Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 75 ~ Pulang


__ADS_3

Ken langsung melepas pagutannya setelah mendengar suara anak kecil yang sepertinya baru bangun. Wajah Michele pun merona merah. Dia sangat malu atas perbuatannya yang sudah diketahui oleh anaknya. bahkan saat ini Tristan masih menatapnya dengan heran sambil mengedip-ngedipkan matanya.


“Sayang, anak Mama sudah bangun?” Michele menarik Tristan membawanya duduk di pangkuannya.


“Tristan. Nama yang bagus. Terima kasih sudah menjaga dan merawatnya dengan baik. Dia sangat tampan.” Ucap Ken lalu dengan pelan membawa Tristan berganti ke pangkuannya.


Beruntungnya Tristan tipe anak yang mudah akrab dengan orang yang baru ia lihat. Dia kini sama sekali tidak menangis atau keberatan saat duduk di pangkuan Ken yang notabene ayah kandungnya.


“Sayang, ini Papa, Nak!” ucap Ken sambil menciumi seluruh wajah Tristan.


Michele menatap haru dua sosok di hadapannya. Dia juga sangat bahagia akhirnya dipertemukan kembali dengan pria yang sangat ia cintai.


Tristan yang merasa geli karena sejak tadi Ken terus menciuminya, anak itu tertawa lepas dan meronta agar Ken tidak menciuminya lagi. namun Ken justru semakin menggodanya. Ini adalah pertama kali baginya berhadapan dengan anak kecil. Apalagi anak yang sedang dalam pangkuanya sekarang adalah anak kandungnya.


Setelah cukup lama menghabiskan waktu bercanda di dalam mobil, Ken akhirnya mengajak Michele dan Tristan untuk pergi makan siang.


Tidak jauh dari danau tempat mereka berhenti tadi ternyata ada sebuah restaurant yang cukup nyaman. Apalagi ada tempat khusus buat anak-anak.


“Aku ingin menemui kedua orang tua kamu secepatnya. Aku ingin meminta restu untuk menikahimu.” Ucap Ken saat sedang menunggu pesanan makanan mereka datang.


“Aku senang mendengarnya. Minggu depan kita akan berangkat ke sana. Lalu apa kerjasama perusahaan kamu masih berlanjut?” tanya Michele sambil mengerlingkan matanya.


“Tentu saja. Aku harus tetap professional. Lagi pula perusahaan itu dipegang oleh Tuan Devano, bukan kamu.” Jawab Ken.


“Baiklah. Lalu setelah ini kamu akan mengajakku tinggal di luar negeri atau memilih tinggal menetap di sini?”

__ADS_1


“Jujur saja selama ini aku ingin sekali tinggal di negara kelahiranku. Kamu tahu bukan, kalau aku tinggal di luar negeri selain karena perusahaanku ada di sana, semua itu juga karena permintaan Papa kamu. Jadi setelah kita menikah nanti aku akan tetap tinggal di sini. lebih tepatnya akan menempati rumah kedua orang tuaku. Apakah kamu setuju?”


“Apapun keputusan kamu, aku akan setuju.” Jawab Michele.


Tak lama kemudian pesanan mereka datang. Michele juga memanggil Tristan mengajaknya makan sekalian. Karena tadi ia juga memesankan makanan khusus untuk anak kecil.


Ken tersenyum melihat Michele menyuapi Tristan. Wanita itu memilih menyuapi anaknya terlebih dulu daripada memakan makanannya sendiri. Apalagi terlihat Tristan yang sangat lahap makannya. Bahkan pipinya sampai belepotan.


Ken akhirnya mengurungkan niatnya untuk makan. Ia membantu Michele yang sedang kerepotan menyuapi Tristan. Karena anak itu seperti ingin melanjutkan mainnya, di samping itu mulutnya masih penuh dengan makanan.


Ken mendudukkan Tristan ke pangkuannya. Setelah itu Michele bisa menyuapinya dengan tenang.


“Apa dia selalu seperti ini kalau makan?” tanya Ken merasa lucu dengan tingkah Tristan.


“Ya begitulah. Dia sangat aktif. Kalau di rumah aku menyuapinya juga sambil jalan-jalan mengikutinya kemana bermain.” Jawab Michele.


“Makanan kamu sudah dingin, apa tidak perlu diganti lagi?” tanya Ken merasa tak enak.


“Nggak apa-apa. Aku sudah biasa. Justru kamu yang harusnya mengganti dengan makanan yang baru.”


“Tidak perlu. Ini masih enak. Ya sudah ayo dimakan dulu, setelah ini aku akan mengajak kalian jalan-jalan.”


***


Waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Hari ini Ken, Michele, dan tentunya dengan Tristan akan pulang ke rumah orang tua Michele. Sesuai dengan janji Ken bahwa pria itu akan meminta restu secara langsung pada Xander dan Silvia untuk segera menikahi Michele.

__ADS_1


Vano dan istrinya juga sangat senang melihat keponakannya akhirnya bahagia dengan kembalinya sosok pria yang sudah lama dicintai Michele.


Vano dan istrinya hanya bisa mengantar sampai bandara, mengingat pekerjaan Vano juga sangat padat. apalagi saat berada di luar negeri dan mendapat kabar dari Michele kalau akan pulang, sontak saja Vano mempercepat urusannya. Pasalnya dia tidak tahu alasan Michele meminta ijin padanya untuk pulang.


“Maaf, Om dan Tante tidak bisa mengantar kalian. kita tunggu kabar baiknya saja. pasti nanti Om dan Tante akan datang di hari bahagia kalian.” ucap Vano.


“Terima kasih banyak Om. Kalau begitu kami pamit pergi dulu.”


Kini Ken dan Michele sudah berada di pesawat yang akan mengantar mereka pulang. ada rasa bahagia dalam hati Michele karena sebentar lagi hubungannya akan resmi menjadi pasangan suami istri.


Berbeda dengan Ken. Ada rasa gugup sekligus takut jika nanti bertemu dengan Xander. Meskipun Michele sudah meyakinkan kalau kedua orang tuanya pasti akan menerimanya, namun perasaan khawatir itu masih ada. Dia masih ingat ucapan Xander yang tidak ingin nasibnya sama dengan mendiang Mamanya. Tapi Ken bertekat akan tetap maju meskipun nanti Xander masih meragukannya.


Setelah beberapa jam menempuh perjalanan udara, akhirnya mereka tiba di depan rumah besar nan mewah yang sudah lama Michele tinggalkan.


Tristan masih tidur nyenyak dalam gendongan Ken. Lalu Michele menarik kopernya, dan tangan kanannya menggandeng tangan Ken dan mengajaknya masuk.


Kebetulan kedatangan mereka saat weekend. Otomatis semua orang pasti sedang berada di rumah.


Michele memencet bel rumah berkali-kali. Hingga akhirnya pintu itu terbuka. Dan yang membuka pintu itu adalah sosok yang membuat Ken sangat terkejut sekaligus mengubah raut wajahnya menjadi merah padam.


.


.


.

__ADS_1


*TBC


Happy Reading‼️


__ADS_2