
Resa, Reyan, Azel, dan Miu menikmati cemilan yang sudah tersedia sambil menonton televisi. Mereka tengah mengobrol santai dan sesekali bercanda.
" Sayang, kamu lebih baik tidur lagi." Kata Resa kepada Reyan, dia tidak ingin suaminya itu sakit lagi.
" Masa aku tidur lagi ?" tanya Reyan, dia masih ingin bermanja-manjaan dengan istrinya. Mereka bertiga memang lagi mencari perhatian Resa.
" Kalau gak mau tidur, ya udah istirahat aja dikamar." Kata Resa lembut sambil mengusap pipi suaminya itu, tentu saja Reyan menurut dengan kata-kata istrinya itu.
Miu juga kembali kekamarnya, dia ingin beristirahat. Kini tinggallah Resa dan Azel disana. Resa sengaja membuat Reyan istirahat, karena ia tahu Azel ingin curhat sesuatu dengan dirinya.
" Mommy Sa, kita kekamar aku aja." Kata Azel, Resa mengangguk setuju. Lagi pula, sepertinya Azel tidak ingin daddynya tahu itu dulu. Mereka beriringan menuju kamar Azel, kemudian merebahkan diri diatas kasur.
" Azel mau curhat apa, sayang ?" tanya Resa mengarahkan pandangannya kepada Azel.
" Azel mau curhat sesuatu, tapi please jangan bilang daddy dulu ya."
" Okay, ada apa?" tanya Resa, dia semakin penasaran dengan cerita Azel.
" Mommy Sa, ada seseorang yang melamar aku."
" Siapa?"
" Om Roni," kata Azel membisikkan nama itu. Resa terlihat sangat terkejut, tapi dia berusaha tetap terlihat santai.
" Kapan Om Roni melamar Azel?"
" Sejak 2 hari yang lalu, Om Roni ingin segera melamar Azel kepada daddy."
" Azel cinta sama Om Roni?"
" Azel sih belum tahu, Mommy Sa. Kan mommy udah pengalaman nikah, Azel mau minta pendapat."
" Azel, kehidupan pernikahan itu tidak seperti di novel atau drama yang sangat indah. Kita juga harus menerima kekurangan pasangan, karena tentu saja terkadang banyak hal yang tidak kita ketahui tentang dirinya."
" Tapi pernikahan Mommy Sa dan Daddy sangat bahagia dan juga romantis."
" Itu karena Daddy Azel sangat pengertian dan juga romantis. Tapi, kita juga sebagai istri harus memahami keadaan suami. Apa Azel yakin akan menikah muda?"
" Iya, Mommy Sa. Azel sudah yakin."
" Baiklah, kapan Azel siap memberitahu hal ini kepada daddy dan Mama Tia?
__ADS_1
" Azel takut daddy marah."
" Mommy akan bantu Azel untuk bicara dengan daddy. Tapi sebelum itu, mommy mau ketemu dengan Om Roni terlebih dahulu. Bolehkan?"
" Tentu, makasih mommy."
" Sama-sama, sayang."
Resa meninggalkan kamar Azel dan menuju kamar Miu, dia melihat anak itu sedang belajar. Dihampirinya Miu, dan diusapnya rambut anak itu.
" Belajar apa, Miu?"
" Belajar matematika, mommy."
" Pintar anak mommy. Mau mommy bantu?"
" Tidak perlu mommy, Miu akan bisa kok."
" Semangat ya, sayang."
" Makasih, mommy."
Resa masuk kekamarnya, disana Reyan sedang tertidur pulas. Ditatapnya wajah suaminya itu lekat-lekat. Bahagia dan bersyukur, karena bisa memiliki seseorang seperti Reyan. Memang cinta tidak bisa dipaksakan, tapi cinta bisa tumbuh seiring waktu. Apalagi, sikap Reyan selama ini membuat Resa merasa menemukan laki-laki yang cocok untuk dirinya.
Resa merebahkan tubuhnya disamping Reyan, dan terus menatap wajah suaminya itu dengan senyuman. Diusapnya pipi Reyan dengan lembut. Kemudian, Resa membalikkan tubuhnya membelakangi Reyan. Saat itu, suaminya memeluk dirinya dari belakang. Resa membiarkan posisi mereka masih seperti itu.
