Beauty Girl

Beauty Girl
Siapa dia?


__ADS_3

Dua mobil terparkir dengan jarak ke pasar malam tidak terlalu jauh ataupun dekat. Keluarlah enam orang itu, jika dilihat-lihat mereka sudah seperti pasangan.


" Kita mau naik wahana apa dulu nih?" tanya Titan kepada lima orang lainnya.


" Kincir angin aja deh." Jawab Helen, dan diangguki yang lainnya.


Sesampainya di wahana kincir angin, Miu yang pergi membeli tiketnya. Arabel yang sedang membeli pop corn, tiba-tiba ditabrak oleh laki-laki tampan. Mata keduanya saling menatap, ada pancaran kekaguman dari laki-laki itu kepada Arabel.


" Ma..Maaf," Kata laki-laki itu ketika sadar, jika gadis dihadapannya itu terjatuh. Dengan segara, dia membantu Arabel berdiri.


" Apa kamu terluka?" tanyanya lagi.


" Aku baik-baik saja." Jawab Arabel, tapi dia merasa jika lengannya sakit.


" Tanganmu terluka."


Laki-laki itu segera menggandeng Arabel menuju Apotik yang ada didekat mereka. Dia membeli perlengkapan P3K.


" Duduklah, aku akan mengobati kamu." Laki-laki mendudukkan Arabel dikursi dekat apotik, sedangkan dirinya dengan posisi jongkok di tanah.


" Maafkan aku, gara-gara kecerobohanku kamu jadi terluka."


" Tidak kenapa-napa, ini hanya luka kecil biasa." Jawab Arabel, dengan seulas senyuman yang menenangkan setiap kaum adam yang melihatnya.


" Kamu tadi kelihatannya sedang terburu-buru, aku bisa mengobatinya sendiri." Sambung Arabel, laki-laki itu lantas menggeleng.

__ADS_1


" Aku tadi mencari temanku, sepertinya dia sudah pulang duluan."


****


Helen,Karin, Arya, Titan, dan Miu mencari keberadaan Arabel disekitaran wahana kincir angin itu. Seharusnya, gadis itu sudah kembali. Bukankah dia hanya ingin membeli pop corn?


" Hallo dek, kamu lagi dimana?" tanya Helen khawatir.


" Aku lagi di apotik, Kak."


" Adek kenapa?"


" Oh, gak kenapa-napa. Tadi, cuman jatuh sedikit. Jadi tanganku luka, tapi luka kecil aja kok."


" Share lokasi kamu, biar kakak jemput adek."


" Yaudah, hati-hati ya."


****


" Arabel kenapa?" tanya Arya khawatir.


" Dia tadi jatuh, tangannya luka jadi lagi di apotik."


" Kita susul aja kalau begitu."

__ADS_1


" Dia gak mau disusulin, Tan. Katanya, sebentar lagi kesini kok."


Mereka berlima akhirnya menaiki wahana itu tanpa Arabel. Karin dan Titan berdua, sedangkan Miu, Helen, dan Arya bertiga.


Ketika Arabel ingin kembali, didepan apotik dia melihat Amira dan nenek tempo hari itu sedang membeli obat. Tapi sepertinya, uang nenek tidak cukup untuk membeli obat.


" Ada apa ini?" tanya Arabel kepada sang apotiker.


" Nenek ini mau beli obat, tapi uangnya tidak cukup. Jadi, kami tidak bisa memberikannya."


" Berapa harganya?" tanya Arabel.


Arabel mencari dompetnya, tapi dia lupa jika dompet itu tertinggal dirumah.


" Sebentar, saya telepon kakak saya dulu." Belum sempat Arabel menelepon Helen, laki-laki tadi sudah ada disampingnya.


" Ada apa?" tanyanya lembut.


" Nenek ini mau membelikan obat buat si adek." Jawab Arabel, laki-laki itu mengangguk sambil mengeluarkan uangnya.


" Rumah nenek bukannya jauh dari sini?" tanya Arabel lagi.


" Iya neng, rumah nenek jauh dari sini.Tapikan, ini apotik paling dekat dengan rumah nenek." Jawab nenek itu, Arabel mengangguk.


" Biar saya antar." Jawab laki-laki itu, Arabel mengangguk.

__ADS_1


" Boleh aku ikut?" tanya Arabel, laki-laki itu mengangguk.


Arabel mengirimkan pesan untuk Helen, jika dirinya mungkin akan pulang sendiri nanti.


__ADS_2