
Kini Michele sudah pulang ke rumah bersama kedua orang tuanya. Keadaannya sudah membaik. Dokter hanya memberikan beberapa vitamin saja dan memintanya agar tidak terlalu capek.
Hal utama yang dilakukan Xander setelah mendengar kabar kehamilan anaknya adalah menyelesaikan masalahnya dengan Aldo. Dia harus meminta maaf atas kejadian tak terduga itu. dia sudah siap menanggung semua kerugian yang dialami oleh Aldo khususnya Noah. Setelah urusannya dengan keluarga Aldo beres, Xander akan mencari keberadaan Ken agar mempertanggungjawabkan kehamilan Michele.
Ternyata keluarga Aldo terlanjur sakit hati dengan Xander. Pria iatu masih tidak terima dengan kabar batalnya pernikahan Noah dan Michele. Apalagi undangan dari pihak Aldo sudah menyebar lebih dulu. Hingga akhirnya pria itu tidak mau menanggung malu sendiri. Dan Aldo menyebarluaskan tentang kehamilan Michele dengan pria lain dan menghianati anak satu-satunya.
Sontak saja kabar mengejutkan itu membuat Xander kembali terkena serangan jantung. Dia harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.
Pada masa-masa itu keadaan keluarga Xander benar-benar kacau. Apalagi berdampak pada perusahaan. Michele yang tengah hamil muda pun berusaha menguatkan diri dengan cobaan yang menimpa keluarganya.
Di sini Silvia yang menjadi serba kerepotan. Suaminya sedang sakit, ditambah lagi dia tidak mau terjadi apa-apa dengan kandungan Michele. Akhirnya Silvia terpaksa menghubungi putri bungsunya yaitu Celine agar pulang dan membantu mengurus perusahaan untuk sementara waktu.
“Ma, maafkan Michele! Semua ini terjadi gara-gara Michele.” Ucap Michele saat duduk di depan ruang perawatan Xander.
“Jangan menyalahkan diri sendiri, Sayang! Memang jalannya sudah seperti ini.” Silvia memeluk erat Michele.
Setelah dirawat kurang lebih selama seminggu, akhirnya Xander sudah diperbolehkan pulang. keadaannya juga sudah membaik. Celine juga sudah pulang dan akan mengurus perusahaan Papanya, meskipun ilmunya masih minim.
Saat keadaan Xander sudah membaik, ia meminta seseorang untuk mencari keberadaan Ken. Dia tidak marah dengan pria itu. namun secepatnya ia harus menemukan Ken sebelum kandungan Michele semakin membesar.
Naamun sayang seribu sayang. Xander saat itu memang meminta Ken agar pergi jauh meninggalkan Michele dan menutup segala informasi mengenai keberadaannya. Dan sekarang terjadilah, dia sama sekali tidak bisa menemukan keberadaan Ken. Meskipun sudah meminta bantuan pada sahabatnya sekalipun.
Tidak hanya itu saja, isu miring mengenai kehamilan Michele di luar nikah masih menjadi perbincangan hangat di kalangan pembisnis yang sangat mengenal Xander maupun Michele.
Dengan kabar miring itu Michele tidak ingin membuat Papanya semakin malu dan berujung pada kesehatannya lagi. akhirnya Michele memilih untuk mengasingkan diri ke tempat tinggal Omnya yang berada di luar kota. Dengan begitu ia bisa menjalani masa kehamilannya dengan tenang, meskipun tanpa suami.
__ADS_1
Jelas saja Xander dan Silvia menolak keputusan itu. tapi itu yang terbaik untuk Michele.
“Bagaimana nanti kamu menjalani masa kehamilan itu tanpa hadirnya seorang suami, Sayang?” tanya Xander dengan mata berkaca-kaca.
“Michele janji akan baik-baik saja, Pa. anak ini pasti pintar dan kuat seperti Papanya.” Jawab Michele menahan kesedihannya.
“Tapi ada permintaan Michele saat tinggal di rumah Om Vano.”
“Apa, Sayang? Katakan saja, pasti Papa akan setujui.”
“Michele akan menjalani kehamilan ini dengan baik, asal Papa dan Mama tidak membenci dia.” Ucapnya terjeda sambil mengusap perutnya yang masih rata.
“Dan, jika suatu saat nanti Ken kembali, Michele minta agar Papa dan Mama juga jangan pernah membencinya. Michele sangat mencintainya.” Lanjutnya dengan air mata yang mulai mengalir karena tidak bisa ia tahan.
“Baiklah. Papa dan Mama janji. Kalaupun Ken akan kembali lagi menemui kamu, secepatnya kami akan merestui hubungan kalian.” ucap Xander setelah mengurai pelukannya.
Akhirnya Xander dan Silvia rela melepas kepergian Michele untuk tinggal di kediaman Vano. Dan dengan kedatangan Celine, Xander perlahan ikut membantu mengatasi kekacauan perusahaan. Tak jarang juga mereka akan berkunjung ke rumah Vano untuk melihat keadaan Michele.
Selama itu juga Xander tak henti-hentinya mencari kabar keeberadaan Ken. Tapi lagi-lagi masih belum menemukan titik terang. Hingga akhirnya Michele melahirkan seorang bayi laki-laki yang sangat tampan dan diberi nama Tristan.
Sejak kelahiran Tristan, Xander sudah menghentikan pencarian Ken. Hal itu karena permintaan Michele sendiri. Dia beralasan, cukup dengan hadirnya Tristan sudah seperti Ken ada di sampingnya.
#Flashback Off.
Ken benar-benar tidak menyangka mendengar semua cerita Michele. Ada rasa penyesalan dalam dirinya karena telah menutup informasi apapun dari keluarga Xander.
__ADS_1
“Maafkan aku. aku janji setelah ini akan menggantikan seluruh waktu yang telah kamu habiskan dengan Tristan. Aku akan selalu ada untuk kalian berdua.” Ucap Ken lalu memeluk erat tubuh Michele.
“Apakah kamu masih mencintaiku?” tanya Michele penuh selidik setelah mengurai pelukannya.
“Apa kamu lihat ada kebohongan di mataku?” Ken bertanya balik.
“Benarkah selama ini kamu tidak berhubungan dengan siapapun?” Michele kembali menodongkan pertanyaan tuduhan.
“Ingat, Ken! Tiga tahun kita tidak bertemu. Siapa tahu kamu sering menghabiskan waktu malammu dengan- ,hmmmpp”
Belum sempat Michele menyelsaikan kalimatnya, Ken langsung membungkam bibir wanitanya dan melu matnya dengan penuh kelembutan. Ken masih merasakan manis bibir Michele seperti dulu. Karena hanya dengan Michele lah dia melakukan itu semua. Begitu juga dengan Michele.
Keduanya sama-sama larut dalam pagu tan itu. rindu yang selama ini hanya tersampaikan melalui angin dan doa akhirnya terealisasi secara langsung pada objeknya. Mereka berdua sama-sama hanyut hingga tanpa sadar ada makhluk kecil di belakang mereka yang entah sejak kapan mengedip-ngedipkan matanya saat melihat dua orang dewasa di hadapannya sedang bercumb* mesra.
“Mama… mama… mama!”
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1