Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 82 ~ Seperti Tristan


__ADS_3

Sudah seminggu ini Michele resmi menyandang gelar istri seorang Ian Kendrick. Pria yang akrab disapa Ken dan dulunya adalah seorang OB di perusahaan Xander dimana Michele lah yang menjadi presdirnya.


Michele tidak menyangka kalau rencana Tuhan akan berakhir seindah ini. setelah dipisahkan cukup lama dengan pria yang telah membelenggunya, akhirnya kini ia bisa menjadi istri seorang Ken.


Semenjak menikah, Michele masih belum tahu apakah ia akan kembali ke perusahaan lagi atau tidak. Suaminya juga akan mengijinkan atau tidak. Karena mau bagaimanapun ia harus tetap menunggu ijin dari Ken jika mau kembali ke perusahaan. Celine juga selama ini menjabat sebagai presdir hanya sementara. Apalagi saat ini kondisi adiknya tengah hamil. Pasti sebentar lagi Aiden melarangnya untuk melakukan kegiatan kantor yang berlebihan.


Sedangkan Ken juga masih sibuk dengan kerjasamanya dengan perusahaan cabang milik mertuanya yang saat ini dipegang oleh Omnya yang tak lain Vano.


Meskipun sepenuhnya urusan itu diatasi oleh Adel, namun Ken juga masih ikut campur jikalau ada kendala yang dihadapi oleh Adel.


Rencana Ken setelah memutuskan untuk tinggal menetap di negara kelahirannya, ia akan membuka cabang baru perusahaannya di sini. sedangkan yang di luar negeri akan dipegang sepenuhnya oleh ayah angkatnya. Namun untuk saat ini ia lebih fokus melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan dan menjadi investor.


Banyak perusahaan yang berlomba-lomba ingin kerjasama dengan Ken, yang pastinya mereka akan mendapatkan keuntungan banyak. Mengingat pengaruh Ken saat ini sangat besar, apalagi dia termasuk dalam sepuluh besar pengusaha sukses tingkat dunia.


***


Malam ini Michele sedang menyiapkan makan malam bersama suami dan anaknya. kemarin kedua orang tua Ken sudah pulang. jadilah sekarang Michele hanya sendirian di rumah bersama Tristan.


Ken sebelumnya sudah mengatakan kalau ia akan mencari baby sitter untuk membantu istrinya menjaga Tristan. Namun karena kesibukannya, ia mungkin lupa atau belum sempat untuk mencari baby sitter.


Tak lama setelah selesai menyiapkan makan malam, di ruang tengah terdengar suara tawa Tristan. Padahal sejak tadi anak itu sibuk bermain sendiri. Itu tandanya ada seseorang yang baru datang dan ikut begabung dengan Tristan. Siapa lagi kalau bukan Papanya.


Michele tersenyum melihat suami dan anaknya sedang asyik bermain. Padahal Ken masih dengan setelan kerjanya dan baru saja datang.


“Aku akan siapkan air hangat dulu, setelah itu kamu mandi dan kita makan malam bersama.” Ucap Michele menghentikan Ken yang sedang bermain robot-robotan bersama Tristan.


Ken berdiri dan menghampiri istrinya. Pria itu memeluk sekilas dan meninggalkan kecupan singkat di kening Michele.


“Terima kasih. Maaf hari ini aku sangat sibuk.” Ucap Ken.

__ADS_1


“Nggak apa-apa. Ya sudah aku naik dulu.”


Setelah Michele pergi untuk menyiapkan air hangat untuknya mandi, Ken kembali menemani Tristan yang sedang bermain. Rasa lelah yang ia rasakan setelah seharian bergelut dengan pekerjaan, kini rasa lelah itu hilang begitu saja saat melihat istri dan anaknya.


Ken melihat ada pembantunya yang kebetulan lewat di depannya. Ia pun meminta agar menemani Tristan sebentar, karena ia akan membersihkan diri dulu.


Cklek


Ken memasuki kamarnya, ternyata Michele sedang sibuk berbicara melalui sambungan telepon. Pantas saja sejak tadi tak kunjung turun setelah menyiapkan air hangat.


Ken tak ingin menganggu istrinya yang sedang bertelepon dengan seseorang, akhirnya ia memilih masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Beberapa menit kemudian Ken sudah menyelesaikan ritual mandinya. Michele juga masih berada di dalam kamar sepertinya memang sengaja menunggu suaminya.


Ken memakai pakaian santai yang sudah disiapkan oleh istrinya.


“Baiklah. Ya sudah, ayo kita turun!” Ajak Ken kemudian.


***


Weekend pun tiba. Ken saat ini sedang bersiap peergi ke rumah mertuanya bersama istri dan anaknya. tidak banyak yang dibawa Michele, karena masih ada beberap bajunya yang tersimpan di kamar rumah orang tuanya. Ia hanya membawakan baju untuk Tristan dan suaminya saja.


Ken tiba di rumah Xander saat hari masih sore. Kebetulan memang semua orang sedang bersantai, termasuk Celine dan suaminya.


Suara teriakan Tristan dari luar sudah bisa didengar oleh seluruh penghuni rumah. Silvia pun bergegas menhampiri suara bocah kecil yang lucu dan menggemaskan itu.


“Tristan! Cucu Oma!” Silvia langsung menggendong Tristan dan menciumi pipinya yang gembul itu.


Ken dan Michele mencium tangan Mamanya dengan takzim. Setelah itu mengajak masuk ke ruang tengah dimana ada Xander, Celine dan Aiden.

__ADS_1


“Papa sehat?” tanya Michele dan langsung memeluk Xander.


Pria paruh baya itu hanya mengangguk dan tersenyum pada anak sulungnya. Lalu bergantian memeluk menantunya.


Sebenarnya ada rasa tidak rela pada diri Xander ditinggalkan anak sulungnya yang memilih tinggal bersama sang suami. namun dia juga tidak boleh egois. Asal ia melihat anaknya bahagia.


Xander bukan ingin membanding-bandingkan kasih sayang antara Michele dan Celine. Ya, walau dulu ia pernah mengatakan kalau lebih menyayangi Michele daripada Celine. Mungkin karena watak Celine adalah cerminan dirinya sendiri yang keras kepala dan susah diatur, dan berbeda dengan Michele yang meskipun kadang suka membantah, namun ia tetap menurut dengan Papanya. Jadi Xander lebih condong ke Michele daripada Celine.


Kini semuanya sudah berkumpul di ruang keluarga. Tristan sedang duduk di pangkuan Aiden. Anak itu memang selalu menggemaskan dan mudah akrab dengan orang yang jarang ia temui. Selain itu Aiden juga ingin memiliki anak seperti Tristan nantinya.


.


.


.


*TBC


Sepertinya ada yang sangat penasaran dengan kisah Aiden sama Celine. Baiklah, nanti othor kasih part cerita sedikit tentang AC (Aiden Celine)😂😂


Tapi maaf untuk besok jangan ditunggu ya, othor ijin libur sehari🙏🙏 sampai jumpa lusa🤗🤗😘😘


Happy Reading‼️


 


 


 

__ADS_1


__ADS_2