Beauty Girl

Beauty Girl
Pertemuan


__ADS_3

Sudah 2 tahun 3 bulan Resa, Reyan, Azel, dan Miu pindah ke London. Namun sepertinya Reyan harus kembali ke Indonesia, karena ia harus menyelesaikan permasalah bisnis yang sedang terjadi. Reyan memberanikan diri untuk menjelaskan semuanya kepada Resa, yang sedang bersantai dan menonton televisi.


" Sayang aku harus balik ke Indonesia, salah satu perusahaanku mengalami masalah yang berat. Aku harus menganganinya langsung." Kata Reyan menjelaskan semuanya kepada Resa.


" Iya, kamu pulang aja ke Indonesia. Aku disini gak kenapa-napa, kan sebentar lagi kuliah aku selesai."


" Beneran gak papa?"


" Iya, lagian kamu juga sangat diperlukan disana. Salah satu perusahaan kamu kan lagi ada masalah."


" Makasih sayang," kata Reyan mencium puncak kepala istrinya.


" Azel boleh ikut ke Indonesia,mommy Sa?"


" Miu juga mau ke Indonesia, sudah beberapa tahun gak kerumah tante." Kata Miu, dia sudah sangat merindukan tantenya.


" Kalau kalian ikut daddy, terus mommy sendiri dong?" tanya Reyan, ia juga tidak ingin istrinya kesepian disini.


" Gak papa, hubby. Sebentar lagi aku juga selesai kuliah, kasian juga anak-anak mau pulang ke Indonesia. Besok, Nick ( sekretaris Reyan di London) akan mengurus kepindahan kalian."


" Mommy gak kenapa-napa kita pulang ke Indonesia duluan?'


" Enggak, mommy juga sebentar lagi selesai kuliahnya."


" Makasih mommy." Kata Azel dan Miu sambil memeluk Resa.


Resa tersenyum, melihat Azel dan Miu kelihatan sangat bahagia akan pulang ke Indonesia. Dia tidak mungkin, melarang kedua anaknya untuk tetap disini menemaninya. Selama ini saja, mereka sudah mau meninggalkan Indonesia dan pindah ke London.


" Mungkin beberapa bulan lagi, mommy akan menyusul kalian ke Indonesia. Azel jaga Miu sama daddy ya, jangan lupa belajar."


" Okay, mommy."


Keesokan harinya, Azel,Reyan, dan Miu bersiap-siap untuk kembali ke Indonesia. Sebenarnya, Reyan sangat berat meninggalkan Resa sendirian disini. Tapi apa boleh buat? dia juga harus menyelesaikan masalah yang terjadi disalah satu perusahaannya. Bahkan, Roni tidak bisa menyelesaikannya, karena memang persaingan licik oleh satu perusahaan yang sudah lama menjadi saingan mereka.


Resa mengantarkan suami dan anak-anaknya ke bandara. Dia memang berat melepaskan, karena selama ini mereka tidak pernah terpisah lama.


" Aku sebulan sekali akan kesini, jangan rindu ya cantik."


" Gak, kok. Kamu hati-hati ya, sampai di Indonesia hubungi aku."


" Siap, my love. Terimakasih kamu sudah mengerti."


" Itu memang yang seharusnya aku lakukan, kamu jaga kesehatan disana. Jangan kerja terus, nanti sakit."

__ADS_1


" Iya, bawel." Kata Reyan, kemudian mencium kening istrinya.


Setelah melepaskan kepergian suami dan anak-anaknya, Resa merasa ada perasaan sedih. Padahal, mereka akan berpisah tidak akan lama. Namun tetap saja, dirinya akan merindukan ketiga orang itu, apalagi Reyan. Sekarang, Resa merasa dirinya sudah jatuh cinta kepada Reyan. Laki-laki itu memang sering membuat dirinya luluh, namun baru beberapa bulan ini dia menyadari dirinya sudah jatuh cinta kepada Reyan.


Resa masuk ke apartemennya, dimeja makan dia menemukan ada sepucuk surat berbentuk hati. Kemudian disamping surat itu, ada 1 buket bunga yang sangat indah. Dibukanya perlahan-lahan surat itu, yang sudah pasti dari Reyan.


***Dear my love,


Sayang, makasih ya sudah pengertian selama ini. Kamu sudah mau menerima, laki-laki yang bahkan pernah menikah dan punya anak. Mungkin diluar sana, aku tahu banyak yang menginginkan kamu jadi pasangan. Apalagi usia kamu masih sangat muda, cantik, dan cerdas. Aku beruntung bisa memiliki kamu. Jangan nakal disini ya!! I love you my wife.


