
“Aku sangat merindukanmu, Ken!!” akhirnya tangis Michele pecah.
Cukup lama Michele memeluk erat tubuh Ken. Bahkan sejak tadi Ken juga ingin membalas pelukan itu, namun tangannya terasa kaku. Dia takut kecewa, karena telah memeluk seseorang yang sangat ia cintai sekaligus ia rindukan, namun kini sudah menjadi milik orang lain.
“Kamu jahat! Kamu tega membiarkan aku hidup berdua dengan Tristan.” Ucap Michele di sela-sela isakannya.
Deg
Ken terkejut mendengar pengakuan Michele. Apa maksud dari ucapan itu. tega meninggalkannya hidup berduaan. Akhirnya tangan Ken tergerak untuk mengurai pelukan itu dan menatap dalam mata Michele yang masih mengeluarkan air mata.
“Apa maksud ucapan kamu?” tanya Ken dengan wajah bingung.
“Kamu jahat! Kamu tega ninggalin aku dengan Tristan. Kamu kemana saja selama ini?” Michele kembali menangis. Namun kini tangannya sambil memukul-mukul dada Ken.
Ken masih berusaha mencerna ucapan Michele. Apakah benar anak kecil tadi adalah anaknya bersama Michele setelah melakukan hubungan badan hanya satu kali.
Ken benar-benar senang jika memang kenyataannya seperti itu. lalu ia menangkap kepalan tangan Michele dan memeluk tubuh wanitanya dengan erat.
“Maafkan aku. bukan maksud untuk meninggalkanmu. Semua itu ada alasannya. Dan setelah ini aku janji tidak akan pernah lagi meninggalkanmu.” Lirih Ken sambil mendekap erat Michele.
“Jangan aku saja, tapi Tristan juga.” protes Michele.
“Apakah kamu bisa menjelaskan semuanya? Apakah benar Tristan anakku?” tanya Ken memastikan.
Tok tok tok
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Ternyata Tristan sedang menangis dalam gendongan karyawan magang yang diminta Michele menjaga Tristan.
“Maaf, Bu. Tristan menangis mencari Bu Michele.”
Akhirnya Michele mengambil Tristan dari gendongan karyawannya. Setelah itu ia mengajak Ken pergi agar bisa bicara dengan leluasa.
__ADS_1
“Baiklah. Mana kunci mobil kamu? Aku akan memberitahu Adel agar kembali ke hotel lebih dulu.” Ucap Ken lalu keluar dari ruang meeting diikuti oleh Michele yang sedang menggendong Tristan.
Entah kemana mereka berdua pergi. Namun yang pasti saat ini Tristan sudah tertidur di pangkuan Mamanya. Lalu Ken menghentikan mobilnya di tepi danau yang terlihat tidak begitu ramai.
“Kamu pasti capek, pindahkan dia ke kursi belakang!” Saran Ken dan disetujui oleh Michele.
“Sekarang ceritakan semuanya padaku.” pinta Ken dengan memegang lembut tangan Michele.
#Flashback On
Belum sempat mencoba gaun pengantinya, Michele sudah dilarikan ke rumah sakit oleh Noah. Karena wajah Michele semakin pucat dan takut terjadi sesuatu yang tidak banyak orang ketahui.
Dan ternyata benar. Noah sangat terkejut saat dokter memberikan ucapan selamat atas kehamilan Michele. Yang jelas itu bukanlah hasil perbuatannya. Dan sialnya lagi ucapan dokter itu didengar oleh kedua orang tua Noah dan Michele yang baru saja sampai rumah sakit setelah mendapat kabar dari Noah.
“Aku akan membatalkan pernikahan ini. aku juga akan memutus kerjasama kita.” Ucap Aldo berapi-api.
Papa Noah jelas tidak terima kalau calon menantunya saat ini tengah berbadan dua. Apalagi bisa dipastikan kalau bukan perbuatan anaknya.
Plakkk
“Papa tidak sudi mempunyai menantu murahan seperti dia!” Aldo menampar putranya sendiri lalu mengajaknya pulang meninggalkan rumah sakit.
Silvia dan Xander yang masih terkejut dengan kabar kehamilan Michele, mereka berdua mematung dan tidak bereaksi apapun saat anak sulungnya disebut wanita murahan. Ingin membalaspun Aldo berserta istri anaknya sudah pergi meninggalakan rumah sakit.
Shhh…
Xander memegang dadanya yang tiba-tiba terasa nyeri dan amat sakit. Namun ia berusaha tetap tenang. Sedangkan Silvia sangat panik melihat keadaan suaminya yang hampir jatuh.
“Kita duduk dulu!” ajak Silvia, namun Xander menolak.
“Aku ingin melihat keadaan Michele.” Ucap Xander dengan lirih.
__ADS_1
“Aku tidak akan mengajak kamu melihat Michele kalau kamu akan memarahi dia.” Tolak Silvia yang seakan tahu yang akan dilakukan oleh suaminya.
“Aku janji.”
*
Michele membuang muka saat melihat kedatangan kedua orang tuanya. Jelas dia tahu keadaannya sekarang tengah hamil. Selain diberitahu oleh perawat, Michele sebelumnya memang sengaja melakukan itu semua.
Saat dia mendengar ucapan Papanya yang ingin membuat Ken pergi jauh dari negara ini, di saat itulah Michele menemui Ken untuk terakhir kalinya dan melakukan hubungan badan. Setelah itu Michele rajin mengkonsumsi obat penyubur kandungan. Setidaknya jika memang Papanya membuat Ken pergi jauh, dengan adanya janin dalam kandungannya sama halnya membawa separuh jiwa Ken.
Dan kenyataannya benar dirinya kini hamil anak Ken, pria yang sangat dia cintai. Namun ada rasa bersalah dalam dirinya, mengingat kondisi kesehatan Papanya sedang tiddak baik-baik saja.
“Sayang, bagaimana keadaan kamu?” tanya Silvia.
Xander melangkah mendekati brankar Michele, lalu mengusap lembut kepala anak sulungnya. Pria itu menatap sendu wajah Michele yang masih membuang muka karena takut.
“Katakan pada Papa, siapa ayah dari janin di kandunganmu itu?” tanya Xander.
Sama sekali tidak terdengar suara kemarahan dari pria paruh baya itu. dan membuat Michele langsung menoleh ke arah Papanya.
“Maafkan Michele, Pa!” Tangis Michele pecah dan memeluk Papanya meminta maaf.
“Siapa ayah dari cucu Papa itu? Papa akan mencari dan memintanya untuk bertanggung jawab.” Ucap Xander dan membuat Michele dan Silvia tercengang.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️