
Sesuai janjinya, pagi ini Ken mengantar Michele dan juga Tristan ke rumah Xander. Dan lagi-lagi Michele merasakan badannya lemas. Terebih di saat pagi seperti ini. bahkan Ken berulangkali memaksa istrinya untuk periksa ke dokter, namun Michele selalu menolak dan mengatakan kalau nanti akan baikan sendiri.
Ken hanya mengantar Michele sampai depan gerbang rumah mertuanya. Dia tidak bisa mampir walaupun sebentar, karena pekerjaannya sangat padat. terlebih sedang ada masalah kecil di perusahaannya.
Ken sudah mendapatkan informasi mengenai kliennya yang bernama Vanda. Ternyata wanita itu memang bukan pemilik asli perusahaan yang kini sedang bekerjasama dengan perusahaan Xander. Vanda hanya orang suruhan pria bernama Aldo.
Aldo yang masih sakit dengan Xander akibat batalnya pernikahan Noah dengan Michele dulu tidak terima saat mendengar kabar pernikahan Michele dengan pria, ayah kandung Tristan. Apalagi setelah tahu kalau sosok menantu Xander adalah seorang pengusaha hebat. Akhirnya Aldo merencanakan balas dendam pada Xander dengan cara menghancurkan perusahaannya yang kini sedang dipegang oleh Ken.
Aldo sampai lupa kalau semua orang termasuk dirinya tahu kalau Ken adalah seorang pengusaha hebat. Yang pasti orang hebat akan tahu semua kelicikan seseorang yang akan berniat buruk terhadapnya. Aldo mengira Ken tidak tahu gerak-geriknya selama ini, semenjak mengumpankan Vanda untuk menjadi klien Ken.
Sedangkan Ken yang sudah mencari tahu siapa Aldo, ia tidak ingin mengatakannya pada sang mertua, Ken akan berusaha mengatasinya sendiri dengan cara mengikuti permainan pria tua itu.
*
Setelah mengantar Michele ke rumah orang tuanya, Ken langsung pergi ke kantor. sejak tadi ponsel Ken juga tak henti-hentinya mendapat panggilan dari Adel. Bagiamanapun juga Ken mempunyai tanggung jawab besar di perusahaannya sendiri. Dan hanya degan Adel lah ia mempercayakan semua itu.
Beberapa saat kemudian Ken sudah sampai kantornya. Ia menuju ruangannya dan diikuti oleh Ivan yang sejak tadi menunggunya.
“Ada apa, Van?” tanya Ken setelah duduk di kursi kebesarannya.
__ADS_1
“Nona Vanda mengajukan meeting, Tuan.” Jawab Ivan, dan membuat Ken menautkan alisnya.
“Nanti malam pukul enam. Karena beliau akan ada acara penting di luar kota selama beberapa hari. Jadi meeting dengan Tuan dimajukan nanti.” lanjut Ivan.
“Baiklah. Persiapkan semuanya.” Jawab Ken, kemudian Ivan kembali ke ruang kerjanya.
Setelah Ivan keluar dari ruangannya, Ken tersenyum sinis. Dia tahu kalau Vanda akan keluar kota karena akan ikut Aldo pergi ke luar kota untuk menangani perusahaan cabang milik Aldo yang saat ini tengah dibuat kacau oleh Ken. Selain seorang sekretaris, Vanda juga termasuk simpanan Aldo. Dan Ken sudah memiliki rencana lain jika kekacauan yang dibuat untuk perusahaan Aldo tak membuat pria itu jera.
Dan selama beberapa kali meeting dengan Vanda, Ken juga selalu bersikap ramah pada wanita itu, meski Vanda selalu tampil menggoda. Sayangnya Ken sama sekali tidak tergoda.
Seharian Ken bekerja sangat sibuk. Pria itu sampai lupa tidak membuka ponselnya. Biasanya Ken akan menghubungi Michele karena kebiasaannya akhir-akhir ini seperti itu. dengan melakukan panggilan video dengan istrinya rasanya Ken seperti mendapat semangat. Namun hari ini tidak. Entah lupa atau memang saking sibuknya.
Menjelang jam pulang kantor, Ken menyempatkan diri menghubungi Michele. Ia akan mengatakan kalau akan pulang malam karena ada meeting dengan kliennya. Dan Michele pun mengiyakan.
“Terima kasih, Van. Sekarang kamu boleh pulang.” ucap Ken.
“Tuan yakin akan meeting sendiri, tidak butuh saya temani?” tanya Ivan memastikan.
“Iya. kamu tenang saja. nanti kalau aku butuh bantuanmu, aku akan menghubungimu.” Jawab Ken, kemudian ia segera bersiap untuk pergi menuju sebuah restaurant di mana ia akan meeting dengan Vanda.
__ADS_1
Dalam perjalanan, Kenmendapat informasi kalau Vanda sedang dalam perjalanan menuju restaurant. Wanita itu juga akan datang bersama Aldo, tapi seperti biasa Aldo akan memantaunya dari kejauhan. Ken merasa ada sesuatu yang akan direncanakan oleh Aldo padanya saat meeting nanti.
Sementara itu Aldo dan Vanda lebih dulu tiba di restaurant. Namun mereka berdua masih setia di dalam mobil dan asyik bercumbu mesra. Aldo juga sudah menghubungi seseorang untuk menjalankan perintahnya.
Beberapa saat kemudian Ken dan Vanda sudah berada di ruangan VVIP sebuah restaurant. Ruangan itu sangat tertutup dan memang khusus tersedia bagi pengunjung resto yang sedang mempunyai acara penting dan butuh privasi.
Sebelum meeting, mereka berdua makan malam terlebih dulu. Seperti biasa, Vanda selalu memakai pakaian yang sangat seksii dan tatapan matanya nakal.
Sementara di luar ruangan VVIP itu tampak seseorang sedang membisikkan sesuatu pada pelayan restaurant yang khusu melayani ruangan dimana Ken dan Vanda meeting.
“Nanti saat pukul delapan tepat, kamu masuklah ke ruangan itu dan berikan minuman yang sudah aku sediakan. Bilang saja kalau minuman ini bonus khusus dari restaurant. Dan pastikan di dalam ruangan itu ada satu orang pria dan satu orang wanita. Tidak ada yang lainnya. Setelah itu, kamu kunci pintunya dari luar. Kamu paham?”
“Saya paham, Tuan.” Jawab pelayan itu dengan yakin.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️