
Ken sengaja mencari rumah sewa di sekitar tempat tinggal Hiro. Di tempat itulah dia akan menyusun rencana untuk menghabisi Hiro dan juga bosanya. Ken benar-benar terkejut saat mengetahui fakta bahwa kematian Papa dan Adiknya dilakukan oleh Hiro.
Beberapa hari yang lalu setelah mendengar pengakuan Hiro, Ken benar-benar ingin melampiaskan amarahnya saat itu juga. namun setelah itu ia urungkan. Rasanya tidak memuaskan jika menghabisi Hiro dalam keadaan mabuk. Apalagi ia belum mengetahui siapa orang yang menjadi dalang di balik pembunuhan itu.
Ken adalah pria yang cerdas dan pintar. Ia akan membalas semua perbuatan Hiro dengan tangannya sendiri tanpa bantuan siapapun.
“Papa, Mama, Angel, sebentar lagi Ken akan membalaskan dendam orang yang telah merenggut nyawa kalian. aku tidak akan memberi ampun mereka. Nyawa harus dibayar dengan nyawa.” Gumam Ken.
Sebelumnya menyusun rencana pembalasan dendamnya, Ken berusaha mencari informasi mengenai sepak terjang perusahaan Papanya semasa masih hidup dulu. Karena selama ini Ken tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk mengetahui bagaimana perkembangan perusahaan Papanya di masa lalu.
Klik
Ken berhasil menemukan informasi tentang perusahaan milik Papanya sewaktu ia masih kecil. Disana tertera sosok profil Papanya yang masih sangat muda dan tampan.
Danial Rex Magana. Seorang pengusaha sukses yang berhasil menduduki peringkat pertama dalam jajaran sepuluh besar pengusaha muda pada masanya. Sejak awal Magana memang terkenal seorang yang genius dalam bidang IT. Bahkan banyak perusahaan yang sering bekerjasama dengannya, lantaran Magana orangnya terkenal jujur. Tidak hanya itu, kecerdasannya di bidang IT membuat beberapa perusahaan meminta bantuan secara terang-terangan padanya untuk memberikan proteksi pada system keamanan, hingga aman dari gangguan hacker.
Ken disana juga membaca beberapa deretan pengusaha yang pernah bekerjasama dengan perusahaan Papanya. Diantaranya ada nama Barrack dan Alexander.
“Apakah yang dimaksud Alexander adalah Tuan Xander?” gumam Ken penasaran.
Setelah ditelusuri ternyata benar. Namun perusahaan Xander hanya melakukan kerjasam singkat saja, karena setelah itu dialihkan dengan perusahaan lain. Sedangkan dengan perusahaan milik Barrack, tidak terdapat informasi jelas.
Ken tidak ingin menuduh sembarangan. Kalau Xander memang pernah menjalin kerjsama dengan Papanya, namun hanya sebentar, tidak mungkin ada keterlibatan dengan kematian Papanya. Karena jaraknya sangat lama dengan hari kematian Papanya. Justru dengan Barrack lah Ken yang menaruh curiga.
__ADS_1
Setelah cukup menemukan informasi mengenai sepak terjang Papanya di dunia bisnis, Ken mencari informasi tentang Barrack. Ken menemukan sisi gelap perjalanan bisnis pria itu. ternyata sudah lama Barrack menjalankan bisnis perdagangan organ tubuh manusia. Pria sangat pintar menyembunyikan bisnis gelap itu. dan sepertinya kematiannya disebabkan oleh rekan kerjanya sendiri. Dan orang itulah yang menyuruhnya untuk membunuh Barrack melalui Hiro.
***
Sementara itu saat ini Xander tengah sibuk dengan pekerjaan kantornya. Meskipun ia sudah tidak menjabat sebagai presdir lagi, tetap saja pria itu memantau perusahaan dari rumah. sesekali akan datang ke kantor jika membutuhkan sesuatu.
Xander memijit kepalanya setelah mendapat email dari perusahaan Barrack yang saat ini dipimpin oleh Aiden. Disana tertera bahwa Aiden memutus perjanjian kontrak kerjasama. Dia juga berani membayar penalty yang sudah disepakati.
Xander heran kenapa Aiden memutus kerjasamanya. Semenjaka kejadian dimana Michele tertangkap basah dengan Ken, semenjak saat itu Xander kesulitan menghubungi Aiden. Pria itu seperti hilang ditelan bumi.
Xander pun berpikir tentang ucapan Michele saat itu mengenai Barrack. Benarkah pria itu sejak awal memiliki niatan buruk terhadapnya.
Cklek
Tiba-tiba saja Silvia membuka pintu ruangan kerja suaminya dengan membawa nampan berisi kopi. Meskipun Silvia masih kesal dengan suaminya, namun sama sekali tidak menyurutkan rasa peduli dan perhatiannya pada sang suami.
Silvia memilih duduk di sofa tak jauh dari tempat suaminya. setelah itu Xander pun ikut duduk bergabung dengan istrinya.
“Perusahaan Aiden memutuskan kontrak kerjasama dengan perusahaan kita.” Ucap Xander.
“Baguslah.” Sahut Silvia yang kini tengah fokus membaca majalah.
“Kenapa kamu bilang seperti itu. Apa kamu percaya dengan ucapan Michele tentang kabar yang belum tahu kepastiannya, apalagi dari OB gadungan itu?” tanya Xander tak terima melihat istrinya tampak membela anaknya.
__ADS_1
Setelah mengetahui informasi dari Michele mengenai masa lalu Barrack, semenjak saat itu Silvia tidak langsung memberitahukan Xander. Dia takut Xander akan marah dan salah paham. Silvia memiilih mencari informasi sendiri dan itu dari Tania. Namun Tania sama sekali tidak tahu mengenai niatan jahat mantan suaminya pada Xander. Wanita itu hanya tahu kalau mantan suaminya sangat terobsesi dengan Silvia.
“Memang awalnya aku tidak percaya. Dan sekarang aku akan memberitahu kamu fakta yang sebenarnya.”
“Apa maksud kamu?”
“Barrack adalah pria masa laluku yang sejak dulu sangat terobsesi denganku. Tentunya sebelum kita saling mengenal.”
“Nama asli Barrack adalah Rendy. Dia bahkan melakukan operasi plastic agar wajahnya tidak dikenali siapapun. Tujuan dia mendekatimu hanya untuk menghancurkanmu secara perlahan seelah itu merebutku dengan leluasa.”
“Kamu tahu darimana? Kenapa tidak bilang sejak awal?” Kesal Xander tak terima.
“Semua itu dari Michele. Dan Michele tahu dari Ian. Mau memberitahu kamu seperti apapun kamu tidak akan percaya, karena saat itu kamu sangat marah dengan Ian. Pastinya tidak akan percaya. Aku pun begitu. Akhirnya aku menanyakan langsung pada Tania. Ternyata benar. Sungguh aku sangat kasihan dengan Tania yang selama hidupnya tidak pernah dicintai sepenuh hati oleh suaminya.”
Xander mengepalkan kuat tangannya. Mau marah, kesal, ataupun balas dendam juga percuma. Karena Barrack sudah mati.
“Jadi apa yang dikatakan oleh Ian benar. Sebenarnya siapa pria itu? kenapa dia bisa tahu segalanya?”
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️