
Kedua insan yang masih bimbang dengan hatinya itu masih sibuk berciuman. Bahkan Michele kini mengalungkan tangannya ke leher Ken. Sementara Ken menekan pinggang Michele agar semakin rapat. Sesekali pria itu mengepalkan tangannya kuat demi menahan agar tangannya tidak bergerak liar. Michele benar-benar telah membuat jiwa kelelakiannya bangkit.
Suara cecapan bibir dua orang itu terdengar mengisi kesunyian ruang kerja Michele. Sepertinya setelah sekali melakukan ciuman tempo hari, kini membuat mereka berdua terlihat sama-sama ahli. Karena dalam durasi yang cukup lama, pasokan oksigen mereka belum habis juga.
Ken menatap dalam mata Michele dengan lidah yang masih membelit manja wanita dalam dekapannya itu. ada rasa ingin memiliki perempuan itu dalam hati Ken. Namun ia menolak kuat, karena tidak ingin membuat Michele kecewa.
Nafas mereka masih memburu setelah ciuman itu terlepas. Wajahnya mereka berdua masih memanas. Bibir Michele juga masih basah karena bekas ciumannnya baru saja. lalu perlahan Ken mengusapnya.
Cup
Ken memberi kecupan singkat. Setelah itu melepaskan pelukannya.
“Jangan cari tahu siapa aku. aku hanya seorang OB.” Ucap Ken dengan nada tegas.
Nada bicara Ken juga sudah tidak seformal biasanya. Dan hal itu semakin membuat Michele yakin kalau Ken memang bukan orang sembarangan.
“Tapi aku menganggapmu bukan sekadar seorang OB. Aku sangat tertarik denganmu, Ken.” Jawab Michele.
“Sudah aku katakan, jangan mencari tahu tentang diriku kalau kamu tidak ingin menyesal. Dan satu lagi, jangan pernah tertarik ataupun jatuh cinta denganku. Atau aku akan mengundurkan diri dari pekerjaan ini.” ancam Ken.
“Dan lupakan kejadian baru saja. anggap semua itu tidak pernah terjadi.” Pungkasnya lalu ia meraih handle pintu.
“Tidak! Kamu tidak bisa lepas dariku. Aku tidak peduli tentang siapa kamu. Baiklah, aku tidak akan mencari tahu siapa kamu. Tapi tolong jangan keluar dari pekerjaan kamu ini.” ucap Michele sambil memeluk tubuh Ken dari belakang.
Ken masih diam di posisinya. Kenapa semuanya jadi seperti ini. padahal ia sudah berusaha kuat untuk tidak tertarik dengan Michele. Namun sayangnya perempuan itu yang lebih dulu menyatakan rasa ketertarikannya. Ken jadi serba salah. Tidak mungkin dia terus berada di posisi seperti ini. dia tahu pasti akan ada hati yang terluka.
“Nona, tolong jangan seperti ini. saya harus kembali bekerja.” Ucap Ken dengan nada bicara formal seperti biasanya.
__ADS_1
Michele terpaksa melepas pelukannya. Walaupun dia merasa kecewa. Michele juga tidak menyangka kenapa dirinya bisa bersikap seperti ini pada Ken. Pelukan pria itu sangat nyaman. Pria yang berstatus sebagai OB itu ternyata mampu membelenggunya dalam waktu singkat.
“Baiklah, kamu bisa kembali bekerja. Dan mulai saat ini jangan berbicara formal lagi jika kita sedang berdua.” Ucap Michele.
“Tidak. Itu tadi saya hanya tidak sengaja berbicara tidak formal. Bagaimana pun juga saya tetap menghormati anda sebagai atasan saya.”
“Tapi sayangnya aku tidak menerima penolakan. Dan mulai sekarang, aku sudah menjadi milikmu.” Ucap Michele dengan suara tegas. Setelah itu ia berbalik badan menuju meja kerjanya meninggalkan Ken yang masih diam tidak mengerti maksud ucapan Michele.
“Permisi.” Ucap Ken kemudian.
***
Jam pulang kantor tiba. Hari ini Michele banyak sekali pekerjaan yang belum terselesaikan. Papanya kebetulan sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar kota bersama asistennya. Alhasil Michele terpaksa lembur seorang diri.
Ken masuk ke ruangan Michele hendak membersihkan ruangan wakil presdir. Michele bersikap biasa pada Ken usai kejadian tadi siang.
“Baik, Nona.” Jawab Ken dengan sopan.
“Ken!! Sudah aku katakan bukan, jangan bicara formal kalau kita sedang berdua.” Protes Michele.
“Baiklah, Mi..chele.” jawab Ken dengan ragu. Dan hal itu membuat Michele tertawa geli mendengarnya.
Tidak lama kemudian Ken turun untuk mengambil pesanan makanan Michele. Sedangkan Michele kembali melanjutkan pekerjaannya sambil menunggu Ken.
Beberapa menit kemudian Ken datang dengan menenteng paper bag yang berisi makanan. Ia memberikannya pada Michele lalu ia melanjutkan pekerjaannya.
“Ken, ayo kita makan dulu. Aku sangat lapar.” Ucap Michele dengan tatapan penuh permohonan.
__ADS_1
Ken pun tidak bisa menolak permintaan Michele. Akhirnya ia duduk di sofa bersama Michele dan makan bersama.
Mereka berdua makan sambil ngobrol santai. Tanpa terasa keduanya sama-sama merasa nyaman. Apalagi Ken yang sejak tadi melihat senyum merekah Michele seolah membuatnya sangat sulit untuk bisa menghindari perempuan itu.
“Kamu kalau makan kayak anak kecil saja.” ucap Ken sambil membersihkan sisa makanan pada area sekitar bibir Michele.
Michele mendadak salah tingkah saat diperlakukan seperti itu oleh Ken. Kemudian ia mengambil tisu untuk menghindari tatapan mata Ken.
Setelah selesai makan, Ken dan Michele melanjutkan pekerjaan masing-masing. Bahkan tanpa diminta Ken sengaja menunggui Michele sampai perempuan itu menyelesaikan pekerjaannya.
Pukul delapan malam Ken dan Michele baru saja turun ke lantai dasar. Ken meminta Michele agar pulang lebih dulu. Ia akan mengambil tasnya dulu di basecamp OB. Tiba-tiba saja Ken melihat salah satu temannya masih berada di sana. Temannya itu adalah orang yang masuk ke dalam ruangan Xander tempo hari. Dan satu orang lainnya seperti bukan karyawan. Ken segera memundurkan langkahnya agar bisa mendengar apa yang pria itu bicarakan.
Brukk
Tiba-tiba saja Ken merasa di belakangnya ada seseorang.
“Ayo kita pul-mmpp”
Ken segera membungkam mulut Michele agar tidak didengar oleh kedua pria itu.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️