Belenggu Cinta Office Boy

Belenggu Cinta Office Boy
Bab 35 ~ Mata Suci


__ADS_3

“Apa yang kalian lakukan?”


Ken dan Michele kaget setengah mati saat tiba-tiba ada seseorang masuk ke dalam ruangan itu dan menyaksikan adegan pelukannya.


Michele dengan cepat melepas pelukannya dengan wajah memerah dan pastinya jantung itu berdegup tak karuan. Sedangkan Ken sama sekali tidak menunjukkan raut wajah terkejutnya saat perbuatannya diketahui oleh wanita paruh baya yang terlihat masih cantik itu.


“Ma… Mama. Ada apa Mama kesini? Kenapa nggak bilang Michele?” tanya Michele terbata.


“Kamu belum jawab pertanyaan Mama, Chel. Kenapa kamu memeluk dia?” tanya Silvia sambil mengarahkan pandangannya pada Ken.


“Oh, itu tadi Ma. Michele minta tolong Ian mengambil kecoa yang ada di kamar mandi. nggak tahunya kecoa itu justru terbang kesini. Jadi, Michele reflek memeluk Ian.” Jawab Michele.


Silvia masih diam. entah ia percaya dengan jawaban putrinya atau tidak. Tapi melihat ekspresi pria yang berseragam OB itu tampak tenang dan berbeda dengan Michele yang terlihat gugup sepertinya memang benar. Karena Silvia tahu sendiri kalau Michele sangat takut dengan kecoa.


“Mama hanya ingin mengunjungimu. Sekalian bawa makan siang. Kebetulan Papa kamu ada urusan dengan Ivan di luar, jadi Mama ikut saja kesini.” Ucap Silvia melenggang duduk di sofa begitu saja.


Michele mengusap dadanya lega, akhirnya Mamanya tidak mempermasalahkan kejadian tadi. setelah itu ia memberi kode pada Ken untuk segera meninggalkan ruangannya. Dan ia menemani Mamanya makan siang.


“Tunggu, Ian!” Silvia menghentikan langkah Ken yang hendak meraih handle pintu.


Michele kembali gugup. Ia takut jika Mamanya masih mencurigainya.


“Ada apa Mama memanggil Ian?” tanya Michele takut.


“Ian, kemarilah!” ucap Silvia mengabaikan pertanyaan Michele.


Ken pun akhirnya menghampiri Silvia. Ia juga tidak tahu apa yang ingin ditanyakan atau diperintahkan oleh Mamanya Michele.


“Duduklah!” perintah Silvia kemudian.


“Maaf, Nyonya. Saya di sini saja.” tolak Ken dengan sopan.

__ADS_1


“Duduklah, kita makan siang bersama.” Lanjut Silvia dan membuat Michele membelalakkan matanya terkejut.


Silvia memang sengaja ikut suaminya datang ke kantor untuk mengajak makan siang Michele. Dia ingat kalau tadi pagi anaknya buru-buru berangkat dan hanya makan roti dan minum susu saja. tidak hanya itu, Silvia juga membawa bekal lebih karena sekalian mengajak Ian makan siang.


Sebelumnya Xander sudah menceritakan pada istrinya tentang penangkapan salah satu karyawannya karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang. Dan semua itu karena Ken yang memergokinya. Lalu Ken melapor pada Michele.


Silvia benar-benar terkejut sekaligus salut pada Ken. Walau ia sendiri belum pernah bertemu dengan pria itu. dan setelah tadi melihat Ken untuk pertama kalinya, Silvia bisa melihat kalau Ken adalah pria baik-baik.


“Ayo, kita makan siang bersama. Dan jangan menolak ajakanku.” Ucap Silvia dengan nada tegas.


Michele benar-benar bingung dengan alasan Mamanya. Namun setelah itu ia mengedipkan matanya pada Ken agar menurut dengan perintah Mamanya.


Akhirnya Ken ikut duduk bersama dua orang perempuan cantik itu. ia memilih duduk di sofa tunggal yang beehadapan langsung dengan Michele.


Michele mulai menyiapkan makannya. Setelah mengambilkan makan untuk Mamanya, dengan reflek Michele juga mengambilkan Ken. Rasanya dia sedang melayani suami saja.


Silvia melihat reaksi Michele yang mengambilkan makan untuk pria yang berstatus OB itu hanya menahan senyum. Entah kenapa Silvia merasa ada sesuatu diantara Michele dengan Ken. Namun ia tidak mau menanyakannya langsung pada Michele.


“Ehm, sangat enak Nyonya.” Jawab Ken dengan canggung.


Sementara Michele perasaannya saat ini sangat sulit diartikan. Antara senang dan gugup menjadi satu. Melihat sikap Mamanya yang sudah akrab pada Ken, apakah itu pertanda bahwa Mamanya juga menyukai Ken.


“Kenapa nggak dimakan, Chel? Dari tadi diaduk-aduk saja kayak perasaan kamu.” Celetuk Silvia tiba-tiba seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh Michele.


“Mama ih, ngomong apaan sih.” Ucap Michele dengan cemberut.


Ken hanya diam saja. ia menikmati makan siangnya dengan tenang dan menundukkan kepalanya. Jujur saja menu makan siangnya kali ini sangat enak. Sama seperti masakan mendiang Mamanya dulu.


Usai makan siang, Ken membantu membereskan sisak makanan itu. dia mengucapkan terima kasih pada Silvia dan juga Michele. Setelah itu Ken pamit keluar dari ruangan presdir.


Sedangkan Michele kembali duduk di kursi kerjanya dan membiarkan Mamanya duduk di sofa menunggu Papanya kembali.

__ADS_1


“Beruntung kamu dapat OB seperti Ian, Chel.” Ucap Silvia tiba-tiba.


“Memangnya kenapa, Ma?”


“Mama melihat Ian adalah pria baik-baik dan orangnya jujur dalam bekerja. Apa dia sudah punya pacar?”


“Kenapa Mama tanya seperti itu? Michele nggak tahu lah, Ma.” Jawab Michele dengan nada sedikit jengkel.


“Ah sayang sekali pria tampan seperti dia kalau belum punya pacar.”


“Siapa yang tampan?”


Xander tiba-tiba masuk ke ruangan itu tanpa sepengetahuan Michele dan Silvia. Mereka berdua sangat terkejut sekaligus panik, khusunya Silvia. Pasti sebentar lagi suaminya akan salah paham.


“Siapa yang tampan, hem? Berani kamu bilang mengatakan ada pria lain yang tampan daripada aku?”


Michele tertawa cekikikan melihat pasangan bucin dan posesif yang sudah tidak muda lagi itu. lalu Michele menoleh ke arah sofa dimana Mama dan Papanya duduk di sana.


“Astaga, Mama Papa!!! Kalian berdua menodai mata suci Michele.” Pekik Michele sambil menutup matanya.


.


.


.


*TBC


Maaf ya guys, sementara othor bisanya up 2 bab saja. Othor sibuk bgt🙏🙏


Happy Reading‼️

__ADS_1


__ADS_2