" Jangan pergi lagi, sayang." Kata Reyan dengan lirih.
" Pergi kemana? aku disini kok."
" Maksudnya, jangan jauh-jauh dari aku. Aku mikirin kamu terus, aku takut kehilangan kamu."
" Kenapa takut?"
" Aku takut kamu jatuh cinta dengan laki-laki lain. Aku gak mau kehilangan kamu, jangan pergi."
Resa membalikkan tubuhnya kearah Reyan, dan menatap suaminya lekat-lekat. Reyan sangat sedih ketika harus kembali ke Indonesia tanpa Resa. Dia takut ada orang lain, yang akan mengejar cinta istrinya itu terus menerus.
Resa sebenarnya ingin mengatakan, bahwa selama dia sendiri di London. Banyak laki-laki yang berusaha mendekati dirinya, bahkan sampai nekat mengajaknya menikah. Itu hal yang biasa, Reyan juga tahu bahwa Resa selama ini selalu dikejar laki-laki. Padahal mereka tahu, dia sudah memiliki suami.
" Aku akan tetap disini untuk kamu dan anak-anak kita. Aku juga gak mau kehilangan kamu."
__ADS_1
" Aku cemburu, banyak laki-laki yang deketin kamu malah sampai ada yang berani melamar."
" Ngapain cemburu? kan aku istri kamu."
"Tapi aku takut kamu jatuh cinta dengan orang lain."
" Iya sih, kalau aku jatuh cinta dengan orang lain. Kamu ikhlas?" tanya Resa menahan tawa, melihat ekspresi Reyan. Dia hanya mengerjai suaminya yang cemburuan itu.
" Kamu beneran jatuh cinta sama cowok lain ?" tanya Reyan dengan nada kesal. Dia segera membelakangi istrinya, karena kesal dengan jawaban Resa. Bahkan selama ini, Reyan belum tahu pasti apakah Resa sudah mencintainya atau belum. Tapi sikap Resa yang dewasa, membuat Reyan nyaman walaupun istrinya itu belum jatuh cinta kepada dirinya.
" Menurut kamu aku sudah jatuh cinta?"
Tidak ada jawaban dari Reyan, sepertinya dia merajuk dengan Resa. Istrinya itu hanya tersenyum melihat tingkah Reyan. Dia sengaja mengerjai Reyan, karena laki-laki itu terlalu cemburuan.
Reyan penasaran dengan laki-laki yang sudah membuat istrinya jatuh cinta. Bagaimana sih perjuangan laki-laki itu jadi bisa membuat Resa jatuh cinta? dia kesal dan cemburu dengan penuturan dari istrinya itu.
" Hubby, kok gak jawab sih?" tetap saja, tidak ada jawaban dari Reyan.
" Ya udah aku tinggal." Kata Resa bangkit dari tempat tidur.
" Mau kemana?" tanya Reyan dengan ekspresi wajah yang menurut Resa sangat lucu.
" Mau pergi."
" Jadi kamu mau ninggalin aku dan anak-anak kita?" tanya Reyan yang masih tidak menyadari, Resa sengaja membuat dirinya cemburu. Dia sebenarnya kasihan dengan suaminya itu, tapi Resa tahu Reyan saat ini pura-pura masih sakit. Padahal, kondisinya sudah membaik dari tadi pagi.
Resa mengambil kopernya malam tadi, yang diletakkan dekat meja rias. Kemudian, dia membawa koper itu keluar kamar. Reyan mengira, istrinya itu benar-benar pergi meninggalkan dirinya.
" Jangan pergi." Kata Reyan yang tadi mengejar Resa, dia memeluk istrinya itu dari belakang.
" Kamu tega ninggalin aku dan anak-anak?"
Resa tersenyum melihat Reyan, entah kenapa suaminya sekarang semakin manja kepada dirinya.
" Siapa yang ninggalin sih?"
" Kamu, bawa koper lagi."
" Aku mau cuci pakaian kotor aku, hubby sayang. Gak ada ninggalin kemana-mana juga."
__ADS_1