Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 76 ~ Menikahi Anakku


__ADS_3

Kedua pria yang pernah berseteru itu saling menatap tajam. Khusunya Ken. Dia juga heran kenapa Aiden bisa berada di rumah orang tua Michele? Bukankah pria itu termasuk mendiang Papanya pernah mempunyai niatan buruk terhadap Xander.


Berbeda dengan Aiden. Meskipun awalnya ia terkejut dan menatap tajam sosok yang telah membunuh Papanya, namun perlahan ia bisa bersikap tenang dan tersenyum pada Michele.


“Apa Mama dan Papa ada?” tanya Michele mengabaikan rasa ingin tahu Ken tentang keberadaan Aiden. Lantas ia menarik kopernya dan mengajak Ken masuk.


“Ada. Mama dan Papa di dalam.” Jawab Aiden sambil berjalan beriringan dengan Michele.


Ken semakin tidak mengerti. Apa yang telah terjadi selama tiga tahun ini. kenapa Aiden bisa berada di rumah orang tua Michele. Bahkan pria memanggil kedua orang tua Michele dengan sebutan Mama dan Papa.


“Sayang, pelan-pelan!” Aiden berjalan mendahului Michele saat seorang perempuan dengan perut buncit baru saja menuruni tangga.


“Kakak pulang?” Celine tampak terkejut melihat kakaknya berada di rumah. lalu tatapaannya tertuju pada pria asing yang sedang menggendong keponakannya.


“Iya. Mama dan Papa kemana?” Michele menjawabnya dengan pertanyaan. Ia ingin menemui kedua orang tuanya terlebih dulu daripada mengenalkan Ken pada Celine dan adik iparnya yang tak lain adalah Aiden.


Terdengar suara berisik di ruang tengah, Silvia dan Xander yang sejak tadi sedang santai di taman belakang pun akhirnya penasaran dengan apa yang sedang terjadi di dalam rumahnya.


“Michele!” silvia sangat terkejut dengan kepulangan putri sulungnya yang tanpa memberi kabar terlebih dulu. Begitu juga dengan Xander. Lalu tatapan kedua orang paruh baya itu tertuju pada sosok pria yang sedang menggendong cucu mereka.


Ken merasa canggung. Ia hanya mengangguk hormat pada Xander dan Silvia. Kemudian Michele mengajak seluruh keluarganya menuju ruang tengah.


Michele duduk di samping Ken. Sedangkan Tristan sudah direbahkan di sofa yang tak jauh darinya. Xander, Silvia, Celine dan juga Aiden sudah duduk di sana.


“Ma, Pa, perkenalkan dia Ken. Mungkin Michele belum pernah mengenalkannya pada kalian secara resmi. Dia adalah ayah kandung dari Tristan.” Ucap Michele membuka percakapan.

__ADS_1


Ken mengangguk dengan tersenyum. Silvia membalasnya dengan senyuman. Tapi tidak dengan Xander. Pria itu menatap Ken dengan tatapan yang sulit diartikan.


“Jadi, kapan kamu akan menikahi anakku?” tanya Xander tiba-tiba.


Pertanyaan Xander itu benar-benar di luar dugaan Ken. Dan ternyata benar apa yang dikatakan oleh Michele kalau orang tuanya pasti menyetujui hubungannya.


“Secepatnya, Tuan. Kedatangan saya kesini memang ingin mempersunting Michele. Sebelumnya saya minta maaf yang sedalam-dalamnya karena telah membuat kekacauan pada keluarga Tuan.” Jawab Ken.


“Sudahlah. Semua itu sudah berlalu. Aku senang akhirnya orang yang ditunggu-tunggu anakku datang juga. segera persiapkan pernikahan kalian. terserah kalian mau pernikahan dengan konsep apapun Papa akan ikut dengan keinginan kalian.”


Michele tersenyum lalu menoleh pada Ken. Kemudian menggenggam lembut tangan kekasihnya itu. sedangkan pasangan suami istri yang berada di ruangan itu juga ikut bahagia setelah mendengar kabar bahagia dari kakaknya.


Kemudian Michele mengenalkan Celine dan Aiden pada Ken. Mungkin sejak tadi Ken sangat penasaran dengan keberadaan Aiden di rumahnya. Lalu ia mengatakan kalau Aiden adalah suami dari adiknya. Otomatis sebentar lagi Aiden sebentar lagi akan menjadi adik ipar Ken juga. Ken sangat terkejut mendengarnya. Mungkin nanti ia akan meminta Michele menceritakan tentang Aiden.


Suasana yang sempat canggung kini perlahan mencair. Apalagi setelah Tristan bangun dari tidurnya. Anak itu selalu terlihat menggemaskan. Terlebih saat ia bangun sudah ada banyak orang di sekelilingnya dan memandanginya dengan tatapan heran. Padahal hanya ingin menggoda Tristan saja.


Ken pun segera menghampiri anaknya lalu menggendongnya. Sontak saja semua orang tertawa melihat tingkah lucu Tristan.


Cukup lama mereka berbincang-bincang santai. Hingga akhirnya Silvia mengajak semua anggota keluarganya termasuk Ken untuk makan siang bersama.


Ken berjalan paling belakang. Dan di sampingnya ada Aiden. Mereka berdua juga masih sama-sama canggung, mengingat kejadian masa lalu dimana keduanya saling membenci.


“Maafkan aku!” Aiden lebih dulu berkata.


“Hmm… lupakan saja. bukankah sebentar lagi kita akan menjadi saudara?” jawab Ken dengan santai.

__ADS_1


Aiden memaksa senyum pada Ken. Lalu ia mendahului Ken dan menyusul istrinya yang sudah menyiapkan makanan untuknya.


Suasana di ruang makan juga tampak hangat. Ken sangat bahagia bisa berkumpul bersama seperti ini. terlebih keberadaannya saat ini sudah dianggap oleh keluarga Michele. Michele sendiri juga sangat perhatian padanya. Perempuan itu tak segan-segan mengmabilkan makan untuk Ken, walau statusnyanya belum resmi menjadi pasangan suami istri.


Sebelumnya tadi Michele sudah menceritakan pada kedua orang tuanya kalau pertemuannya dengan Ken adalah melalui hubungan kerjasama dengan perusahaan Vano. Jelas perjanjian kerjasama itu tidak sebentar. Jadi bisa dipastikan kalau Ken akan tinggal lama di sini.


“Setelah ini Nak Ken bisa istirahat di kamar tamu, pasti sangat capek setelah perjalanan jauh.” Saran Silvia memberi solusi.


“Ehm, tidak perlu repot-repot Nyo-“


“Panggil Mama dan Papa, sebentar lagi kamu akan menjadi menantu kami.” Potong Silvia.


Ken akhirnya hanya mengangguk. Tak lama kemudian makan siang mereka selesai. Michele mengantar Ken masuk ke kamar tamu untuk beristirahat. Sedangkan penghuni rumah lainnya juga ada yang beristirahat, ada yang kembali bersantai.


“Istiarahatlah! Kamu pasti lelah.” Ucap Michele mempersilakan Ken masuk.


Ken pun masuk ke kamar, namun tiba-tiba tangannya menarik Michele agar ikut masuk ke dalam kamar berdua.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Sabar, Ken! Haduhhhhh🤦 kayak Readernya aja ga sabaran😂😂✌️


Happy Reading‼️


__ADS_2