
Di sebuah kota kecil yang sangat jarang penduduknya, ada seorang pria sedang duduk di rooftop rumahnya. Pria yang berusia sekitar lima puluh lima tahun itu sedang memegang cerutu yang masih mengebulkan asap. Namun tangan kanannya sedang sibuk memegang ponselnya seperti sedang membaca pesan penting dengan seseorang.
Rumah pria yang bernama Alfred itu rumah paling mewah diantara rumah penduduk lainnya. Tidak hanya itu, rumahnya juga dilengkapi teknologi canggih yang mampu menangkap semua informasi penting yang dia inginkan. Alfred juga dikenal sebagai seorang pengusaha sukses dengan memiliki banyak perusahaan cabang yang tersebar di seluruh pelosok negeri.
Wajah Alfred berkerut saat membaca email dari seseorang. Dia sangat heran kepada anak buahnya yang kali ini gagal mencari informasi penting yang dia inginkan. Sudah seminggu ia memberikan tugas itu dan tidak membuahkan hasil.
“Berengsekkk!” umpatnya dengan kesal.
Tak lama kemudian Alfred menghubungi sahabatnya untuk ia mintai bantuan juga. lagi-lagi ia mengeram kesal saat mendapati ponsel sahabatnya tidak aktif.
“Ini tidak bisa dibiarkan. Aku harus secepatnya menemukan anak pria sialan itu. karena keberadaannya sangat mengancam kenyamananku.” Gumam Alfred.
Tak lama kemudian ada seorang wanita cantik dengan pakaian minim bahan datang menghampiri Alfred. Wanita berjalan sambil mengulas senyum menggoda pada Alfred. Dan saat sudah dekat dengan posisi Alfred, wanita itu langsung duduk di pangkuannya.
“Apa kamu sedang ada masalah, suamiku?” tanya wanita yang masih berusia tiga puluh tahun itu.
“Hanya ada sedikit masalah tentang perusahaan. Tapi nggak apa-apa, aku bisa mengatasinya sendiri. Apakah kamu ingin mencoba bercinta di rooftop ini, Sayang?” tanya Alfred dengan tangan mulai bergerak nakal menelusup ke balik baju istrinya.
***
Sesuai yang diminta oleh Michele, weekend ini Michele akan kencan untuk pertama kalinya dengan kekasih barunya, yaitu Ken. Ya, meskipun Michele sebelumnya sudah sering berkencan dengan kekasihnya. Namun kali ini rasanya sangat beda sekali. Jika dulu ia kencan dengan kekasihnya hanya untuk membuat dirinya dianggap perempuan normal pada umumnya, walau sejatinya tidak pernah ada pria yang cocok dengan dirinya.
Michele saat ini tengah duduk di depan meja riasnya. Entah kenapa dia menjadi bingung sendiri saat akan berkencan dengan Ken. Bahkan memilih baju saja ia harus berganti berkali-kali sampai ada yang cocok dengannya.
__ADS_1
Cklek
Tiba-tiba pintu kamarnya terbuka, lalu Silvia masuk begitu saja. wanita paruh baya itu terperangah melihat penampilan Michele malam ini. dan dia baru sadar kalau Michele telah merubah penampilannya dengan memakai baju yang lebih tertutup.
“Anak Mama cantik sekali. Mau kemana nih?” goda Silvia.
“Oh, Michele ada janji sama Jessie untuk hadir di pesat pertunangan teman, Ma.” Jawab Michele setenang mungkin. Dan jawaban itu sudah ia persiapkan sejak tadi untuk berjaga-jaga jika Mamanya bertanya. Karena tidak mungkin dia mengatakan terus terang kalau akan pergi kencan dengan Ken.
Sementara Silvia mendengar jawaban Michele tidak percaya begitu saja. apalagi dengan perubahan penampilan anaknya yang secara tiba-tiba itu. dia teringat masa mudanya dulu yang selalu berpenampilan sek si. Silvia juga akan merubah penampilannya jika ada laki-laki yang tulus mencintainya dan memintanya untuk menutup lekuk tubuhnya dengan pakaian yang sopan. Ternyata orang itu adalah Xander.
Jadi Slivia bisa menyimpulkan kalau saat ini Michele pasti sudah menemukan laki-laki yang mencintainya dengan tulus. Hanya saja Michele sepertinya tertutup, belum ingin mengatakannya pada sang Mama.
“Nah gitu dong, Mama sangat suka dengan penampilanmu yang sekarang. justru terlihat semakin cantik.” Ucap Silvia sambil mengacungkan ibu jarinya.
Tak lama kemudian Michele menuruni tangga berjalan beriringan dengan Mamanya. Xander yang sejak tadi duduk di ruang tengah juga terperangah melihat penampilan putri sulungnya yang berubah tidak seperti biasanya.
Xander melirik istrinya mendapat kode kedipan mata. Setelah itu ia kembali bersikap biasa.
“Nggak apa-apa. Kamu mau kemana?” tanya Xander.
“Michele mau ke pesta teman sam Jessie.” Jawab Michele setelah itu dia mencium pipi Mama dan Papanya lalu pergi.
Setelah kepergian Michele, Silvia duduk di samping suaminya. jujur saja mereka berdua juga masih terkejut dengan perubahan penampilan putri sulungnya malam ini.
__ADS_1
“Apakah itu tandanya sudah ada seseorang yang mencintai Michele dengan tulus?” tanya Silvia.
“Aku harap seperti itu. dan aku senang melihat perubahannya.” Jawab Xander.
Sementara itu Michele baru saja menghentikan mobilnya tepat di depan rumah kontrakan Ken. Belum sempat ia turun, namun Ken sudah keeluar dari rumahnya. Pria itu segera berjalan ke mobil bagian kemudi. Sedangkan Michele hanya bergeser saja tanpa turun.
“Maaf, apa kamu menunggu sejak tadi?” tanya Michele saat Ken sudah duduk di sampingnya sambil memakai seatbelt.
“Nggak juga. hanya saja aku tidak suka membuat orang lain menungguku. Apa kamu sudah siap berkencan denganku, Nona Cantik?” tanya Ken dengan seulas senyum tipis tertuju pada Michele.
Mendadak Michele jadi salah tingkah saat melihat senyum manis Ken. Bahkan degupan jantungnya juga semakin tak menentu.
“Jangan gugup begitu, Chel! Kita hanya berkencan, bukan mau perang.” Gurau Ken sambil menggenggam lembut tangan Michele dan mengecup punggung tangannya.
Jantung Michele seperti mau loncat dari tempatnya saat mendapat perlakuan romantis dari Ken. Michele tidak menyangka kalau sosok Ken yang seorang pembunuh bisa bersikap romantis seperti itu.
“Kamu romantis sekali, Ken. Aku jadi tak percaya kalau kamu tidak pernah memiliki kekasih.” Ucap Michele dan Ken hanya tersenyum tipis sebagai jawabannya.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️