Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 83 ~ Track Record


__ADS_3

“Bagaimana kandunganmu, Lin?” tanya Michele yang saat ini tengah duduk di samping adiknya.


“Sehat, Kak. Tapi dokter menyarankan untuk tidak melakukan banyak aktivitas dulu.” Jawab Celine ambigu.


“Memangnya kenapa?” Michele memang selama seminggu ini jarang bertukar kabar dengan adiknya, apalagi semenjak menjadi istri Ken, dia sepertinya sibuk dengan kehidupan rumah tangganya.


“Beberapa hari yang lalu dia keluar flek karena kelelahan.” Sahut Aiden memberitahu.


Michele sangat shock mendengarnya. Usia kandungan Celine yang menginjak tujuh bulan dan keluar flek, menurutnya itu sangat berbahaya. Itu artinya selama ini Celine terlalu sibuk hingga menyebabkan kelelahan.


“Tapi semuanya baik-baik saja kok, Kak. Jangan khawatir!” pungkas Celine karena tidak tega melihat raut kesedihan kakaknya.


“Iya. tapi kamu tetap harus menjaganya dengan baik dan jangan banyak pikiran.” Ucap Michele sambil mengusap perut buncit Celine.


“Itulah alasannya Papa meminta kamu hari ini datang. ada hal penting yang ingin Papa sampaikan. Ini juga demi calon cucu Papa yang sedang dikandung adik kamu.” Ucap Xander.


“Kamu tahu sendiri kalau selama ini Celine hanya menjabat sebagai presdir sementara, karena menggantikan kamu. Itu pun kalau tidak dipaksa dulu, Celine tidak akan mau.” Xander menjeda kalimatnya lalu melirik anak bungsunya yang sedang mengerucutkan bibirnya.


“Jadi, apakah kamu sudah siap untuk kembali ke perusahaan, Chel? Pap tahu mungkin kamu masih butuh pertimbangan atau ijin dari suami kamu. Tapi Papa juga tidak membiarkan Celine bekerja lagi setelah kandungannya bermasalah.” Lanjutnya.


“Ehm, tapi Aiden kan bisa menggantikan Celine, Pa?” Michele mencoba bernego, karena ia masih belum berani meminta ijin pada suaminya. takut jika tidak diijinkan oleh Ken.

__ADS_1


“Adik ipar kamu itu juga sibuk dengan perusahaannya sendiri. Papa tidak memaksa kamu, tapi Papa hanya minta tolong pada suami kamu.”


Ken yang menjadi sasaran pembicaraan sontak saja terkejut mendengarnya. Apa maksud ucapan mertuanya tadi. Ken benar-benar tidak mengerti.


“Maksudnya minta tolong apa, Pa?” tanya Ken memberanikan diri.


“Papa minta kamu yang menjabat presdir mulai sekarang. ini bukan tawaran, melainkan keharusan. Apalagi anak Papa dua-duanya perempuan. Jadi kepada siapa lagi Papa akan menyerahkan tanggung jawab ini kalau bukan pada menantu-menantu Papa. Aiden sudah menolak, karena dia memang sibuk mengurus perusahaannya sendiri, jadi hanya kamu yang bisa Papa andalkan. Mungkin nanti jika urusan Aiden sudah selesai, kalian bisa saling bekerjasama menangani perusahaan Papa. Dan semua itu juga akan menjadi milik kalian semua.” Tutu Xander panjang lebar.


Sebenarnya Ken ingin menolak. Namun kenyataannya memang siapa lagi yang diharapkan oleh mertuanya yang memiliki dua anak perempuan. Kalau membiarkan istrinya kembali ke perusahaan seperti dulu, sepertinya Ken juga akan keberatan. Jadi lebih baik ia menyetujui permintaan mertuanya itu.


“Baik, Pa. Akan Ken usahakan yang terbaik untuk perusahaan Papa.” Jawab Ken akhirnya.


“Nah, gitu dong Kakak ipar. Dengan begitu aku bisa memiliki banyak waktu dengan suamiku.” Celetuk Celine.


Michele langsung menyentil kening adiknya. Dia merasa adiknya itu menggunakan kehamilannya sebagai alasan ingin mundur dari perusahaan agar bisa memiliki banyak waktu dengan suaminya. sedangkan Celine hanya mengusap keningnya sambil tersenyum tanpa dosa.


Suasana kembali hangat setelah pembicaraan yang cukup serius tadi. Silvia meminta ijin ke dapur untuk menyiapkan makan malam. lalu Michele pun mengikuti Mamanya dan memabantunya.


“Pa, Celine ke kamar dulu. Punggung Celine terasa kaku ingin istirahat sebentar.” Pamit Celine dan diikuti oleh suaminya.


“Hmm… awas jangan banyak tingkah! Ada cucu Papa di dalam perut kamu.” Ucap Xander seperti memberi ultimatum. Namun Celine sama sekali tak menanggapi ucapan Papanya.

__ADS_1


Sesampainya di kamar, Celine merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Memang punggungnya terasa kaku dan tidak kuat berlama-lama duduk. Sedangkan Aiden duduk di bibir ranjang sambil memijit kaki istrinya.


Tanpa diminta oleh Celine, Aiden selalu siaga memijit kaki istrinya. Pria itu benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat. Yang awalnya seorang cassanova, kini berubah total semenjak perjuangannya mendapatkan cinta Celine. Si perempuan angkuh dan keras kepala.


“Apa kamu bosan memperlakukan aku seperti ini?” tanya Celine tiba-tiba.


Aiden menghentikan tangannya yang sejak tadi sibuk memijit betis istrinya. Dia benar-benar tidak mengerti maksud ucapan Celine.


“Apa maksud kamu, Sayang?” tanya Aiden bingung.


“Apa kamu tidak bosan memperlakukan aku seperti ini? apa kamu tidak butuh kebebasan? Mungkin saja kamu ingin hang out dengan teman-teman kamu, aku akan mengijinkan kok.” Ucap Celine merasa tak enak. Karena semenjak menikah dengan Aiden, pria itu seperti tidak memiliki kebebasan lagi, padahal dirinya tidak pernah membatasinya.


“Sayang, jangan bilang seperti itu lagi. Semenjak aku mengenalmu sampai kita menikah dan akan memiliki anak, kamu sudah menjadi duniaku. Aku sama sekali tidak bosan memperlakukan kamu seperti ini. karena ini memang sudah menjadi tugas dan kewajibanku. Aku sangat mencintaimu dan calon anak kita.” Ucap Aiden dengan sungguh-sungguh.


“Terima kasih. Terima kasih sudah mau bersabar menghadapi semua sifat jelekku ini. Aku juga sangat mencintaimu.” Ucap Celine lalu mengusap sudut matanya yang sudah basah. dia teringat dengan perjuangan Aiden yang tidak mudah mendapatkan cintanya. Terlebih pria itu memiliki track record yang tidak baik.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2