Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 99 ~ Anak Kedua


__ADS_3

Saat ini Ken sedang daam perjalanan ke rumah sakit. Bukan menemui Michele yang sedang dirawat di sana, melainkan mengantar Ivan yang sedang membutuhkan penanganan khusus. Rupanya Ivan telah meminum minuman yang sudah dicampur dengan obat perang***g dengan dosis tinggi. Dan tubuh Ivan tidak kuat menerima obat itu, hingga akhirnya dokter yang memeriksanya tadi segera menyarankan untuk membawa Ivan ke rumah sakit.


Keadaan Ivan yang kini tertidur namun tidak nyenyak membuat Ken sangat khawatir. Pasalnya sejak tadi Ivan terus mengeluarkan keringat dingin, dan wajahnya memerah. Beruntungnya tadi dokter datang tepat waktu. Kalau tidak reaksi obat itu akan sangat berbahaya pada jantung Ivan. Walaupun tetap harus dibawa ke rumah sakit. Sedangkan Adel dibiarkan istirahat di dalam kamar hotel. Tentunya dengan pengawasan anak buah Ken.


“Aku tidak akan segan-segan membalas semua perbuatanmu.” Gumam Ken sambil mengepalkan tangannya.


Ken tahu semua itu sudah direncanakan oleh Aldo. Sayangnya obat yang sudah dipersiapkan dengan matang justru salah sasaran. Entah Ken harus bersyukur atau tidak. Karena dia tidak bisa membayangkan jika dirinyalah yang meminum obat itu dan melakukannya dengan Vanda.


**


Kini Ken sudah tiba di rumah sakit. Petugas rumah sakit sudah siap membawa Ivan menuju ruang pemeriksaan, setelah sebelumnya dokter yang memeriksanya tadi menghubungi pihak rumah sakit.


Ken berjalan lesu menuju ruang perawatan Ivan sambil menunggu hasil pemeriksaan dokter. pikirannya sangat kalut. Sampai dia melupakan anak istrinya yang sedang di rumah. akhirnya Ken mencoba menghubungi Michele. Namun belum sempat ia mengambil ponselnya, terdengar seruan seseorang.


“Ken!”


“Aiden? Kenapa kamu di sini?” tanya Ken bingung saat melihat Aiden berada di rumah sakit.


“Kenapa kamu ada di sini? bukannya Michele tidak dirawat di ruangan ini?” jawaban dari Aiden yang berupa pertanyaan semkain membuat Ken bingung.


“Apa maksud kamu, Aiden?” tanya Ken bingung.


“Oh astaga! Jangan bilang kalau kamu tidak tahu bahwa Michele sedang dirawat di sini? sedangkan aku di sini menemani istriku yang sedang melahirk-“


“Cepat katakan, dimana istriku sekarang? apa yang terjadi dengannya?” Potong Ken dengan cepat. Pria itu kalang kabut sekaligus panik saat mendengar kenyataan bahwa istrinya dirawat di rumah sakit.


Setelah Aiden memberitahu di ruangan mana Michele dirawat, Ken segera berlari menuju ruangan itu. bahkan ia sampai melupakan keadaan Ivan yang sedang dalam pemeriksaan dokter.

__ADS_1


**


Ken sudah berdiri di depan ruang perawatan Michele. Perasaan bersalah terus menghantui Ken. Bagaimana jika istrinya akan marah karena seharian ini tidak memberi kabar. Akhirnya Ken menarik nafas dalam sebelum membuka pintu itu.


Cklek


Ken melihat istrinya tengah tidur lelap dengan pergelangan tangan yang tertancap selang infus. Lalu di sofa yang tak jauh dari brankar, tampak Silvia tidur dengan posisi duduk.


Ken melangkah pelan lalu duduk di kursi yang dekat dengan brankar Michele. Waktu memang sudah larut malam. Ken tidak ingin membangunkan istrinya yang sedang tidur lelap.


Buliran bening dari mata Ken akhirnya lolos tanpa ia sadari. Dia sangat bersalah pada Michele. Sebenarnya apa yang terjadi dengan istrinya, sampai dilarikan ke rumah sakit. Memang Ken sempat melihat banyak sekali panggilan dan pesan masuk. Tapi dia tidak sempat membuka dan membacanya.


“Sayang, maafkan aku!” ucapnya dengan lirih sambil Mengenggam lembut jemari istrinya.


Michele merasa tangannya seperti ada yang menyentuh. Dia perlahan membuka matanya. ternyata di sampingnya ada seseorang yang sejak tadi ia tunggu-tunggu kedatangannya.


Ken mengusap sudut matanya yang basah lalu berhambur memeluk Michele dengan erat. Dia terus menggumamkan kata maaf pada Michele kalau sejak tadi mengabaikannya. Sedangkan Michele hanya tersenyum tipis karena hatinya sudah lega setelah mengetahui Ken baik-baik saja.


“Ken, lepas!” ucap Michele karena merasa sesak dengan pelukan Ken yang begitu erat. Namun Ken tidak peduli. Dia masih ingin menghirup aroma wangi tubuh istrinya yang sangat menenangkan.


“Ken, jangan seperti ini! kamu menyakiti anak kita.” Ucap Michele lagi. dan benar saja Ken langsung mengurai pelukannya dan menatap Michele dengan penuh keheranan.


“Anak kita? Apa maksud kamu, Sayang?”


Michele tersenyum. Dia tidak menjawab pertanyaan Ken, tapi justru menuntun tangan Ken dan meletakkannya tepat di atas perutnya yang masih rata.


“Di sini ada anak kita. Adiknya Tristan.” Ucap Michele.

__ADS_1


Ken masih diam termangu. Ucapan istrinya baru saja seperti mimpi. Lalu dia ingin memastikan, kalau baru saja Michele tidak sedang berbohong.


“Sayang, apa benar-“


“Iya. aku sedang hamil. Anak kedua kita. Apa kamu senang?”


Ken kembali memeluk Michele. Namun hanya sebentar, karena setelah itu ia menciumi perut rata istrinya dimana saat ini ada calon buah hatinya.


“Terima kasih, Sayang. Maafkan aku yang terlambat mengetahuinya.” Ucap Ken antara bahagia dan menyesal.


“Aku juga baru tahu tadi saat tiba-tiba pingsan waktu menemani Celine akan melahirkan. Bahkan usianya diperkirakan sudah tujuh minggu.” Ucap Michele.


Ken benar-benar bahagia. Dia tidak menyangka setelah bertemu dengan Michele dan Tristan, dan dalam waktu yang cukup singkat Tuhan memberikannya lagi kebahagiaan lagi dengan hadirnya anak kedua.


“Sudah malam, lebih baik kalian istirahat!” Tiba-tiba suara Silvia mengalihkan perhatian mereka berdua.


.


.


.


*TBC


Insyallah besok tamat ygy🙏🙏 Jangan lupa terus dukung karya othor meskipun ceritanya receh😁✌️


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2