Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 87 ~ OMG!!


__ADS_3

Michele bergerak resah di atas suaminya. ingin sekali menghentikan ulah Ken, namun kedua pa*anya dicengkeram kuat oleh Ken. Pria itu benar-benar seperti kehausan saat menghisap dan mencecap bagian inti istrinya.


Michele sudah tidak sanggup lagi. tubuhnya memanas saat ada sesuatu yang bergejolak dalam dirinya dan ingin dikeluarkan. Namun ia merasa tak enak hati karena ada Ken di bawah sana.


“Keluarkan, Sayang!” titah Ken dan akhirnya Michele tak bisa menahannya lagi.


Semburan lava hangat itu keluar begitu saja dan otomatis mengenai wajah Ken yang masih betah berada di bawah sana. Michele segera melepas diri dengan tubuh yang sudah lemas dan bergetar. Dia benar-benar malu membuat suaminya kebasahan.


“Aku sangat menyukainya.” Ucap Ken lalu tanpa basa-basi meraup bibir istribya dengan sangat rakus.


Ken merubah posisinya di atas Michele. Dia tahu kalau saat ini Michele masih lemas, atau bahkan bagian intinya masih berkedut. Setelah itu Ken mengarahkan senjatanya yang sudah berdiri sejak tadi ke inti Michele yang masih basah itu.


Michele membulatkan matanya saat merasa ada benda tmpul menerobos begitu saja pada intinya. Terlebih bagian itu masih berkedut. Namun selanjutnya ia merasakan kenikmatan yang tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.


Kurang lebih selama dua jam mereka berbagi peluh di atas sofa yang berukuran besar itu. kini keduanya sama-sama terbaring tanpa busana dan saling berpelukan. Nafas Michele masih tersengal saat berada dalam pelukan suaminya.


“Maaf, membuatmu kelelahan.” Bisik Ken sambil mengecup bibir istrinya.


“Hmm… tidak masalah. Asal kamu senang dan puas.” Jawab Michele dengan senyuman.


Tak lama kemudian Ken memunguti bajunya serta baju Michele yang berserakan di lantai. Pria itu membatu Michele memakai bajunya, lalu menggendongnya menuju ranjang untuk segera tidur menemani Tristan.

__ADS_1


***


Seperti yang diucapkan Ken tempo hari mengenai kesanggupannya memegang perusahaan mertuanya, hari ini Ken mulai memasuki perusahaan itu. perusahaan yang dulunya juga tempat ia bekerja. Namun sebagai Office Boy. Dan kini dia datang kembali dengan jabatan yang paling tinggi di perusahaan itu. yaitu sebagai presdir.


Hari ini pula Xander meresmikan Ken, menantunya sebagai presdir di perusahaannya. Semua karyawan yang sudah tahu akan hal itu, khususnya mereka yang diundang saat pernikahan Ken dan Michele dulu sudah tidak terkejut lagi. namun berbeda dengan kalangan OB yang masih bekerja di perusahaan itu dan tentunya mengenal Ken. Mereka tidak menyangka kalau teman seperjuangannya dulu yang sama-sama seorang OB kini menjelma menjadi presdir perusahaan. Pantas mereka terkejut. Karena memang saat pernikahan Ken dan Michele, tidak semua karyawan diundang oleh Michele.


Ken yang masih sama dengan dulu. Pria itu selalu bersikap ramah terhadap siapapun. Bahkan pada temannya yang saat itu sama-sama menjadi OB.


Ken saat ini sedang berdiri di depan perkumpulan semua karyawan perusahaan. Dia ingin menyampaikan beberapa hal mengenai kepemimpinannya di perusahaan. Ken yang merupakan sosok yang selalu terlihat tenang, ia tidak ingin membuat karyawan tidak nyaman atas keberadaan dirinya. Namun tetap saja ia menunjukkan kewibawaannya sebagai seorang pemimpin yang selalu dihormati.


Semua karyawan bertepuk tangan saat Ken menutup sambutannya. Mereka merasa lega dan tidak tertekan meskipun belum tahu bagaimana kepemimpinan Ken ke depannya. Setidaknya ada hal beda yang mereka rasakan dibandingkan dengan presdir sebelumnya.


“Mulai sekarang Papa akan serahkan semuanya pada kamu. Dan Ivan tetap akan menjabat sebagai asisten presdir di perusahaan ini.” ucap Xander sambil menepuk bahu Ken.


“Baik, Pa. terima kasih Papa sudah mempercayakan semua ini pada Ken. Ken janji akan membuat perusahaan ini semakin maju.” Jawab Ken dengan yakin.


Xander mengangguk dan tersenyum pada menantunya. Dia sangat bangga dan percaya pada sosok menantunya yang satu ini. bukannya ingin membandingkan dengan Aiden, namun Xander memang sudah bisa melihat bagaimana kemampuan Ken selama ini.


“Baiklah, kalau begitu Papa pulang dulu. Selamat bekerja!” pamit Xander lalu meninggalkan anak dan menantunya.


Setelah Xander keluar dari ruangan presdir, kini hanya ada Michele dan Ken saja. sepasang suami istri itu saling melempar senyum. Khususnya Michele yang sangat bangga dengan jabatan baru suaminya.

__ADS_1


“Kamu masih ingat kalau dulu kamu lah yang duduk di kursi presdir ini?” tanya Ken sambil membelai lembut pipi istrinya.


“Tentunya masih ingat dengan jelas. Lalu ada seorang OB yang telah membelengguku dengan cintanya.” Jawab Michele.


“Apakah kamu ingin mengulang masa-masa itu di sini?” tanya Ken sambil mengerlingkan matanya.


Michele mendadak was-was. Dia khawatir kalau suaminya akan menerkamnya di ruangan ini. seperti yang pernah mereka lakukan dulu. Dan benar saja, Ken dengan cepat menarik tubuh Michele lalu ia hendak mencium bibir istrinya.


Cklek


“OMG!!!”


.


.


.


*TBC


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2