
Celine sejak tadi sebenarnya ingin datang ke kantor untuk menyaksikan langsung serah terima jabatan kakak iparnya menjadi presdir. Karena sebelumnya dirinyalah yang menjabat. Walau hanya sementara. Namun karena tadi pagi ia merasa perutnya agak bermasalah, akhirnya Aiden melarangnya dan meminta Celine agar istirahat saja di rumah.
Rupanya Celine sangat keras kepala. Wanita yang sedang hamil besar itu menghubungi suaminya yang sedang sibuk di kantor untuk datang menemui kakak iparnya. Akhirnya Aiden terpaksa membatalkan jadwal meeting demi menemani sang istri.
***
Cklek
“OMG!!!”
Teriak Celine saat baru saja membuka pintu ruangan presdir langsung disugui adegan dewasa oleh kakak dan kakak iparnya. Jelas saja sepasang pengantin baru itu segera melepaskan ciumannya yang belum ada lima detik. Dengan wajah yang memerah karena malu, Michele memilih duduk di sofa.
“Wah, kalian ini kayak nggak ada tempat saja. bisa-bisanya berbuat asusilla di kantor.” celine berjalan masuk dengan bibir yang terus mengomel.
Ken tak menyahut. Ia menampakkan ekspresi biasa saja lalu melirik Aiden yang berjalan di belakang Celine sambil mengendikkan bahunya seolah tidak peduli.
Kini celine sudah duduk di sofa di samping kakaknya. Terlihat Michele mengotak-atik ponselnya untuk mengurangi rasa terkejutnya akibat ulah sang adik yang masuk dadakan seperti barusan.
“Ada apa sih, Lin kamu kesini? Bukannya kamu harus istirahat di rumah?” protes Michele setelah bersikap normal seperti biasanya.
“Kakak mau ngusir aku dan mau lanjutin enak-enaknya tadi?” tanya Celine sambil menyipitkan matanya.
Aiden menyenggol istrinya agar bicara lebih sopan pada kakaknya. Namun rupanya Celine tidak peduli akan hal itu.
__ADS_1
“Terserah kamu deh bumil. Suka-suka kamu bicaranya.” Jawab Michele pasrah.
Setelah itu ada seorang OB masuk dengan membawakan minuman untuk Aiden dan Celine. Tentunya Ken lah yang sudah memesankannya.
Celine langsung meminum segelas jus alpukat yang baru saja diantar oleh OB. tenggorokannya terasa sangat segar dan dingin setelah jus itu.
“Hmmm… segarnya. Terima kasih, Kakak ipar. Kakak iparku ini paling mengerti deh daripada kakakku sendiri.” Ucap Celine sambil tersenyum ke arah Ken.
“Ya, demi keponakanku juga.” jawab Ken dengan senyuman pula.
Michele hanya memutar bola matanya malas. Tak lama kemudian Celine memberikan selamat pada Ken atas jabatan barunya sebagai presdir. Meskipun pernah menjabat sementara sebagai presdir, Celine tetap saja selama itu masih kurang percaya diri. Dan kini Papanya tidak salah jika menunjuk kakak iparnya lah yang menggantikan posisi itu.
Suasana pun sudah kembali mencair. Michele dan Celine sudah bersikap seperti biasa. Justru saat ini mereka berempat sedang makan besar di ruangan presdir sebagai perayaan jabatan baru Ken.
Setelah cukup lama menghabiskan waktu untuk makan-makan, akhirnya Celine berpamitan pulang. michele pun sekalian ikut bersama sang adik, karena Tristan sejak tadi di rumah orang tuanya bersama baby sitternya. Sedangkan Ken akan memulai pekerjaannya dengan memepelajari seluk beluk perusahaan mertuanya.
“Aku pulang dulu ke rumah Mama!” pamit Michele pada suaminya dengan meninggalkan kecupan singkat di bibir Ken.
“Iya, hati-hati! Nanti pulang kantor aku akan langsung ke sana.” Jawab Ken.
“Jangan genit dengan karyawan perempuan!” Peringat Michele dengan nada ancaman.
Ken hanya terkekeh lalu mengacak rambut istrinya dengan gemas. Tak lupa ia juga membalas kecupan singkat di bibir Michele.
__ADS_1
“Aku tidak akan tergoda oleh siapapun kecuali istriku yang paling cantik ini.” ucap Ken lalu mengantar istrinya sampai depan pintu. Sedangkan Celine dan Aiden menunggu di luar sejak beberapa menit yang lalu.
Setelah kepergian istrinya, Ken memanggil Ivan untuk datang ke ruangannya. Pria itu meminta pada asistennya untuk dicarikan data-data mengenai perusahaan untuk ia pelajari. Bahkan sampai data yang berifat rahasia pun Ken berhak tahu. Ivan pun menurut dan ia kembali ke ruangannya untuk mencari data yang diminta oleh Ken.
Meskipun masih hari pertama menjabat presdir, Ken sudah mulai menyibukkan dirinya dnegan beberapa lembar dokumen penting. Ia mempelajari dokumen itu dnegan sangat teliti. Tak hanya itu saja, Ken akan mengubah cara kerja lama yang digunakan oleh para karyawannya dengan cara dan system yang baru. Tentunya dengan cara Ken sendiri.
Pria itu benar-benar bekerja all out demi mengembangkan perusahaan semakin maju dan berjaya. Ken sudah mengatur beberapa strategi dan akan ia sampaikan saat meeting besok pagi. Ken yakin dengan strategi bekerja yang baru saja ia ciptakan akan diterima dengan baik oleh seluruh karyawannya. Bahkan dengan car aitu, dia bisa melihat siapa diantara karyawannya yang bekerja dengan sungguh-sungguh atau hanya sekadar cari muka saja.
***
Sudah dua minggu Ken menjabat presdir di perusahaan mertuanya. Sebagian karyawan menerima kehadiran dan system kerja yang Ken berikan dengan baik.
Ken melihat ada jadwal kosong selama seinggu ke depan. Karena tidak ada jadwal meeting dengan beberapa kliennya. Untuk itu ia akan mengambil waktu luang selama seminggu ke depan untuk berlibur bersama istri dan anaknya.
Ken diam-diam memesan tiket pesawat tanpa sepengetahuan Michele. Nanti setelah pulang dari kantor, ia akan memberikan kejutan itu pada sang istri.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️