
Hari ini tampak Michele sedang duduk seorang diri di balkon kamarnya. Hatinya sungguh sakit saat tak mendapatkan kabar dari pria yang sangat ia cintainya. Sudah seminggu yang lalu, lebih tepatnya setelah kepulangan Papanya dari rumah sakit, Michele menyuruh orang untuk mencari Ken, namun tidak membuahkan hasil.
Terlebih dua minggu lagi akan menikah dengan pria yang sama sekali tidak ia cintai. Ya, dengan terpaksa Michele menerima lamaran Noah.
#Flashback On
Saat itu, setelah keluarga Noah pulang dari rumah sakit menjenguk Papanya, Michele melayangkan protesnya untuk menolak pertunangan yang akan dilangsungkan setelah Xander pulang dari rumah sakit.
Michele sudah mengatakan kalau ia tidak mau menikah dengan pria manapun kecuali Ken. Silvia juga bisa tahu bagaimana perasaan Michele terhadap Ken. Namun melihat wajah pucat suaminya, ia tidak tega mengajak berdebat. Apalagi saat Michele menunjukkan aksi protesnya dengan amarah yang menggebu-gebu, tiba-tiba saja wajah Xander semakin pucat. Ditambah lagi pria itu terus memegangi dadanya yang terasa sangat nyeri.
Michele mengira kalau Papanya hanya acting agar ia mau menurut. Namun setelah mendapat pemeriksaan dari dokter, ada kabar yang sangat mengejutkan buat Michele dan juga Silvia tentunya.
Menurut hasil pemeriksaan dokter, Xander terkena serangan jantung. Dokter juga baru bisa mendeteksinya hari itu juga saat Xander terus merasakan sakit pada dadanya. Bahkan sudah lama sekali Xander merasakan sakit itu. mungkin selama itu dia berusaha menahan dan mengabaikan rasa sakit itu.
Silvia terus menangis di samping suaminya. jelas ia tidak mau membuat penyakit Xander semakin parah. apalagi dia teringat dengan penyakit mantan bosnya dulu, yang menyembunyikan penyakitnya sampai akhirnya meninggal tanpa seorang pun yang tahu dengan penyakit yang diderita.
Setelah mendengar kabar penyakit Papanya, Michele juga tak kuasa menahan kesedihannya. Ia memutuskan untuk keluar dari ruangan Papanya. Dan tak lama kemudian diikuti oleh Mamanya, karena Xander ingin bicara langsung dengan dirinya.
“Michele, maafkan Papa yang selama ini mungkin kamu anggap bukan seorang ayah baik buat kamu dan juga Celine. Papa akui kalau Papa ini sangat egois. Mungkin penyakit ini adalah teguran dai Tuhan untuk Papa.”
Michele menangis sambil memeluk Papanya. Rasanya tidak pantas seorang ayah meminta maaf pada anaknya. justru dirinyalah yang banyak membuat salah pada orang tuanya. Dan harusnya patuh terhadap perintah orang tuanya.
“Papa jangan bilang seperti itu. maafkan Michele yang selama ini memberi beban berat pada Papa. Michele janji akan menuruti semua keinginan Papa asal Papa mau berobat dan semangat untuk sembuh.”
__ADS_1
Xander tidak menyahut ucapan Michele. Pria itu hanya mengusap lembut kepala putri sulungnya. Dan tiba-tiba saja nafasnya sangat sesak hingga akhirnya Xander pingsan.
#Flashback Off
Cukup lama duduk termenung dengan air mata yang berlinang. Tiba-tiba saja terdengar suara ketukan pintu dari luar. Dan tanpa disuruh masuk, si pengetuk pintu itu masuk begitu saja.
“Kakak!!” teriak seorang perempuan yang berusia dua puluh tiga tahun yang tak lain adalah Celine. Adik kandung satu-satunya Michele.
Michele terkejut sekaligus baru ingat kalau hari ini Celine akan pulang untuk menghadiri acara pernikahan kakaknya. Bahkan Celni juga tidak tahu menahu tentang kondisi kesehatan Papanya saat ini.
Michele memeluk erat Celine dan menciumnya berkali-kali. Ia sungguh sangat merindukan adiknya yang sudah lama memilih tinggal di luar negeri setelah lulus kuliah dua tahun yang lalu.
Sedangkan Celine yang mendengar suara isak tangis kakaknya merasa tangis itu bukan sekadar tangis kerinduan, melainkan ada hal lain yang sedang ditutupi oleh kakaknya itu.
“Kakak baik-baik saja. bagaimana kabarmu? Apa kamu sudah bertemu Mama dan Papa?”
“Aku baik, Kak. Aku sudah bertemu Mama dan Papa. Tadi kebetulan di bawah sepertinya ada calon kakak iparku. Dan Mama memintaku untuk memanggil Kakak, katnya akan fitting baju pengantin.” Jawab Celine.
Michele memaksakan senyum. Sebenarnya hari ini ia sangat malas untuk pergi. Apalagi akhir-akhir ini badannya sering lelah dan kepalanya juga tiba-tiba pusing.
“Ayo kita turun, Kak! Kasihan calon kakak iparku menunggu lama.” Ajak Celine sambil mengerlingkan matanya.
Tak lama kemudian Michele dan Celine turun. Benar saja di bawah sudah tampak Noah menunggunya. Pria itu tersenyum hangat melihat calon istrinya. Namun sayangnya Michele tak membalas senyuman itu.
Noah sebenarnya tahu kalau Michele tidak mencintainya. Namun dia sangat yakin seiring berjalannya waktu perempuan itu bisa mencintainya. Bahkan ia rela berubah seperti sekarang ini hanya karena Michele.
__ADS_1
“Lebih baik kalian pergi sekarang saja. kasihan Noah sudah sejak tadi menunggu.” Ucap Silvia.
Setelah itu Noah berpamitan dan segera mengajak Michele pergi ke butik untuk fitting baju pengantin.
Selama dalam perjalanan, Michele seperti biasa. Ia selalu diam. akan bicara jika Noah yang bertanya. Dan Noah pun akan sabar menhadapi situasi seperti itu.
Sesampainya di butik, Noah mengajak Michele masuk. Di sana sudah ada tante Noah sudah menunggunya. Karena butik itu milik tantenya.
“Kamu kenapa, Chel?” tanya Noah terkejut saat tiba-tiba Michele hampir saja jatuh. Beruntungnya Noah menangkap tubuhnya dengan cepat.
“Aku nggak apa-apa. Kepalaku sedikit pusing.” jawab Michele dan berusaha lepas dari Noah yang masih memeluknya.
Noah sangat khawatir melihat wajah Michele yang tiba-tiba pucat. Namun sayangnya Michee tetap mengajaknya masuk ke butik. Sesampainya di dalam, Noah meminta air minum pada tantenya untuk diberikan pada Michele. Tante Noah juga terkejut saat melihat wajah calon istri keponakannya sangat pucat.
“Terima kaasih.” Jawab Michele setelah minum segelas air putih itu. namun saat Michele hendak berdiri, kepalanya kembali berputar-putar hingga akhirnya ia jatuh pingsan.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1