Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 95 ~ Semakin Khawatir


__ADS_3

Setelah berjuang melawan malas dan tubuh yang sedikit lemah tak bertenaga, akhirnya Michele telah menyelesaikan masakan sesuai permintaan sang suami tadi pagi.


Kini Michele tengah bersiap untuk pergi ke kantor. seperti biasa, ia akan diantar oleh sopir. Sedangkan Tristan di rumah bersama baby sitter.


Michele memoles wajahnya dengan make up minimalis. Wanita itu sudah terlihat sangat cantik dengan dandanan seperti apapun dan dengan pakaian seperti apapun.


Setelah menemouh perjalanan kurang lebih selama dua puluh lima menit, akhirnya Michele sudah sampai gedung perkantoran dimana suaminya bekerja. Setelah itu Michele langsung masuk menuju ruangan sang suami.


Beberapa karyawan yang tak sengaja berpapasan dengan Michele, mereka menunduk hormat. Mereka juga tahu kalau Michele dulu juga pernah menjadi presdir di peerusahaan ini. bahkan ia terkenal dengan sebutan presdir perfeksionis.


“Kak, Ivan? Apa suamiku di dalam?” tanya Michele saat bertemu Ivan, yang tak lain asisten Ken.


“Iya, Nona. Tapi sedang ada tamu.” Jawab Ivan.


“Oh ya sudah, terima kasih.” Ucap Michee dan segera masuk ke ruangan suaminya.


Ivan lupa kalau tadi ia sudah mendapat perintah dari atasannya kalau dilarang masuk selama masih ada tamu. Setelah itu ia buru-buru mencegah Michele yang hendak memasuki ruanbgan Ken.


“Ada apa sih, Kak?” tanya Michele heran.


“Tadi Tuan Ken melarang siapapun masuk selama masih ada tamu. Lebih baik Nona tunggu di ruangan saya.” jawab Ivan.


Entah kenapa Michele mendadak curiga. Tanpa mempedulikan ucapan Ivan, Michele langsung masuk ke ruangan sang suami. bahkan Ivan sudah tidak bisa lagi mencegahnya. Dan dia harus siap mendapat masalah dari dua atasannya itu.


Cklek

__ADS_1


Michele membuka pintu dengan rasa penasaran yang teramat dalam. Netranya langsung tertuju pada sofa yang tak jauh dari kursi kerja Ken. Disana ada Ken dan seorang wanita tengah duduk berhadapan. Dan pakaian yang dikenakan wanita itu sangat membuat mata Michele sakit.


“Sayang?” tanya Ken terkejut saat melihat istrinya tiba-tiba masuk.


Ken langsung berdiri menghampiri istrinya. Namun tatapan Michele tak ramah menyorot tajam pada Ken.


“Kamu tunggu di sini dulu, ya? Sebentar lagi aku selesai.” ucap Ken dan menuntun istrinya agar duduk di kursi kerjanya.


Tanpa menunggu jawaban dari Michele, Ken kembali duduk di sofa melanjutkan obrolannya dengan kliennya tadi. sedangkan Michele yang melihat itu semua, tangannya terkepal erat. Ingin sekali melayangkan umpatan pada suaminya, namun ia tahan sekuat tenaga. Apalagi melihat wanita itu selalu tersenyum saat bicara dengan suaminya. bahak dari gestur tubuhnya, wanita seperti sengaja memamerkan tubuh seksiinya pada Ken.


Setelah dua puluh menit kemudian, Ken menyelesaikan meetingnya dengan wanita cantik itu. kemudian mereka berdua saling berjabat tangan sebagai akhir dari pertemuannya. Bahkan tidak segan-segan Ken mengantar wanita itu sampai depan pintu.


“Sayang, apa kamu sudah membawakan makanan sesuai pesananku tadi?” tanya Ken dan langsung mengajak istrinya duduk di sofa.


“Lepaskan aku!” teriak Michele sambil melepaskan gandengan suaminya.


“Wah, ini sedap sekali baunya. Terima kasih, ya? Ayo kita makan bersama. Perutku sudah sangat lapar.” Ajak Ken.


“Kamu ini menyebalkan sekali sih, Ken! Siapa wanita tadi? kenapa kamu melarang orang masuk saat sedang bersama wanita itu? apa kamu sengaja ingin berduaan dengannya?” tanya Michele bertubi-tubi.


“Sayang, aku lapar sekali. Apa boleh aku makan dulu, setelah ini akan aku jawab semua pertanyaan kamu.” Pinta Ken dengan memohon.


Michele pun akhirnya diam. ia cukup paham dengan sifat laki-laki yang tidak bisa berpikir secara sehat, dan bekerja dengan baik selama perutnya kosong tak terisi. Michele membiarkan suaminya makan dulu, dan dia hanya menungguinya. Karena Michele sendiri sudah tidak berselera makan setelah melihat wanita tadi yang sengaja ingin menggoda suaminya.


Michele melihat suaminya makan dengan sangat lahap. Ada rasa senang dalam hatinya saat Ken menghabiskan semua makanan yang ia masak. Dan memang makanan itu hasil masakannya sendiri. Namun kesenangan itu berangsur hilang setelah teringat kembali dengan sikap Ken dengan wanita sekssi tadi.

__ADS_1


“Terima kasih, Sayang. Masakan kamu sangat enak.” Ucap Ken setelah menghabiskan makanan yang dibawakan oleh Michele. Padahal makanan itu buat dua porsi, tapi Ken menghabiskan semuanya.


“Cepat jawab semua pertanyaanku tadi!” ucap Michele dengan nada garang.


“Dia Nona Vanda. Klien baru yang mengajukan kerjasama dengan perusahaan kita.” Jawab Ken dengan tenang.


“Kamu terima kerjasamanya?” Tanya Michele lagi.


“Iya. karena sama-sama menguntungkan.” Jawab Ken dengan tenang.


“Batalkan kerjasama itu. aku nggak suak kamu dekat dengan dia. Atau kamu sengaja menyetujui kerjasama itu karena dia sangat cantik dan berpenampilan menggoda?” ucap Michele dengan nada sangat kesal.


“Sayang, bukankah aku harus bersikap professional?” tanya Ken yang tidak mengerti dengan keinginan istrinya itu. bukankah setiap wanita memiliki ciri masing-masing dengan penampilannya. Bahkan Michele sendiri dulu bagaimana cara berpenampilannya. Apakah dia lupa.


“Aku tetap tidak suka kalau kamu sering bertemu wanita yang berpakaian sekssi dan menggoda itu.” kekeh Michele dengan keras kepala.


“Apa kamu tidak semakin khawatir jika aku meminta Nona Vanda mengubah penampilannya seperti kamu dulu?” jawab Ken cukup menohok, dan membuat Michele seketika diam.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Maap ya guys kemarin ga bisa up. jangan lupa mampir di novel baru othor "My Brother My Husband" 🤗🤗


Happy Reading‼️


__ADS_2