
“Dan ada kabar buruk yang ingin aku sampaikan pada kamu. Aiden telah menyewa detektif untuk mencari keberadaanku.” Lanjutnya dan membuat Michele sangat terkejut.
“Benarkah? Lalu bagaimana jika dia sudah mengetahui kalau pelaku penusukan itu adalah kamu? Termasuk yang membunuh Om Barrack juga? padahal kamu hanya disuruh oleh seseorang, Ken.” Michele sungguh tidak ingin Aiden menangkap kekasihnya dan dijebloskan ke dalam penjara.
Ken juga bingung. Untuk saat ini dia memang sedang fokus dengan Hiro. Untuk masalah Aiden juga tidak bisa diabaikan begitu saja. jika dirinya ditangkap, Hiro tidak mungkin akan membantunya.
“Meskipun Aiden sudah mengetahuinya, tapi dia pasti akan menyusun rencana bagaimana caranya menangkapku. Dan tentunya Tuan Xander pasti percaya dengan barang bukti yang ditemukan Aiden. Bagaimana kalau kamu perlahan memberi tahu Papa kamu tentang rencana busuk Barrack dan Aiden pada keluarga kamu, Chel? Setidaknya dengan mengurangi rasa kepercayaan Papa kamu pada Aiden, Tuan Xander tidak akan peduli lagi dengan masalah yang dihadapi Aiden.”
Michele terdiam sejenak. Ada benarnya ucapan Ken. Tapi apakah Papanya bisa percaya begitu saja dengan ucapannya nanti. Tunggu dulu, Michele teringat kalau dia masih menyimpan alat penyadap suara yang pernah diletakkan oleh Barrack di ruangan Papanya. Mungkin itu bisa jadi barang buktinya.
“Baiklah. Aku akan memberitahu Papa secara perlahan. Kamu tahu sendiri kan kalau sudah lama Papa berhubungan baik dengan keluarga Om Barrack?” Jawab Michele.
Ken menganggukkan kepalanya tanda setuju. Lebih baik saat ini fokus mencari informasi tentang Hiro saja.
**
Setelah beberapa hari terjadi pertengkaran kecil, hubungan Ken dan Michele sudah kembali seperti semula. Malam ini Ken sengaja mengajak Michele untuk makan malam romantis di salah satu restaurant ternama di pinggiran kota.
Biasanya Ken yang mengajak sang kekasih ke tempat makan yang sederhana, kini ia ingin memperlakukan Michele dengan istimewa. Dan tentunya akan memberi kejutan pada kekasihnya itu.
Saat ini Michele sudah berada di apartemen Ken. Dia sudah berdandan sangat cantik setelah Ken memintanya. Bahkan gaun yang ia kenakan saat ini adalah gaun pemberian dari Ken.
“Kamu cantik sekali malam ini!” puji Ken setelah ia baru saja keluar dari kamarnya dan melihat Michele tengah duduk di sofa ruang tengah.
Michele tersipu mendapat pujian dari sang kekasih. Apalagi gaun yang dibelikan oleh Ken memang sangat bagus dan pas di badannya.
__ADS_1
“Terima kasih atas gaunnya. Ini sangat bagus.” Ucap Michele seraya tersenyum manis pada Ken.
Malam ini juga Ken tampil sedikit berbeda dari biasanya. Pria itu terlihat lebih cool dan juga sangat tampan. Ingin sekali Michele juga memujinya, tapi dia masih belum berani.
“Ya sudah ayo kita berangkat sekarang!” Ajak Ken kemudian.
Kali ini Ken tidak memakai mobil Michele, tapi ia akan memakai mobil sportnya sendiri. Michele pun sangat takjub saat memasuki mobil sport mewah milik kekasihnya. Karena memang Michele belum pernah menaiki mobil sport seperti ini.
Sepanjang perjalanan menuju tempat kencan, Ken dan Michele tak pernah menyurutkan senyumnya. Ken juga sesekali meraih tangan kekasihnya dan memberikan kecupan singkat pada punggung tangannya.
Sesampainya di restaurant, Ken menggandeng tangan Michele menuju meja yang sudah ia pesan. Lagi-lagi Michele dibuat terkejut sekaligus takjub dengan perlakuan Ken malam ini. tak lama kemudian beberapa pelayan restaurant datang menyajikan pesanan makanan yang sudah dipesan oleh Ken sebelumnya.
Mereka berdua menikmati makan malam romantis itu dengan alunan musik biola, hingga semakin menambah suasana romantis malam itu.
“Makanlah cake itu!” Perintah Ken.
“Kenapa hanya satu? Lalu kamu?” Tanya Michele bingung.
“Makan saja. aku tahu kamu sudah tidak tahan untuk segera makan cake kesukaan kamu itu.” jawab Ken sambil tersenyum manis pada kekasihnya.
Akhirnya Michele pun mengambil garpu dan pisau untuk memotong cake itu agar lebih mudah ia memakannya. Dan setelah berhasil memotong cake itu, harusnya Michele langsung menyantapnya. Tapi mendadak dia tidak berselera lagi untuk menikmati cake itu. bahkan air matanya menetes begitu saja karena saking terharunya dengan perlakuan Ken.
Saat Michele sudah memotong cake itu menjadi dua bagian, di dalam ceke itu ada sebuah cincin berlian yang memukau. Bagaimana dia tidak menangis, Michele sungguh tidak menyangka akan diperlakukan semanis ini oleh kekasihnya.
Ken tersenyum, lalu ia mengambil cincin itu dan membersihkannya dengan tisu. Setelah itu Ken berjongkok di samping Michele yang masih duduk.
__ADS_1
“Michele, maukah kamu menikah denganku? Menjadi pendampingku seumur hidupku?” ucap Ken dengan cincin yang sudah siap ia sematkan di jari manis Michele setelah mendengar jawabannya.
Michele tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya malam ini. bahkan air matanya kembali menetes setelah Ken melamarnya. Bibirnya kelu tidak sanggup mengeluarkan kata-kata. Hanya anggukan kepala saja yang menunjukkan jawaban kalau ia menerima lamaran Ken.
Ken pun sangat bahagia. Lalu ia menyematkan cincin itu di jari manis kekasihnya. Alunan musik biola kembali terdengar setelah Ken mengecup punggung tangan Michele.
Kini mereka sudah kembali ke duduk seperti semula. Michele masih tidak percaya kalau Ken sudah melamarnya.
“Aku janji, setelah semua masalahku selesai, aku akan segera menikahimu. Apakah kamu sabar menanti?” tanya Ken.
“Iya. aku akan sabar menunggumu sampai kapanpun.” Jawab Michele dengan sungguh-sungguh.
***
Di waktu yang sama tampak seorang pria mengepalkan kuat tangannya setelah mendapat rekaman video dan beberapa foto dimana Ken sedang melamar Michele baru saja. bahkan pria itu tidak menyangka kalau selama ini Ken menjalin hubungan dengan Michele.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1