
Michele sangat tersentuh dengan ucapan dan tindakan Ken. Ternyata Ken lah pria yang ia cari selama ini. pria yang akan mencintainya dengan tulus tanpa melihat fisiknya yang sempurna.
“Ehm, terima kasih.” Hanya itu yang bisa Michele ucapkan.
“Mulai sekarang gantilah pakaian kamu dengan pakaian yang enak dilihat semua orang. Kamu tahu sejak pertemuan pertama kita dulu, mataku benar-benar sakit saat melihat pakaian yang kamu kenakan.”
“Sakit?” tanya Michele bingung.
“Iya. aku ini pria normal. Siapapun pasti akan membayangkan yang tidak-tidak saat melihat keindahan tubuh kamu. Maaf, dulu aku mengira kalau kamu adalah simpanan pria hidung belang.” Ucap Ken dengan jujur. Dan hal itu berhasil membuat Michele kesal.
“Maaf. Karena aku melihat dari caramu berpakaian. Dan Tuan Xander saat itu aku kira adalah sugar daddy kamu.” Lanjut Ken.
Michele terbahak mendengar ucapan Ken baru saja. pantas saja dia juga merasa aneh saat bertemu dengan Ken dulu. Pria itu selalu menghindar. Apalagi dirinya selalu mengenakan pakaian sek si.
“Baiklah. Maafkan aku! aku janji akan mengubah penampilanku mulai dari sekarang.” jawab Michele.
Setelah itu Ken meminta ijin pada Michele untuk melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Michele sendiri yang masih santai, ia terus memandangi sang kekasih yang sedang sibuk membersihkan ruangan sambil sesekali mengajaknya ngobrol.
Michele tak henti-hentinya tersenyum saat menatap Ken sedang fokus dengan kegiatannya. Menurutnya, Ken adalah pria baik hati dan sangat peduli. Namun sayangnya pria itu adalah seorang pembunuh berdarah dingin.
Michele sadar kalau Ken melakukan pekerjaan keji itu karena ada alasannya. Namun tetap saja baginya alasan apapun itu tidak bisa dibenarkan dengan menjadi seorang pembunuh. Dan Michele bertekat akan membuat Ken berhenti dari pekerjaan keji itu. walau ia belum tahu bagaimana caranya dan apa dampaknya buat hubungannya ke depan.
Beberapa saat kemudian Ken sudah selesai membersihkan ruangan Michele. Pria itu segera pamit keluar dan meninggalkan Michele. Sebenarnya Michele ingin selalu ditemani oleh kekasihnya itu. tapi dia sadar dengan posisinya saat ini. pasti akan ada yang mencurigaainya.
Ken keluar dari ruangan Michele dan tanpa sengaja berpapasan dengan Ivan yang baru saja datang. Pria itu menunduk hormat pada asisten kekasihnya.
__ADS_1
“Ian!” Panggil Ivan.
“Ehm, apakah kemarin malam kamu sedang berada di bandara? Kebetulan aku kemarin sedang mengantar sepupuku dan tanpa sengaja bertemu seseorang yang sangat mirip denganmu.” Tanya Ivan.
“Tidak, Tuan. Saya kemarin tidak pergi kemana-mana.” Jawab Ken.
“Ooo iya juga sih. Tidak mungkin juga kamu mempunyai mobil sport mewah. Mungkin orang kemarin kebetulan mirip dengan kamu.” Ucap Ivan lalu melenggang masuk ke ruangannya meninggalkan Ken.
Ken bernafas lega saat bisa menjawab pertanyaan Ivan dengan tenang. Setelah ini ia akan berhati-hati jika keluar kemana pun, supaya tidak seorang pun yang mengetahui identitasnya.
Seperti biasa, Ken akan terus standby di pantry sambil menunggu perintah atasannya sekaligus kekasihnya. Dan setelah tadi pagi membuatkan teh hijau untuk Michele, Ken hanya diam dan duduk di pantry. Namun tanpa ada yang mengetahui, Ken juga sibuk dengan pekerjaannya. Sesekali ia membalas pesan penting dari Adel mengenai perusahaan. Dan juga selalu mencari informasi mengenai pembunuhan adiknya beberapa tahun silam.
Ken tidak pernah menyerah untuk terus mencari informasi tentang pembunuhan Angel. Meskipun sampai saat ini ia sama sekali belum menemukan sebuah petunjuk. Orang yang membunuh Angel sepertinya memang bukan orang sembarangan, dan sangat cerdik dibandingkan dirinya yang telah lama menjadi pembunuh bayaran tanpa meninggalkan jejak.
Tiba-tiba ada pesan masuk ke ponselnya. Dan pesan itu adalah dari Michele. Ken mengerutkan keningnya saat melihat pengirim pesan itu adalah Michele. Biasanya perempuan itu akan langsung meneleponnya jika butuh sesuatu. Tapi kenapa sekarang justru mengirim pesan.
Ken membuka pesan itu dan ternyata berisi foto Michele yang tengan meletakkan kepalanya di atas meja dengan mimik wajah cemberut. Lalu di foto itu terdapat tulisan. “Kurang bersemangat kalau tidak ditemani pujaan hati.”
Ken menggelengkan kepalanya sambil tersenyum saat membaca kutipan dari foto Michele itu. ada-ada saja kelakuan perempuan cantik dan manja itu. tanpa banyak membalas pesannya, Ken segera beranjak dan menuju ruangan presdir.
Cklek
“Ada yang bisa saya bantu, Nona?” goda Ken lalu melangkah masuk ke menghampiri Michele.
Michele sangat terkejut sekaligus senang. Dia langsung menyambut Ken dengan memeluk pria itu dengan erat. Tindakan Michele itu sangat berlebihan. Seperti seseorang yang sudah lama menjalani hubungan jarak jauh dan baru bertemu. Padahal mereka hanya terpisah beberapa jam saja.
__ADS_1
“Jangan seperti ini! bagaimana kalau ada yang tiba-tiba masuk?” Ken melepas pelukan Michele dengan pelan, namun posisinya masih berhadapan.
“Aku sangat merindukan kamu, Ken.” Jawab Michele dengan suara manjanya.
“Kamu ini lucu sekali, Chel! Kita baru saja bertemu dan tempat kita juga hanya berjarak beberapa meter saja.” sahut Ken dengan mencubit gemas pipi Michele.
“Aduuhhh!! Sakit tahu!” Michele pura-pura sakit, lalu kembali memeluk Ken dengan erat.
Michele merasa sangat nyaman saat memeluk tubuh Ken. Apalagi mencium wangi tubuh Ken membuatnya seolah ingin terus bersamanya. Namun lagi-lagi Michele harus bersabar dan menyembuyikan hubungannya dengan pria yang berstatus sebagai OB-nya itu.
Begitu juga dengan Ken. Dia juga merasakan hal yang sama dengan Michele. Entah kenapa dekat dengan Michele seperti memiliki magnet tersendiri dari tubuhnya. Padahal sebelumnya ia sama sekali tidak pernah menjalin sebuah hubungan, ataupun dekat dengan perempuan.
Cklek
“Apa yang kalian lakukan?”
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1