
Seminggu lagi adalah hari ulang tahun Michele yang ke dua puluh enam. Saat perayaan ulang tahunnya nanti akan diadakan juga serah terima jabatan dimana Michele akan resmi menggantikan posisi sang Papa yaitu sebagai presdir.
Dan untuk mengawali jabatan barunya yang akan diresmikan minggu depan, Michele ingin menunjukkan kinerjanya pada Xander kalau ia mampu memegang jabatan itu. hari ini ia akan mengumpulkan semua karyawan perusahaan. Xander tidak tahu apa tujuan Michele mengumpulkan semua karyawannya, karena Michele tidak mengatakannya secara langsung.
Setelah mencari berbagai macam cara, akhirnya Michele mengikuti saran dari Ken untuk dilakukan tes urin dan tes darah pada semua karyawan perusahaan demi menangkap salah satu OB yang diketahui telah bertransaksi obat-obatan terlarang. Setelah kejadian tempo hari, Ken juga sering menjumpai temannya itu sedang nyab* di area toilet pria khusus OB. Hanya saja Ken tidak mengatakan pada Michele. Dia hanya menyarankan agar Michele melakukan tes kesehatan secara menyeluruh.
Demikian juga Michele. Ia tidak mungkin mengatakan pada Papanya dimana ia melihat secara langsung pria yang berstatus sebagai OB itu telah bertransaksi obat-obatan terlarang. Karena Michele menjumpainya di basecamp OB. Jadi ia tidak mau Papanya curiga, kenapa ia bisa sampai di basecamp OB.
Saat ini di aula kantor tampak ramai oleh seluruh karyawan. Mereka juga tidak mengerti alasannya disuruh kumpul di tempat ini. Ken juga berada di sana. Dia duduk di barisan para OB.
Tak lama kemudian Michele datang bersama Xander. Tak lupa juga Ivan, sang asisten berjalan di belakang mereka. Tidak hanya itu, di belakang Iva ternyata disusul oleh tiga orang berpakaian rapi. Mereka adalah dokter yang akan memeriksa urin dan darah semua karyawan Xander. Dan sesuai permintaan Michele, ketiga dokter itu tidak diperbolehkan memakai jas putih khas dokter, agar tidak membuat karyawan terkejut.
Kini Michele dan Xander sudah berada di depan para karyawan. Michele memberi kode pada bodyguard yang berjaga di pintu agar mengunci pintu dari luar tanpa diketahui orang-orang.
“Selamat pagi semuanya! Saya di sini mengumpulkan kalian semua untuk memberitahu hal penting.” Ucap Xander mengawali pertemuan itu.
“Sebelumnya saya di sini sebagai presdir mengucapkan banyak terima kasih atas kerja keras kalian selama bekerja di perusahaan saya. Namun, saya mohon maaf jika selama ini ada hal yang tidak sengaja saya lakukan dan membuat kalian kecewa. Hari ini adalah hari terakhir saya menjabat presdir di perusahaan ini. setelah ini posisi prtesdir akan digantikan oleh putri sulung saya yang tak lain adalah Michele Alexandria. Untuk lebih singkatnya, saya minta langsung pada Nona Michele untuk melanjutkannya.” Tutur Xander panjang lebar.
__ADS_1
Michele mengangguk hormat dengan mengulas senyuman yang ditujukan pada seluruh karyawan. Setelah itu ia memperkenalkan diri di hadapan orang-orang. Meskipun hampir semua karyawan sudah tahu kalau Michele adalah putri presdir, namun Michele tetap memperkenalkan dirinya.
Dari kursi karyawan dimana Ken saat ini sedang duduk, pria itu tersenyum melihat Michele yang begitu tegas berbicara di hadapan semua karyawan. Ken sangat salut dengan perempuan itu.
“Kenapa kamu senyum-senyum sendiri melihat Nona Michele?” bisik Zian menggoda.
“Siapa yang senyum-senyum sendiri. Aku hanya salut saja dengan sikap tegas presdir baru kita.” Jawab Ken beralasan.
“Ya sudah kalau begitu, asal jangan sampai jatuh cinta saja pada si Nona Presdir itu. meskipun kamu mempunyai wajah good looking, tapi ingat posisi.” Ucap Zian mengingatkan. Zian bicara seperti itu karena ia menaruh curiga pada Ken dan Michele. Saat itu tanpa sengaja ia melihat Michele baru saja keluar dari rumah Ken. Namun ia tidak berani menanyakannya langsung pada Ken. Jadi Zian hanya bisa mengingatkan sahabatnya saja.
Cukup lama Michele mengenalkan diri dan membacakan beberapa aturan baru yang telah ia buat untuk karyawan. Michele juga mengundang secara langsung pada semua karyawan tanpa terkecuali saat peresmian jabatannya minggu depan, sekaligus pesta perayaan ulang tahunnya.
“Dan yang terakhir, saya ingin semua karyawan di perusahaan ini keadaannya sehat semua. Maka dari itu, hari ini saya mengundang tiga dokter kesini untuk mengecek semua kesehatan kalian. Saya akan menindak tegas bagi siapapun yang terbukti tidak sehat, misalnya sedang menggunakan obat-obatan terlarang.” Ucap Michele dengan tatapan tajam dan serius.
Xander yang sejak tadi menyimak pembicaraan putrinya sangat salut. Ternyata ini tujuan utama Michele mengumpulkan semua karyawannya. Setelah itu Xander mempersilakan ketiga dokter itu untuk melakukan pengecekan kesehatan secara menyeluruh pada semua karyawannya. Dan satu per satu karyawan antre memasuki ruangan khusus yang telah disediakan.
Sementara itu seorang pria yang berstatus OB terlihat sangat cemas dibandingkan karyawan lainnya. Ia ingin sekali keluar melarikan diri, tapi sayangnya ada bodyguard yang tengah berjaga. Dan pintunya juga terkunci.
__ADS_1
“Kamu sakit, Roy?” tanya salah seorang yang melihat Roy seperti sedang ketakutan dan berkeringat dingin.
“Ah iya. Perutku sejak tadi pagi sakit. Aku ijin ke toilet sebentar ya.” Pamit Roy kemudian.
“Tunggu, Roy!” Roy menoleh saat ada seseorang yang memanggilnya.
“Aku juga mau ke toilet, bagaimana kalau kita ijin berdua?” tanya seseorang yang membuat Roy semakin panik. Niatnya ke toilet hanya untuk melarikan diri, namun sayangnya rencana itu akan gagal karena Ken akan ikut dengannya.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1