Beauty Girl

Beauty Girl
Pagi yang baru


__ADS_3

Resa bangun dari tidurnya setelah mendengar ada seseorang mengetuk pintu kamarnya. Dibukanya pintu perlahan-lahan, dimuka pintu Reyan menyambutnya dengan senyuman melihat rambut gadis itu masih acak-acakan.


" Ehmmmmm, ada keperluan apa ?"


" Ini hampir shalat Shubuh, ayo kita shalat berjamaah!" ajak Reyan, Resa mengangguk.


Resa menuju kamar mandi dan segera shalat berjamaah dengan Reyan. Ia pikir suaminya itu akan galak dan sering memarahinya, tapi lihatlah laki-laki memperlihatkan sebenarnya ia adalah imam yang baik dan sholeh untuk Resa. Setelah selesai shalat, Resa mencium tangan suaminya itu. Reyan mencium puncak kepala istrinya kemudian mengelus kepala Resa. Entah mengapa Resa merasakan bahwa sebenarnya Reyan tulus dengan dirinya.


" Jam berapa kamu sekolah, yang."


" Yang?"


" Iya, kamu kan sekarang istri aku. Kamu keberatan dengan panggilan itu?"


" Terserah kamu,"


Resa sebenarnya bingung memanggil Reyan apa? kakak?mas? atau mungkin juga sayang. Maka diberanikannya menanyakan hal itu kepada Reyan.


" Kamu mau aku panggil apa?"


" Terserah kamu, apapun panggilan yang kamu sukai."


" Aku bingung, kamu bilang aja mau dipanggil apa sama aku?"

__ADS_1


Reyan berpikir sejenak karena ia tidak mungkin menyia-nyiakan kesempatan ini. Reyan harus memilih panggilan sayang yang cocok untuk Resa menggunakan itu ketika berbicara dengannya.


" Hubby, itu cocok untuk kamu sayang memanggilku seperti itu."


Resa mengangguk tanda setuju, ia harus memanggil suaminya seperti itu sekarang. Bagaimanapun mungkin panggilan itu yang diinginkan Reyan dari dirinya.


" Kamu belum jawab pertanyaan aku, jam berapa kamu sekolah?"


" Biasanya jam 7 aku sudah ada disana."


" Apa kamu ingin aku antar kesekolah?" tanya Reyan penuh pengharapan, tapi Resa menggeleng dengan cepat.


" Aku tidak ingin ada orang yang curiga aku sudah menikah, aku juga tahu kamu harus pergi kekantor."


" Makasih ya udah mau ngantar aku sekolah, tapi aku pengen naik sepeda."


Reyan menatap wajah istrinya, sepertinya Resa benar-benar tidak mau diantar oleh dirinya kesekolah. Resa menuju dapur dan menyiapkan makanan untuk Reyan, kemudian ia akan mengganti pakaiannya dengan seragam sekolah sebelum makan.


Resa menuju kamar dan mengganti pakaiannya, ia harus cepat. Kemudian Resa menyiapkan Reyan pakaiannya, meski baru sehari menjadi istri, ia sudah tahu apa saja yang harus dirinya lakukan ketika memiliki suami seperti Reyan, seorang pengusaha muda yang sukses. Dipasangkannya dasi untuk suaminya itu. Reyan tampak memandangi dirinya didepan cermin.


"Ada apa?" tanya Resa.


" Apa aku tampan?"tanya Reyan.

__ADS_1


" Kenapa kamu menanyakan hal itu?"


" Aku merasa tua dan jelek," kata Reyan kemudian duduk di sofa, Resa tersenyum melihat sikap Reyan dan menghampirinya.


"Ternyata hubby juga bisa insecure, padahal diakan tampan,pintar dan kaya, meskipun tua," pikir Resa yang membuatnya menahan tawa.


" Kamu sangat tampan, my hubby," kata Resa. Bagaimanapun kini ia adalah seorang istri, jadi ia harus mengerti dan menyenangkan suaminya, meskipun dirinya belum mencintai laki-laki itu. Dan bagaimana mungkin ia langsung jatuh cinta kepada laki-laki yang sebenarnya seperti dijodohkan kepadanya. Namun melihat sifat Reyan, Resa merasa bahwa dia harus pelan-pelan membuka hatinya untuk laki-laki itu.


" Apa kamu menyukaiku?"


" Tentu, karena kamu baik."


" Bukan itu, apa kamu sudah mulai mencintaiku?"


" Belum, tapi aku akan membuka hatiku perlahan untuk dirimu."


" Kamu belum mencintaiku karena aku tua?"


" Mungkin tua bukan kata yang tepat tetapi dewasa dan matang. Umurmu baru 33 kan?"


" Apakah memiliki suami usia 33 tahun terlalu tua untukmu?"


" Tentu saja iya," kata Resa sambil tertawa

__ADS_1


__ADS_2