Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 93 ~ Menuntut


__ADS_3

Seminggu sudah Ken menghabsikan waktu liburan bersama keluarga kecilnya. dan hari ini pulang ke negara kelahirannya sekaligus tempat tinggalnya.


Michele sejak tadi terlihat tidak bersemangat saat baru saja pesawat take off. Beruntungnya Tristan tidak terlalu rewel dan banyak drama.


“Sayang, kamu sakit?” tanya Ken pada istrinya.


“Nggak. Aku baik-baik saja. aku masih ngantuk dan ingin tidur. Tolong kamu jaga Tristan dulu.” Jawab Michele.


Ken hanya menganggukkan kepalanya. Dia juga tidak mengeri kenapa istrinya tiba-tiba seperti kehilangan moodnya. Tapi lebih baik dia membiarkan Michele tidur saja daripda membuatnya semakin tidak enak hati.


Perjalanan udara yang mereka tempuh selama belasan jam akhirnya mendarat dengan selamat. Di pintu kedatangan sudah ada Aiden yang menjemputnya. Sebelumnya Ken memang sudah menghubungi Aiden agar menjemput ke bandara. Namun Ken sama sekali tidak tahu dengan masalah yang sedang dihadapi oleh Aiden dan Celine.


“Bagaimana liburan kalian?” tanya Aiden berbasa-basi.


“Bagaimana keadaan adik dan calon keponakanku?” Micehel justru menjawabnya dengan pertanyaan. Bahkan tatapan Michele terlihat tidak ramah pada Aiden.


“Sayang, kamu kenapa sih?” bisik Ken karena heran melihat sikap istrinya terhadap Aiden.


“Celine dan calon keponakan kamu baik-baik saja. dia tidak ingin ikut tadi, karena ingin istirahat saja di rumah Mama.” Jawab Aiden.


Michele tak menanggapi lagi, ia segera melangkah menuju parkiran dimana saat ini mobil Aiden berada. Sedangkan Ken masih bertanya-tanya dalam hatinya tentang sikap istrinya yang terlihat ketus pada Aiden.


Sesampainya di rumah, Aiden langsung berpamitan pulang. ia beralasan masih ada banyak pekerjaan kantor yang menunggunya. Padahal pria itu hanya beralasan untuk mengindari interogasi dari kakak iparnya.

__ADS_1


Setelah masuk ke rumah, Ken memberikan Tristan pada baby sitternya untuk dibawa ke kamarnya. Karena selama perjalanan dari bandara, Tristan tampak tertidur pulas.


Kini Ken dan Michele sudah berada di kamar. Michele merebahkan tubuhnya di atas kasur. Wanita itu sepertinya sangat merindukan kasurnya yang selama seminggu ini ditinggalkan.


“Sayang, kenapa sikap kamu ketus pada Aiden? Apa kalian ada masalah?” tanya Ken dengan posisi duduk di samping istrinya.


Michele menghembuskan nafasnya pelan. Setelah itu ia bersandar pada headboard. Akhirnya ia menceritakan masalah yang telah menimpa rumah tangga Celine dan Aiden. Jelas saja Michele bersikap ketus pada Aiden. Semua itu karena ia tidak ingin adiknya terluka akibat ulah Aiden.


“Sayang, dengarkan aku! Celine dan Aiden itu sudah sama-sama dewasa. Biarkan mereka menyelesaikan masalahnya. Kamu jangan ikut campur dengan urusan rumah tangga mereka. Cukup doakan saja yang terbaik.”


“Tapi aku kesal dengan Aiden. Kamu tahu sendiri kan kalau dia itu mantan cassanova. Aku tidak ingin Celine terluka akibat ulah Aiden.” Jawab Michele dengan kesal.


“Iya, aku tahu. Tapi dengan sikap kamu yang ketus seperti itu pada Aiden, sama saja kamu tidak percaya dengannya yang saat ini sedang berjuang mengatasi masalah rumah tangganya.”


“Ah, kamu juga menyebalkan sekali. Pergi sana! Aku mau tidur.” Ucap Michele dan langsung menarik selimut menutupi tubuhnya.


Ken juga akan menghubungi Adel perihal kerjasamanya dengan perusahaan Vano. Dan perusahaan itu juga sebenarnya masih berhubungan dengan perusahaan milik mertuanya yang saat ini sedang ia pegang.


***


Hari berganti hari. Perasaan Celine kini sudah lega setelah beberapa jam yang lalu ia kedatangan Bianca bersama kedua orang tua wanita itu.


Kedatangan Bianca bersama kedua orang tuanya ke rumah Mama Tania bukan untuk meminta pertanggungjawaban pada Aiden atas kejadian masa silam yang menimpa Bianca. Namun mereka datang untuk meminta maaf pada Celine dan berjanji tidak akan membuat kekacauan lagi terhadap rumah tangga Celine dan Aiden.

__ADS_1


Entah apa yang dikatakan Aiden pada kedua orang tua Bianca, hingga membuat mereka mau datang dan meminta maaf pada Celine. Padahal sejak dulu kedua orang tua Bianca sangat tidak suka dengan perangai Aiden.


Tentunya kedua orang tua Bianca tahu siapa Aiden sekarang. Selain pengusaha yang sukses, mertua Aiden juga lah yang dianggap momok oleh kedua orang tua Bianca.


Siapapun tahu siapa sosok Alexander. Seorang pengusaha senior yang paling sukses dan sangat berpengaruh. Tentunya kedua orang tua Bianca tidak ingin mencari mati dengan membiarkan anaknya membuat kekacauan rumah tangga Aiden dan Celine.


"Sayang, sekarang kamu sudah percaya kan kalau aku tidak akan pernah menghianati kamu?" tanya Aiden yang saat ini tengah bersimpuh di hadapan istrinya sambil mengusap lembut perut buncit wanita itu.


"Iya, aku percaya. Maafkan aku juga kalau aku hampir kehilangan kepercayaan dari kamu. Sekarang aku sudah lega karena masalah ini selesai." jawab Celine.


Aiden tersenyum. Pria itu mengecup perut istrinya beberapa detik, sebelum akhirnya ia merubah posisinya dengan duduk di samping Celine.


Cup


"Aku sangat mencintaimu, Celine." ucap Aiden dengan sungguh-sungguh, kemudian ia kembali mendaratkan bibirnya pada bibir Celine. Bukan hanya sekadar kecupan. Melainkan lummatan lembut dan semakin menuntut.


.


.


.


*TBC

__ADS_1


Happy Reading‼️


 


__ADS_2