Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 30 ~ Penyadap Suara


__ADS_3

Ken berusaha mencari informasi mengenai penangkapan kekasihnya oleh pihak kepolisian. Namun semua karyawan juga tidak mengetahuinya. Hanya ada salah satu karyawan yang tahu kalau Michele dibawa ke kantor polisi sebagai saksi atas kematian pengusaha yang bernama Barrack.


Ken jelas terkejut. Bagaimana mungkin Michele bisa dijadikan saksi atas kematian pria licik itu. bukankah saat itu ia sudah menghilangkan jejak dan sama sekali tidak melibatkan satu orang pun dalam pembunuhan Barrack.


Ken tentu tidak terima jika Michele disangkut pautkan dengan kematian Barrack. Dia yang melakukannya, kenapa Michele yang dijadikan saksi. Atau jangan-jangan ada hal lain yang tidak ia ketahui.


Setelah mendengar jawaban dari beberapa karyawan yang mengatakan kalau Michele hanya dijadikan saksi, Ken segera masuk ke pantry sekaligus ruangan kerjanya. Ia mulai membuka ponselnya untuk mencari tahu sesuatu.


Ken membuka data rekaman cctv di area perumahan Barrack. Sebelumnya ia sudah sangat yakin kalau sudah meretas cctv itu saat keberangkatannya. Terlebih setelah memasuki pintu gerbang perumahan. Hingga membuat jalan Ken sangat mudah menuju rumah Barrack. Namun tunggu dulu, Ken menajamkan penglihatannya lagi. Dia melihat mobil Michele berhenti di depan gerbang perumahan. Tak lama setelah itu datanglah seorang satpam mendekati mobil Michele.


“Kenapa Michele datang kesana? Apa dia tahu sesuatu?” gumam Ken penasaran.


***


Sementara itu saat ini Michele sedang berada di kantor polisi. Ia melihat di sana ada satpam perumahan yang tempo hari ia temui. Apa karena pertemuannya dengan satpam itu, hingga berujung dirinya dijadikan saksi atas kematian Barrack.


Benar saja satpam itu menceritakan kalau sempat bertemu Michele yang hendak memasuki gerbang. Dan saat itu Michele mengatakan kalau sedang mencari alamat temannya, namun ternyata salah.


Michele sengaja bilang seperti itu karena tidak mungkin menceritakan kalau ia sempat melihat Ken di sana. Dan Michele juga menduga kuat kalau kematian Barrack jelas ada hubungannya dengan Ken. Namun ia tidak ingin menjebloskan kekasihnya ke penjara.


Michele sudah mengatakan kesaksiannya kalau ia sama sekali tidak ikut terlibat atas kematian Barrack. Dan hal itu juga diperkuat oleh Xander yang baru saja datang menemui Michele, dan menjamin kalau putrinya tidak ada sangkut pautnya dengan kematian Barrack.

__ADS_1


Xander juga mengatakan pada polisi kalau kematian barrack sudah mendapatkan titik terang. Yaitu melihat dari kandungan obat dalam tubuh Barrack adalah obat-obatan yang mengandung zat psikotropika. Dan ssudah dipastikan kalau Barrack meninggal lantaran over dosis.


Kini Michele sudah keluar dari kantor polisi. Ia berterima kasih pada Papanya yang telah membantu. Xander juga tidak banyak bertanya lagi pada putrinya apa alasan Michele malam itu benar-benar salah alamat.


“Ayo kembali ke kantor. Papa akan menjelaskan semuanya pada karyawan. Pasti mereka sudah berpikiran buruk tentang kamu saat kedatangan polisi tadi.” ucap Xander dan diangguki oleh Michele. Namun sebelumnya Michele meminta Papanya agar menemaninya makan siang yang tertunda.


Setibanya di kantor, Xander langsung mengumpulkan semua karyawannya dan menjelaskan kalau presdir mereka sama sekali tidak terlibat tindakan kriminal. Hanya dijadikan saksi saja atas kematian pengusaha yang bernama Barrack.


Ken yang ikut berkumpul di sana juga ikut lega setelah mendengar langsung penjelasan Xander. Setidaknya nama Michele kini sudah bersih dari penyebab kematian Barrack.


Kini Michele kembali ke ruangannya. Dia akan melanjutkan lagi pekerjaannya yang sempat tertunda tadi. setelah itu ia menghubungi Ken untuk membuatkan sesuatu yang bisa membuatnya tenang.


Cklek


“Terima kasih.”


“Apa kamu sudah makan? Bukankah tadi kamu memesan makanan, tapi belum sempat kamu makan?” tanya Ken khawatir.


“Sudah. Tadi kebetulan sebelum kembali ke kantor, aku makan siang bersama Papa. Lalu bagaimana dengan kamu sendiri? Padahal aku tadi memesan makanan untuk kita berdua.”


“Kamu nggak perlu mengkhawatirkan aku. aku sudah makan. Sekarang jelaskan padaku kenapa kamu bisa dijadikan saksi atas kematian pengusaha itu?” Ken duduk di hadapan Michele.

__ADS_1


Akhirnya Michele pun menceritakan semua kejadian di malam Barrack meninggal. Michele mengatakan kalau usai pesta, ia melewati jalanan itu dan tak sengaja melihat bayangan seseorang yang sangat dikenalnya.


“Maksud kamu siapa orang yang kamu kenal itu?” tanya Ken berusaha memancing Michele.


“Maaf, Ken. Saat itu aku seperti melihat kamu sedang berjalan memasuki perumahan itu. lalu aku berusaha mengikuti untuk memastikan, namun ternyata tidak ada siapa-siapa. Hingga akhirnya datanglah satpam dan menanyaiku. Tapi setelah aku pikir-pikir tidak mungkin juga kamu ke sana. Bukan begitu?”


“Ya. Buat apa juga aku ke sana. Lagi pula aku sudah mengatakan bukan kalau aku pulang lebih awal saat pesta itu, karena badanku sangat lelah.” Jawab Ken dengan wajah yang sangat tenang, agar tidak membuat Michele curiga terhadapnya.


Ken tahu walau Michele sudah mengetahui jati dirinya yang sebanarnya, namun untuk saat ini ia tidak ingin mengaku pada kekasihnya kalau dirinya lah yang dilihat malam itu.


***


Sementara itu kini tampak Xander sedang duduk di ruang kerjanya di rumah. Pria itu masih penasaran atas kematian Barrack. Xander masih belum yakin seratus persen kalau kematian temannya itu dikarenakan over dosis. Selama ini Xander sangat tahu kalau Barrack anti dengan obat-obatan terlarang. Jika pun dibunuh, kenapa tidak ada jejak sama sekali. Dan satu hal yang membuat Xander penasaran. Yaitu dia melihat laptop Barrack yang dalam keadaan sleep saat itu terlihat bahwa Barrack sedang membuka sebuah aplikasi penyadap suara.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2