Lovely,


Reyan Aditya Pratama***


Setelah membaca surat dari Reyan, Resa tersenyum bahagia. Kemudian, dia mengirimkan pesan untuk suaminya itu.


Resa: Terimakasih bunganya, hubby. Aku beruntung bisa memiliki kamu sebagai suamiku.



Resa kemudian tertidur dikamarnya, dia merasa kesepian saat ini. Namun itu tidak akan berlangsung lama, karena dia akan kembali ke Indonesia beberapa bulan kedepan.


Dibandara, Roni sudah menunggu kedatangan Reyan. Bagaimanapun, ia juga rindu dengan sahabat lamanya sekaligus bosnya itu. Tidak lama, orang yang ditunggu sudah datang dengan Miu.


" Iya. Lo sekarang agak beda deh."


" Iyalah, gue makin ganteng kan?"


" Pede banget lo, yang ada gue makin ganteng dan keren."


" Iya sih. Karena lo takutkan, Resa bakal berpaling dari lo."


Reyan nyengir mendengar kata-kata Roni, memang benar dia berusaha semaksimal mungkin tetap tampan. Karena dia tahu, saingannya muda-muda. Teman-teman kuliah Resa memang banyak yang menyukainya, padahal mereka tahu istrinya itu sudah menikah. Reyan sebenarnya tidak khawatir tentang kekayaannya dibandingkan mereka, tapi kalau masalah umur, dia pasti jauh lebih tua daripada mereka.


" Hallo, om." Kata Azel yang baru saja menyusul ayahnya, karena dia datang dari toilet.


" Azel?" kata Reyan tidak percaya, gadis itu semakin cantik kini. Apalagi usianya sudah bertambah dewasa, kecantikannya juga semakin nampak terlihat.


" Apa kabar, om?"


" Ba..baik,"


" Lo jangan macam-macam mau ngedeketin anak gue, awas lo!" kata Reyan membisikkan kata-kata itu ditelinga Roni. Dia tahu gelagat Doni, apabila laki-laki itu sedang menyukai seseorang. Roni meneguk Salivanya ketika mendengarkan ancaman Reyan.

__ADS_1


" Lo juga nikah sama remaja, bro."


" Beda. Resa kan sama gue emang cocok. Kalau lo sama anak gue, nanti dikira kakek sama cucunya."


" Lo jahat banget ya," balas Roni lagi. Mereka sejak tadi berbisik-bisik berdua, Azel hanya tersenyum melihat kelakuan daddynya dan Roni.


Azel sekarang memang semakin cantik, karena usianya juga sebentar lagi 18 tahun. Dia sering menanyakan bagaimana bisa secantik Resa.


" Mommy, bagaimana caranya supaya cantik kayak mommy?"


" Emang mommy cantik, Zel?" tanya Resa.


" Masa gak tahu sih? mommy itu gadis paling cantik yang pernah aku temui."


" Beneran?".


" Iya."


" Makasih loh. Tapi menurut mommy Azel lebih cantik."


" Ya enggaklah, mommy jauh lebih cantik."


Sejak Resa menjadi istri Reyan, Azel sebagai perempuan juga mengagumi kecantikan yang dimiliki mommynya itu. Dari dulu, ketika mereka jalan-jalan berdua, hampir setiap orang, terpesona dengan kecantikan yang dimiliki Resa.


" Daddy beruntung bisa punya kayak mommy, padahalkan Daddy kan tua."


" Daddy gak tua kok, lebih ke dewasa aja. Usia dia juga baru 35 kan."


" Sebentar lagi 36."


" Masih muda kan?"


" Iya sih, gak tua-tua banget."


" Lagian mommy bahagia kok nikah sama daddy Azel. Dia dewasa walaupun kadang manja, juga yang terpenting, mommy merasa dicintai sama daddy."


" Azel juga maunya nikah sama yang dewasa, Mommy Sa."


" Sama yang lebih dewasa?"


" Iya, kayak mommy sama daddy. Kan kalian jarak umurnya kan jauh."


Resa mengangguk, Azel sering mengikuti apapun yang dilakukan oleh mommynya itu. Dia seperti role model untuk dirinya. Kecantikan, kecerdasan, dan kedewasaannya membuat Azel sangat mengaguminya. Maka tidak mengagetkan, jika banyak laki-laki yang ingin menikahi Resa bahkan melamarnya dihadapan Reyan.

__ADS_1


__ADS_2