Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 22 ~ Kado


__ADS_3

“Apa yang kamu lakukan di pantry, Chel?”


Degupan jantung yang masih Michele rasakan setelah ciuman panasnya dengan Ken kini berubah degupan khawatir sekaligus cemas saat mendapati Papanya sedang berdiri di hadapannya.


“Papa? Itu tadi aku hanya meminta Ian untuk membuatkan Michele kopi, Pa. karena sejak tadi Michele menghubunginya tidak juga mendapat jawaban.” Jawab Michele berusaha tenang.


Xander masih diam. entah apa yang sedang dalam benak pria paruh baya itu. sedangkan Michele sendiri takut jika Papanya curiga terhadapnya.


Cklek


Tiba-tiba saja pintu pantry terbuka dan muncullah sosok yang sejak tadi menari-nari dalam pikiran dan hati Michele. Pandangan Michele dan Xander pun kini beralih pada pria yang sedang membawa nampan. Michele sangat lega dengan kemunculan Ken yang membawa kopi untuknya.


“Permisi, Tuan, Nona!” ucap Ken dengan sopan.


“O iya, Ian tolong taruh saja kopi pesananku di meja.” Ucap Michele berbasa-basi. Ken pun hanya mengangguk, lalu ia masuk ke ruangan Michele.


“Ian, setelah ini datanglah ke ruangan saya. Ada yang ingin saya bicarakan sama kamu.” Ucap Xander menghentikan langkah Ken.


“Baik, Tuan.” Jawab Ken. Setelah itu Xander masuk kembali ke ruangannya, meninggalkan Michele.


Sebenarnya tadi Xander juga akan masuk ke pantry untuk menemaui Ken. Tapi justru ia bertemu dengan putrinya yang baru saja keluar dari sana.


Setelah kepergian Papanya, Michele dengan cepat masuk ke ruangannya dimana saat ini ada Ken di sana. Entah kenapa Michele sangat takut jika Papanya meminta Ken datang ke ruangannya untuk menanyakan apa yang ia lakukan di pantry tadi.


“Ken, kira-kira kenapa ya Papa memintamu datang ke ruangannya?” tanya Michele dengan cemas.


“Kamu jangan bilang apapun tentang kedekatan kita. Bilang saja kalau kita tidak ada hubungan apa-apa.” Lanjut Michele.

__ADS_1


“Memangnya kita ada hubungan apa?” Ken malah menggoda Michele, dan sontak membuat perempuan itu cemberut.


“Kalau Tuan Xander tahu semuanya dan aku dipecat bagaimana?” tanya Ken.


“Aku tidak akan membiarkan itu terjadi. Please, Ken jangan pernah tinggalkan aku.” ucap Michele dengan mata berkaca-kaca.


Ken terkejut mendengar permintaan Michele. Entah sejauh apa perasaan perempuan itu terhadapnya. Dirinya juga tidak tega melihat raut kesedihan Michele seperti itu. Lalu Ken mengusap air mata Michele yang mulai jatuh.


“Jangan menangis, Chel! Ingatlah posisi kita yang sangat berbeda jauh. Aku tidak mau kamu nantinya sakit hati.” Ucap Ken.


“Tidak. Permintaanku hanya satu, jangan pernah tinggalkan aku.” Michele tiba-tiba memeluk tubuh Ken dengan erat.


Ken juga ikut membalas pelukan itu. entah kenapa dia juga rasanya akan sulit jika nantinya akan meninggalkan Michele. Tapi memang kenyataannya tidak mungkin ia selamanya akan bersama Michele. Michele juga pastinya nanti akan sangat membencinya jika tahu siapa dirinya sebenarnya.


“Ya sudah, lanjutkan pekerjaan kamu. Aku akan ke ruangan Tuan Xander dulu.” Ucap Ken kemudian sambil mengacak rambut Michele.


**


“Ian!” panggil Xander setelah pria itu meletakkan lembaran kertas di atas meja.


“Iya, Tuan.” Jawab Ken.


“Tadi bodyguard yang membawa Roy mengatakan kalau saat di toilet kamu berusaha menghalangi Roy saat pria itu hendak melarikan diri. Itu artinya kamu sudah tahu kalau Roy memang mengkonsumsi bahkan mengedarkan obat-obatan terlarang itu. Karena dari hasil penyidikan polisi, Roy memang terbukti seorang pemakai sekaligus pengedar. Jadi sekarang jelaskan pada saya.” tutur Xander panjang lebar.


Ken sangat lega ternyata Xander hanya menanyakan tentang penangkapan Roy. Tadinya ia berpikir kalau Xander akan menanyakan tentang keberadaan Michele di dalam pantry. Karena Ken tadi juga sempat melihat Xander bertanya pada Michele setelah perempuan itu keluar dari pantry. Jadilah ia segera membuat kopi seolah memang Michele memintanya.


“Iya, Tuan. Sebelumnya memang saya pernah sekali menjumpai Roy sedang bersama seorang pria asing di dalam basecamp OB saat semua karyawan sudah pulang. Saya bersembunyi untuk mendengarkan pembicaraan Roy dengan pria asing itu yang sepertinya sedang bertransaksi suatu barang. Setelah itu saya lapor pada Nona Michele.” Terang Ken. Dia memang mengatakannya dengan jujur, namun Ken tidak ingin melibatkan Michele yang saat itu juga berada bersama dirinya.

__ADS_1


“Jujur saja saya juga sangat terkejut dengan tindakan Michele yang ingin melakukan tes kesehatan untuk semua karyawan. Ternyata itu tujuannya. Dan semua itu berawal dari laporan kamu. Saya mengucapkan banyak terima kasih padamu, Ian. Nanti saya akan meminta staf bagian gaji untuk memberi kamu bonus.” Ucap Xander.


“Tidak perlu, Tuan. Saya ikhlas melakukannya. Sama sekali tidak mengharap pamrih.” Tolak Ian dengan sopan.


“Baiklah sekarang kamu bisa lanjutkan pekerjaan kamu. Sekali lagi terima kasih.” Ucap Xander mengabaikan penolakan Ken. Pria itu akan tetap memberikan bonus pada Ken.


***


Pesta ulang tahun Michele sekaligus pengumuman resmi kenaikan jabatannya besok minggu akan digelar. Hari ini Ken mengajak Michele untuk bertemu sebentar, karena ia yakin kalau hari ini Michele sangat sibuk dengan persiapan pesta.


Saat ini mereka berdua sedang berada di sebuah taman yang tak jauh dari tempat tinggal Ken. Suasana taman juga tidak terlalu ramai. Mereka berdua duduk di sebuah gazebo yang ada di taman itu. lalu Ken memberikan sebuah kotak kecil yang sudah ia bungkus dengan kertas kado berwarna merah jambu.


“Selamat ulang tahun ya, Chel! Semoga semua harapan terbaikmu terkabul.” Ucap Ken dengan tulus.


“Kenapa kamu memberikannya sekarang? memangnya besok kamu tidak datang?” tanya Michele.


“Aku tetap datang. Tapi tidak mungkin aku memberikan kado ini di depan semua orang. Apalagi kedua orang tua kamu.” Jawab Ken dengan tersenyum tipis menatap Michele.


“Baiklah. Terima kasih banyak, Ken. Aku akan membukanya nanti setelah di rumah.” ucap Michele.


Setelah itu mereka berdua memutuskan untuk pulang ke rumah masing-masing.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2