Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 94 ~ Kesal


__ADS_3

🔥🔥🔥🔥


Cukup lama mereka berdua saling memagutt menumpahkan rindu yang selama ini mereka pendam. Ya, selama rumah tangga Aiden dan Celine sedang mengalami masalah kecil, selama itu keduanya tak saling menyentuh. Cukup dengan mencium dan mengusap lembut perut istrinya yang bisa sedikit membuat hati Aiden lega. Namun setelah masalah itu selesai, baik Aiden maupun Celine seolah ingin menumpahkan semua rasa rindunya masing-masing.


“Aku mencintaimu, Celine.” Ucap Aiden entah yang ke berapa kalinya.


Celine hanya menanggapinya dengan senyuman. Wanita itu tahu kalau suaminya sangat mencintai dirinya dan tidak ingin kehilangan. Celine tahu betapa besar usaha suaminya selama menghadapi masalah itu.


“Aku percaya dan aku tidak meragukan cinta kamu lagi.” ucap Celine kemudian.


Perlahan tngan Aiden merengkuh tubuh istrinya lalu merebahkannya dengan hati-hati. Mereka berciuman kembali. Menikmati moment indah yang tak ingin berakhir sampai kapanpun.


“Apa aku boleh minta?” tanya Aiden dengan deru nafas yang sedikit tersengal setelah melepas pagutannya untuk sesaat.


“Lakukanlah! Bukankah semua tubuh ini sudah menjadi milikmu seutuhnya?” jawab Celine dengan senyuman.


Tak lama kemudian Aiden membuka kancing baju Celine dan nampaklah dua buah kesuakaannya. Perlahan namun pasti, Aiden langsung menyergapnya secara bergantian. Tidak ingin bermain kasar, Aiden selalu memperlakukan istrinya dengan lembut. Apalagi sekarang ada calon buah hatinya di dalam sana. Setidaknya jika ia bisa membuat istrinya nyaman dalam percintaan itu, anaknya juga akan merasa nyaman.


Tanpa mereka sadari kini keduanya sudah sama-sama polos tanpa ada sehelai benang pun yang menutupi. Bentuk tubuh Celine yang semakin berisi dengan perut membuncit membuat Aiden semakin gemas dibuatnya.


Aiden kembali mencium lembut bibir istrinya. Perlahan turun ke leher jenjangnya, lalu semakin turun dan seterusnya.

__ADS_1


Aiden benar-benar membuat posisi Celine nyaman. Setelah melakukan beberapa sesi pemanasan yang membuat jantung Celine berdebar-debar, kini Aiden memposisikan tubuhnya berutut tepat di hadapan Celine yang tengah terlentang.


“Aku akan melakukannya dengan pelan dan hati-hati.” Ucap Aiden setelah itu ia mengecup perut buncit Celine.


Celine hanya menganggukkan kepala. Walau dia sering mendapat perlakuan lembut seperti ini sebelumnya, tetap saja Aiden selalu berhasil membuatnya terbang melayang.


Tatapan keduanya kini sudah dipenuhi oleh kabut gaiirah. Senjata pamungkas milik Aiden yang sejak tadi sudah berdiri kokoh perlahan ia masukkan ke liang surga milik istrinya. Celine menahan nafasnya sejenak saat senjata suaminya mulai menusuk dan menghunusnya dengan pelan dan terasa sangat sesak memenuhi intinya.


Keduanya sama-sama hanyut dalam permainan itu. dan Aiden melakukannya tidak terlalu lama dan juga tidak terlalu singkat, yang pasti sama-sama sudah meraih kepuasan.


***


Sementara itu pasangan suami istri Ken dan Michele sudah kembali melakukan aktivitasnya setelah beberapa waktu yang lalu menghabiskan liburan bertema bulan madunya di luar negeri.


Sesekali Michele akan pergi ke kantor jika suaminya minta ditemani makan siang atau sekedar ditemani bekerja. Karena Ken juga ternyata memiliki sifat ingin diperhatikan. Atau lebih tepatnya manja pada sang istri. Dan Michele pun dengan senang hati akan datang ke kantor demi permintaan sang suami.


Pagi ini Ken beserta anak istrinya sedang berada di meja makan untuk sarapan pagi bersama sebelum melakukan aktivitasnya. Mereka berdua selalu dibuat gemas oleh tingkah Tristan saat ikut makan seperti ini. bocah itu berlagak seperti orang tuanya yang ingin makan sendiri dan tidak mau disuapin. Alhasil wajahnya belepotan penuh dengan makanan.


“Sayang, nanti siang bisa bawain aku makan siang dengan lauk sup jamur dan udang krispy?” pinta Ken saat sedang menikmati makannya.


“Tentu. Nanti aku akan datang sebelum jam makan siang.” Jawab Michele.

__ADS_1


“Tapi kamu sendiri yang memasaknya, jangan minta bantuan Bi Ratih.” Lanjut Ken.


Michele mengerutkan kening saat mendengar permintaan sang suami. biasanya juga suaminya itu tidak pernah rewel ataupun protes mau makan masakan siapa saja. masakan pembantu juga sama-sama enaknya. Apalagi akhir-akhir ini tubuhnya juga sering merasa lelah dan malas untuk mengerjakan sesuatu.


“Apa kamu keberatan? Kalau nggak bisa, nggak apa-apa. Aku nggak jadi nyuruh kamu datang ke kantor.” ucap Ken saat melihat respon istrinya yang hanya diam.


“Eh, bisa kok. Baiklah nanti aku akan memasaknya sendiri.” Jawab Michele dengan senyuman. Kenapa suaminya jadi agak sensi seperti itu sih. Michele benar-benar heran. Namun ia lebih memilih mengalah saja daripada nanti akan berakhir dengan perdebatan kecil.


Ken kambali melanjutkan makannya setelah mendengar jawaban kepastian dari Michele. Namun tiba-tiba saja ponselnya berdering. Ada panggilan dari Ivan yang memintanya untuk segera datang ke kantor karena kliennya sudah datang untuk meeting pagi ini.


“Sayang, maaf aku harus segera ke kantor. nanti siang aku tunggu kedatangan kamu.” Ucap Ken dengan buru-buru.


Michele sedikit kesal melihat kepergia suaminya yang tidak meninggalkan ciuman seperti biasanya. Bahkan Tristan juga dibiarkan begitu saja.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


__ADS_2