidak diinginkan oleh Resa, namun ia tidak ingin menutup hatinya untuk laki-laki yang saat ini menjadi imamnya itu. Setelah salam, Resa Salim ditangan Reyan dan suaminya itu mengusap-usap kepalanya dengan penuh kasih.


Resa mengangkat tangannya dan tanpa disadari membuat air matanya jatuh dari mata indahnya itu. Saat Reyan berbalik, ia kaget melihat Resa seperti tertekan dan bersedih.


" Aku tahu pernikahan tidak kamu inginkan dan mungkin itu membuat kamu tertekan."


Resa menengadah menatap mata suaminya itu, kemudian ia menggeleng.


" Aku harap semua ini yang terbaik, lagi pula kamu memperlakukan dengan sangat baik. Aku hanya takut tidak bisa berbakti kepadamu karena perasaan ini belum mencintai kamu, tapi seiring waktu aku akan berusaha."


Reyan sebenarnya bingung dengan sikap Resa, sikap gadis itu tidak dramatis seperti yang dibayangkannya. Apalagi diusianya yang masih sangat muda harus menikah dengan duda seperti dirinya.


Kemudian Resa keluar dari kamar Reyan untuk beristirahat. Reyan masih tetap duduk diatas sajadah dan ia mengharapkan cinta dalam diri Resa akan tumbuh dengan seiring waktu. Ia tidak akan memaksa gadis itu untuk segera mencintainya, apalagi ia tahu cinta tidak bisa dipaksakan. Reyan tidak ingin nasib pernikahannya dengan Resa hancur seperti sebelumnya. Ia memang dijodohkan dengan mantan istrinya dan setelah permasalahan yang terus-menerus, apalagi dengan sikap Tia ( mantan istri Reyan) yang sering mabuk dan selingkuh dengan laki-laki lain.


Pernikahan yang mereka bangun 16 tahun lalu itu harus hancur pada usia 15 tahun. Memang sebenarnya Reyan tidak ingin menikah dengan Tia bukan karena perjodohan tapi dengan melihat sikapnya itu. Berbanding terbalik dengan sikap Resa yang memang disukainya, bahkan ia sudah mencari tahu tentang gadis itu setelah perceraiannya.


Resa merebahkan dirinya dikamar yang luas itu, pernikahan ini tidak menyiksa bagi dirinya. Memang ia belum mencintai Reyan, tetapi sikap laki-laki itu sangat baik kepadanya sejak mereka melakukan pernikahan mendadak itu.


Reyan duduk di sofa kamarnya, ia terus memikirkan Resa. Ia berharap cinta akan segera bersemi dihati gadis itu.


" Aku akan melakukan apa saja untuk membuatnya jatuh cinta dan aku akan menunggu saat itu,saat dimana ia memberikan hatinya untukku," gumam Reyan.

__ADS_1


__ADS_2