
Sudah beberapa hari ini Ken masih diacuhkan oleh Michele. Kemarin ia sempat bertemu dengan kekasihnya saat sedang membersihkan ruangannya setelah jam kantor usai. Sepertinya Michele juga terburu-buru keluar dan berharap tidak bertemu dengan Ken. Namun sayangnya mereka bertemu.
Ken hendak meminta maaf pada Michele saat itu juga, tapi sayangnya Michele tiba-tiba mendapat panggilan melalui sambungan telepon dengan seseorang. Kemudian ia melangkah keluar begitu saja dan mengabaikan Ken.
Malam ini Ken kembali melakukan pencarian tentang sosok Hiro. Entah hari ini dia sedang hoki atau memang sudah jalannya mendapatkan petunjuk.
Klik
Ken berhasil membuka data tentang Hiro yang sengaja dikunci dengan menggunakan password. Dan malam ini Ken berhasil membukanya.
Dalam data tersebut terdapat beberapa rekam jejak Hiro. Pria itu semasa remaja dulu sudah seringkali keluar masuk penjara dengan berbagai kasus kejahatan. Hingga akhirnya ia ditolong oleh sahabat lamanya.
Entah siapa orang yang menjadi sahabat Hiro, Ken tidak bisa menemukan informasinya. Setelah itu Ken kembali membaca data tentang Hiro.
Terakhir kalinya Hiro keluar dari penjara, pria itu sudah tidak terdengar lagi melakukan tindak kejahatan. Semua itu karena ulah sahabatnya.
Hiro bekerja pada sahabatnya. bahkan menjadi kaki tangannya. Hiro juga pernah menjadi pelaku pembunuhan seorang pengusaha. Namun sayangnya polisi hanya menjadikannya saksi, karena tidak ada barang bukti.
“Shiit!!!” Ken mengumpat. Dia tidak lagi melanjutkan membaca informasi tentang Hiro. Karena memang hanya sedikit informasinya. Tapi dia bisa menyimpulkan kalau sebelum Hiro memerintahkan dirinya menjadi seorang pembunuh bayaran, pria itu juga dulunya seorang pembunuh.
“Lebih baik aku tanya langsung pada dia tentang masa lalunya.” Gumam Ken seperti sedang menemukan ide brilliant.
Setelah menutup laman pencarian tentang Hiro, kini Ken beralih mencari kabar terbaru tentang Aiden. Bagaimanapun juga ia harus tetap mengintai pria itu agar Hiro tidak mencurigainya yang lepas tangan begitu saja.
Ken mendapat sebuah potongan gambar Aiden sedang bertemu dengan seseorang lalu memasuki ruangan VVIP sebuah restaurant. Jari-jemari Ken bergerak cepat untuk mendapatkan informasi siapa pria yang Aiden temui.
__ADS_1
“Shiitt!!!!” Ken kembali mengumpat saat tahu bahwa Aiden menyewa seorang detektif untuk mencari pelaku penusukan itu. kini ia harus lebih berhati-hati agar keberadaannya tidak ditemukan oleh Aiden.
*
Keesokan harinya Ken berangkat bekerja seperti biasa. Namun kali ini ia harus bertemu dengan Michele untuk meminta maaf sekaligus meluruskan kesalah pahamannya.
Ken tahu kalau Michele pasti akan berangkat siang lagi agar tidak bertemu dengannya. Jadi Ken memilih sembunyi di ruangan Michele setelah menyelesaikan pekerjaannya.
Cklek
Terdengar suara langkah sepatu high heels baru saja memasuki ruangan itu. dan benar itu adalah Michele. Ken yang sembunyi di balik dinding dekat pintu bergerak pelan dan mengunci pintu.
“Apa yang kamu lakukan?” Teriak Michele terkejut setelah mendengar suara orang mengunci pintu.
Ken tidak menjawab pertanyaan Michele. Pria itu melangkah mendekati Michele dengan menatap penuh penyesalan.
“Saat itu bukannya aku tidak mempercayai ucapan kamu begitu saja. Karena rasanya seperti tidak mungkin kalau-“
“Itu sama saja kamu tidak percaya denganku. Sekarang terserah kamu. Kamu mau melakukan apapun terserah kamu. Aku tidak peduli lagi.” potong Michele dengan cepat. Ia pun berbicara tanpa melihat Ken.
Ken jelas saja terkejut mendengar ucapan Michele baru saja. benarkah perempuan yang ia cintai berkata seperti itu. apakah itu tandanya Michele meminta mengakhiri hubungan ini.
“Maafkan aku. walau akhirnya aku terlambat mempercayai semua keterangan kamu saat itu. Kalau kamu sudah tidak peduli lagi dengan apa yang akan aku lakukan, aku minta yang terakhir kalinya tolong tatap mataku, Chel! Setelah ini aku akan pergi menjauh dari kamu. Dan tatapan mata kamu yang terakhir kalinya ini semoga bisa membuatku ikhlas melepas kamu.” Ucap Ken kemudian tangannya terulur merai kedua bahu Michele agar perempuan itu menghadap dan menatap matanya.
Sakit. Hati Michele sangat sakit mendengar permintaan Ken. Dia sebenarnya hanya kesal karena tidak dipercayai oleh kekasihnya. Namun ia tidak berpikir kalau Ken menganggap dirinya yang menginginkan perpisahan ini.
__ADS_1
Ken berhasil meraih kedua bahu Michele. Namun sayangnya Michele tidak mau menatap Ken. Justru air matanya mengalir begitu deras hingga mengeluarkan isakan lirih.
“Tolong maafkan aku, Chel! Aku janji setelah ini akan pergi dari kamu.” Ucap Ken memohon. Sebenarnya ingin sekali ia memeluk Michele dan tidak tega melihatnya menangis. Namun Ken takut akan membuat Michele marah.
Grep
Tiba-tiba saja Michele berhambur memeluk Ken dengan erat. Bahkan tangisnya pecah begitu saja setelah merasakan kehangatan tubuh kekasihnya.
“Aku… aku memaafkanmu, Ken. Tapi aku tidak pernah mengijinkan kamu pergi meninggalkanku.” Ucap Michele sambil terisak.
“Terima kasih.” Ken mengeratkan pelukannya setelah cukup lama terdiam. Ada rasa lega dalam hatinya setelah mendengar kalimat terakhir Michele.
“Aku janji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Sekali lagi maafkan aku.” Ken menangkup kedua pipi Michele lalu tangannya mengusap sisa air mata kekasihnya.
“Aku sudah mencari informasi tentang Hiro. Memang belum ada bukti nyata tentang kejahatannya. Karena sepertinya ada seseorang di balik itu semua. Terima kasih banyak kamu telah memberiku petunjuk tentang pembunuh Angel.” Ucap Ken dengan menatap intens mata Michele.
“Dan ada kabar buruk yang ingin aku sampaikan pada kamu. Aiden telah menyewa detektif untuk mencari pelaku penusukan itu.” Lanjutnya dan membuat Michele sangat terkejut.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️