Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 56 ~ Menentang


__ADS_3

Michele berusaha menghentikan aksi brutal Papanya. Namun tetap saja tenaganya kalah kuat dengan Xander. Ken pun juga berusaha menghindar dari amukan Xander.


Sedangkan Aiden yang juga berada di ruangan itu memilih menjauhkan Michele dari Papanya. Tapi Michele terus meronta. Michele sangat kasihan melihat kekasihnya dihajar sampai babak belur oleh Papanya.


Sebenarnya Ken ingin menjelaskan semuanya pada Xander, tapi sayangnya pria paruh baya itu tak henti-hentinya memukulinya. Lalu Aiden yang melihat Xander terus memukuli Ken, ia pun juga ingin diberi kesempatan untuk membuat Ken terkapar.


“Om, sudah! Lebih baik bawa Michele pergi dari sini. Biar OB gadungan ini menjadi urusanku.” Aiden menghentikan aksi Xander.


Nafas Xander tersengal. Pria itu pun lantas berhenti memukuli Ken yang tampak lemah dengan kondisi badan dan muka penuh lebam. Bahkan ada darah yang keluar dari mulutnya. Michele yang melihat itu semua semakin teriris hatinya. Saat ia hendak mendekati kekasihnya, Xander menariknya dan langsung membawanya keluar.


Setelah kepergian Xander dan Michele, Aiden tersenyum sinis melihat kondisi Ken yang semakin lemah. Bahkan untuk bangun saja sepertinya sudah tidak ada kekuatan.


“Sekarang cepat katakan padaku, siapa orang yang membayarmu untuk membunuh Papaku?” tanya Aiden dengan tatapan tajam. Bahkan tangannya mencengkeram kerah baju Ken.


Ken masih diam. tidak mungkin dia mengatakan pada Aiden siapa orang yang telah membayarnya. Karena dia sendiri masih mencari informasi mengenai Hiro.


“Cepat katakan! Atau kamu akan kubuat meregang nyawa sekarang juga?” ancam Aiden dengan geram.


Melihat reaksi Ken yang masih sama. Bahkan tatapan Ken sangat tajam pada Aiden, seolah sengaja menantang pria itu. akhirnya Ken pun tidak sabar. Ia mengepalkan kuat tangannya dan mengayunkannya begitu saja ke arah wajah Ken yang sudah babak belur.


Argghhhhhhh


Keadaaan ternyata berbalik. Ken dengan cepat menangkap kepalan tangan Aiden, lalu memutar tangannya ke belakang. Ken berhasil memiting kedua tangan Aiden sampai tulangnya mengeluarkan bunyi, dan Aiden bereteriak kesakitan.


Aiden ternyata dikelabuhi oleh Ken. Nyatanya tenaga Ken masih sangat kuat meskipun Xander telah memberinya pukulan bertubi-tubi. Kini posisi Aiden duduk berlutut dengan tangan masih dipiting oleh Ken.

__ADS_1


“Kamu kira aku takut dengan ancamanmu itu?” tanya Ken dengan suara yang sangat menakutkan di telinga Aiden.


“Kamu tahu bukan kalau aku ini seorang pembunuh? Bahkan tanpa menggunakan senjata pun aku bisa mengambil nyawamu sekarang juga.” Aiden seketika memucat mendengar ancaman Ken. Pria itu sungguh masih sayang dengan nyawanya dan tidak ingin mati konyol di tangan Ken.


“Aku peringatkan padamu, lebih baik jangan ikut campur dengan urusanku. Atau akan aku sebar luaskan semua kebusukanmu pada Tuan Xander? Bahkan kamu telah memanfaatkan kesempatan ini untuk menghancurkan perusahaan Tuan Xander, bukan? Ah, aku ingat kalau kamu masih memiliki seorang Ibu yang sangat menyayangimu. Hanya seorang Ibu. Karena Papa kamu sejak dulu hanya memanfaatkanmu saja. bagaimana kalau kamu kehilangan sosok Ibu tersayangmu?”


Aiden sangat ketakutan mendengar semua ancaman Ken. Dia juga tidak menyangka jika Ken bukanlah orang sembarangan.


“Tidak! Tolong jangan lakukan itu pada Mamaku. Aku janji tidak akan ikut campur dengan urusan kamu lagi.” jawab Aiden ketakutan.


“Aku pegang janji kamu.” Ucap Ken.


Sebelum Ken keluar dari ruangan itu, ia meninggalkan kenang-kenangan pada Aiden dengan menhempaskan kuat tubuhnya hingga kepala pria itu membentur sudut meja.


Argghhhh


***


Sementara itu Xander yang baru saja sampai rumah, pria itu berjalan sambil menyeret Michele. Sejak tadi Michele menangis sesenggukan di dalam mobil. Namun Papanya sama sekali tidak mempedulikannya.


Bruk


Xander menghempaskan Michele pada sofa ruang tengah.


Silvia yang baru saja keluar dari dapur sangat terkejut melihat suaminya berbuat kasar pada Michele. Putri sulungnya.

__ADS_1


“Xander!! Kamu ini apa-apaan?” teriak Silvia lalu memeluk Michele yang masih menangis.


“Inilah akibat kamu sering memanjakannya. Sekarang kamu lihat sendiri, anak manja kesayangan kamu ini tega mencoreng nama baik keluarga kita.” Jawab Xander dengan muka merah padam.


“Apa maksud kamu, hah?” Silvia tidak terima kalau suaminya memarahi Michele apalagi dengan kata-kata kasar.


“Perlu kamu tahu, Silvia! Selama ini, putri kesayanganmu ini berhubungan dengan seorang OB. dan lebih parahnya dia adalah seorang pembunuh bayaran yang berkedok sebagai OB gadungan. Ian lah yang telah membunuh Barrack dan menusuk Aiden saat di pesta itu.”


Silvia benar-benar terkejut mendengar ucapan suaminya. tangan yang sejak tadi masih memeluk Michele pun perlahan mengendur, kemudian menatap mata sayu putrinya yang masih terus menangis.


“Chel, katakan kalau itu tidak benar, Sayang! Semua ucapan Papa kamu tidak benar kan?” tanya Silvia.


“Michele mencintai Ian Ma. Tapi untuk Ian yang membunuh Om Barrack, Michele bisa menjelaskannya.”


Silvia menggelengkan kepalanya. Dia tidak percaya kalau putrinya menjalin kasih dengan seorang pembunuh.


“Mau beralasan apalagi kamu? Sekalinya pembunuh tetap pembunuh. Dan sampai kapanpun Papa akan menentang hubungan kalian. Dan untuk kamu Silvia, urus dan jaga anak kesayangan kamu itu dengan benar!”


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2