Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 44 ~ Untuk Seseorang


__ADS_3

Ken saat ini tengah berada di apartemen. Dia sedang berada di ruang kerjanya. Pria itu tampak fokus dengan layar laptop didepannya.


Ya, saat ini Ken sedang mencari berbagai informasi tentang Aiden. Dia tahu kalau pasti sulit untuk bisa membunuh pria itu.


Setelah berkutat dengan pencariannya, kini Ken telah menemukan siapa sosok Aiden sebenarnya. Pria berusia dua puluh sembilan tahun itu adalah putra tunggal dari pasangan Barrack dan Tania. Aiden sejak dulu memang terkenal seorang cassanova. Namun dia sangat giat jika berurusan dengan perusahaan.


Aiden sejak kecil sudah diajari ilmu bela diri guna menjaga keamanan dirinya sendiri jika hal buruk terjadi padanya. Lalu informasi lain mengatakan bahwa Aiden adalah sosok pria yang sangat dekat dengan Mamanya. Bahkan hubungan dengan Papanya dekat hanya sebatas masalah perusahaan.


Beberapa saat kemudian Ken sudah menyelesaikan pencariannya tentang Aiden. Bahkan ia sudah mendapatkan informasi bahwa minggu depan akan ada perayaan pesta ulang tahun perusahaannya. Dan dia saat itulah Ken akan melancarkan aksinya. Kini ia tinggal menyusun rencana bagaimana cara menghabisi pria itu di tengah keramaian tamu undangan.


***


Sementara itu malam ini tampak seorang wanita paruh baya tengah duduk seorang diri di sebuah kursi yang ada di taman belakang rumahnya.


Kehilangan suaminya secara mendadak membuat Tania sangat terpukul. Bahkan sampai sekarang ia masih merasakan kesedihan itu.


Entahlah, Tania harus bersedih terus seperti ini atau bersyukur dengan kematian sang suami. meskipun ia sangat cinta mati dengan sosok Barrack sejak dulu, tapi ia juga tahu kalau selama hampir tiga puluh tahun menjalani hidup berumah tangga dengannya, hati Barrack tidak sepenuhnya untuk Tania. Ada wanita lain di hati Barrack dan masih ingin ia perjuangakan. Walaupun akhirnya ia meninggal sebelum perjuangannya membuahkan hasil. Dan wanita yang ada di hatinya tak lain adalah Silvia.


Tania tahu kalau Silvia adalah wanita yang dicintai oleh suaminya. Namun hubungannya dengan Silvia tetap baik-baik saja. Tania tahu kalau Silvia sangat mencintai suaminya, yaitu Xander. Dan Silvia tidak tahu kalau Barrack adalah pria masa lalunya yang dulu pernah ditolak oleh Silvia. Entah apa alasannya, Tania juga tidak tahu pasti. Yang ia tahu, sebelum ia menikah dengan Barrack, pria itu telah mengubah bentuk wajahnya dengan operasi plastik dan juga mengubah identitasnya.


Sekarang harta berharga yang dimiliki Tania hanyalah Aiden. Putra satu-satunya hasil pernikahannya dengan Barrack. Meskipun sejak dulu Barrack tidak menyayangi Aiden. Tapi hanya memanfaatkan Aiden dalam hal perusahaan.


Sakit memang rasanya melihat anak kandungnya sendiri diperlakukan seperti itu oleh suaminya sendiri sekaligus ayah kandung Aiden. Namun, Tania selalu mengatakan pada Aiden kalau memang seperti itu cara Papanya memberikan kasih sayang.

__ADS_1


“Mama!”


Tania tersentak saat ada sepasang lengan kokoh merengkuhnya dari belakang. Tania buru-buru mengusap air matanya, karena tidak ingin dilihat oleh putranya.


“Mama nggak kedinginan apa duduk di sini?” tanya Aiden dan kini sudah duduk di samping Tania.


“Mama hanya ingin cari udara segar.” Jawab Tania dengan mata sembab yang masih bisa dilihat jelas oleh Aiden.


“Minggu depan pesta ulang tahun perusahaan. Mama damping Aiden ya?” pinta pria itu dengan tatapan memohon.


Bagaimanapun juga Tania adalah istri Barrack. Meskipun dukungannya terhadap suami saat meraih kesuksesannya dulu dianggap sebelah mata, tapi tetap saja Tania juga turut andil dalam urusan perusahaan.


“Kamu tenang saja. Mama pasti akan menemani anak Mama yang sangat tampan ini.” jawab Tania, setelah itu Aiden memeluk Mamanya dengan erat.


***


“Sayang, Mama dan Papa berangkat dulu. Nanti kamu nyusul ya?” ucap Silvia saat melihat Michele masih sibuk di depan meja riasnya.


“Iya, Ma. Sebentar lagi Michele juga selesai kok.” Jawab Michele.


Setelah memastikan Mama dan Papanya pergi, Michele meraih ponselnya dan menghubungi Ken. Ia ingin mengajak Ken pergi jalan saat nanti setelah menghadiri acara pesta Aiden.


Sudah empat kali Michele melakukan panggilan ke no ponsel Ken, namun hasilnya tetap sama. Tidak mendapatkan jawaban. Akhirnya Michele memutuskan untuk segera berangkat. Mungkin lebih baik nanti ia datang ke rumah Ken saja.

__ADS_1


Suasana pesta sangat meriah saat Michele baru saja memasuki ballroom hotel. Pandangannya menelisik mencari keberadaan orang tuanya. Ternyata Papa dan Mamanya sedang berbincang-bincang dengan beberapa pengusaha yang ikut diundang. Lalu Michele memilih menghampiri Aiden dan Mamanya dulu untuk memberikan ucapan.


“Tante, Aiden, selamat ulang tahun atas perusahaan kalian. aku harap ke depannya akan semakin sukses.” Ucap Michele berbasa-basi.


Tania pun memeluk Michele sebagai rasa ucapan terima kasihnya. Sedangkan Aiden melihat kedua wanita yang sedang berpelukan itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


Setelah itu Michele menghampiri Papa dan Mamanya. Setidaknya menyapa beberapa pengusaha yang ia kenal dulu sebelum pamit undur diri.


Saat Michele tengah menikmati kue, tiba-tiba saja lampu ballroom itu padam. Sontak saja semua tamu undangan berteriak terkejut. Samar-samar juga terdengar suara teriakan seseorang yang tengah berada di depan. Michele pun segera berlari keluar, karena kebetulan tempatnya berdiri tadi sangat dekat dengan pintu keluar.


Michele dengan cepat menuju basement. Ia mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang. Namun setelah jauh dari kawasan hotel, ia mempercepat laju mobilnya.


Ckiittttt


Michele mengerem mendadak mobilnya, “Cepat masuklah!” teriak Michele sambil membukakan pintu mobil untuk seseorang.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2