Beauty Girl

Beauty Girl
Novel


__ADS_3

Arabel membaca novel yang diberikan Miu untuk dirinya. Lembar demi lembar Arabel baca, sebuah novel yang berawal dengan sebuah senyuman.


Didalam novel itu diceritakan tentang seorang gadis yang tidak percaya cinta, akhirnya menemukan tambatan hatinya. Seorang laki-laki yang mampu membuatnya percaya akan indahnya cinta. Hari-hari indah mereka lalui bersama, namun gadis itu bingung. Karena sampai saat ini, laki-laki yang sudah mampu membuatnya jatuh cinta itu belum pernah mengatakan ingin menikahinya.


Hingga suatu hari, sang gadis meminta kepastian kepada laki-laki itu. Dia tidak ingin menjalani hubungan tanpa kepastian, dia ingin mengakhiri semuanya jika pasangannya itu tidak juga serius dengan hubungan mereka. Laki-laki itu berusaha meyakinkan sang gadis, jika memang dia sangat mencintainya. Gadis itu menatap mata laki-laki itu, tidak ada kebohongan dibalik matanya.


Sebenarnya, laki-laki ingin menjelaskan semuanya kepada gadis dihadapannya itu. Namun dia sendiri ragu, dia tidak ingin membuat gadis yang dicintainya bersedih. Hingga suatu hari, gadis itu mendengar kabar jika pacarnya masuk rumah sakit. Dia berlari-lari melewati setiap ruangan, hingga dia berhenti disebuah kamar rawat inap.

__ADS_1


Gadis itu memandang wajah laki-laki yang dicintainya, tidak ada lagi senyuman dari pacarnya. Semua kebahagiaan terasa sirna untuknya, ketika tubuh laki-laki yang dicintainya sudah ditutupi kain berwarna putih.


Ibu dari laki-laki itu menyerahkan sebuah surat, untuk sang gadis yang kini air matanya sudah tidak terbendung lagi. Dengan tangan gementaran, gadis itu membuka pelan-pelan surat yang bertulis tangan dari pacarnya yang kini sudah terbujur kaku.


***Dear: pacarku sayang


A**ku beruntung bisa mencintai dan dicintai oleh kamu. Jalanmu masih panjang, berjanjilah untuk tetap menjadi gadis yang ceria, sayangku. Aku mencintaimu, sangat sangat mencintaimu***.

__ADS_1


Gadis itu melipat kembali surat itu, dia terus saja berusaha menguatkan dirinya. Namun air matanya terus saja mengalir.


" Kenapa tiba-tiba seperti ini? Kenapa kamu harus pergi secepat ini?" lirih gadis itu.


Novel selesai, ceritanya tidak berakhir bahagia seperti yang Arabel pikir. Arabel menghapus jejak air mata yang mengalir, dia terbawa perasaan setiap kali membaca novel.


" Kenapa sih Kak Miu harus memberikan aku novel yang sad ending?" Gumam Arabel, dia seolah-olah dapat merasakan kehilangan tokoh yang ada di novel itu. Sangat menyedihkan memang, jika kita ditinggalkan oleh orang yang kita cintai.

__ADS_1


__ADS_2