
#Flashback On
Tiga tahun yang lalu.
Seorang wanita paruh baya menangis tersedu di samping brankar anak semata wayangnya yang sedang terbaring sakit akibat luka tembak dan beberapa luka lebam di wajahnya. Entah bagaimana ceritanya Aiden bisa mengalami kondisi seperti itu, Tania sama sekali tidak tahu.
Selama kurang lebih satu minggu Tania setia menemani putranya di rumah sakit. Tidak banyak yang ditanyakan oleh wanita itu pada anaknya, karena khawatir akan mengganggu kesehatan Aiden. Namun Tania sangat terkejut setelah mendapat kabar dari Silvia mengenai masalah yang menimpa Aiden hingga membuat anaknya tergolek lemah di rumah sakit.
Tania tidak menyangka kalau selama ini Aiden menyimpan dendam terhadap keluarga Xander. Sebenarnya dia kasihan dengan anaknya karena selama ini Papanya hanya memanfaatkan dirinya saja tanpa menyayangi sepenuh hati. Namun bukan berarti dia harus ikut campur dengan masalah orang tuanya. Walau menurutnya niat itu baik.
Silvia menceritakan semua pada Tania kalau Aiden telah menembak Xander. Dan luka tembak yang didapat Aiden yaitu berasal dari Ken. Dan masih banyak lagi yang diceritakan oleh Silvia pada Tania. Khususnya tentang sosok Barrack yang dulunya benama Rendy.
Melalui sambungan telepon itu Tania menangis tersedu dan meminta maaf pada Silvia, terutama pada Xander. Harusnya Tania lah dalam hal ini yang menyimpan dendam pada keluarga Silvia. Tapi wanita itu hatinya sungguh baik. Dia ingin melupakan semua kenangan buruk itu. apalagi suaminya sudah meninggal. Tania berharap pada keluarga Xander berbesar hati mau memaafkan kesalahan Aiden.
Sepulang dari rumah sakit, Tania sengaja mendiamkan Aiden. Dia ingin anaknya merenungkan semua kesalahan yang telah diperbuatnya selama ini. namun sayangnya Aiden tidak tahan dengan sikap Mamanya yang seperti itu. hingga akhirnya ia mengakui semua perbuatannya selama ini hingga menyebabkan dirinya sendiri tertembak.
“Hanya kamu harta berharga Mama saat ini. Mama cukup bahagia selama hidup bersama Papa kamu yang hanya setengah hati mencintai Mama. Semua itu karena kehadiran dirimu, Sayang.”
“Maafkan Aiden, Ma. Apapun yang Mama inginkan akan Aiden lakukan, asal Mama tidak meninggalkan Aiden.” Ucap Aiden dengan sungguh-sungguh.
Tania pun memeluk putranya dengan erat. Ia meminta Aiden agar meminta maaf pada keluarga Xander dan berjanji tidak akan mengulangi kesalahan yang sama. Dan Aiden pun bersedia.
Namun saat itu Aiden tidak langsung meminta maaf pada Xander, karena kondisi pria itu yang terdengar sedang sakit. Dia tidak mau keadaan Xander lebih buruk setelah melihat kedatangannya. Akhirnya Tania meminta Aiden untuk mengurus perusahaan dulu yang hampir saja gulung tikar dan penyebabnya adalah Aiden sendiri.
Di saat waktu yang menurutnya sudah tepat, Tania akan menemani Aiden datang ke rumah Xander untuk meminta maaf. Namun lagi-lagi harus ia urungkan karena mendengar kabar buruk dari keluarga Xander atas gagalnya pernikahan Michele lantaran perempuan itu hamil di luar nikah dengan pria lain.
__ADS_1
Waktu terus berjalan, sampai kondisi perusahaan Xander berjalan normal kembali setelah ditimpa isu miring. Di saat itulah Tania dan Aiden memberaniikan diri mendatangi rumah Xander untuk meminta maaf.
Mungkin sebelumnya Xander sudah diberitahu oleh Tania. Jadi hal buruk yang dibayangkan oleh Aiden terhadap Xander pun tidak menjadi kenyataan. Rupanya Xander sudah berbesar hati untuk memaafkan semua kesalahan Aiden.
“Terima kasih, Xander, Silvia. Kalian masih bersedia membukakan pintu maaf untuk putraku satu-satunya. Aku berharap setelah ini kita masih bisa menjalin hubungan baik.” Ucap Tania.
Silvia memeluk haru Tania. Dia sudah menganggap Tania seperti saudaranya sendiri sejak dulu sebelum tahu masalah yang terjadi dengan Barrack.
Dari semenjak saat itu lah Aiden mulai kembali menjalin kerjasama dengan perusahaan Xander. Dia juga ingin mengatasi masalah perusahaannya dan dengan bantuan dari Xander.
Awalnya Aiden mengira kalau perusahaan Xander masih dipegang oleh Michele. Namun ternyata tidak. Ada sosok perempuan yang menggantikan posisi Michele sebagai presdir, yaitu Celine.
Aiden memang selama ini tak banyak tahu mengetahui seluk beluk keluarga Xander. Hanya Michele yang ia kenal. Bahkan ia tidak tahu kalau Michele memiliki adik perempuan yang masih muda.
“Apa kamu mampu menggantikan posisi kakak kamu di perusahaan?” tanya Aiden saat pertama kalinya meeting dengan Celine.
Meskipun kemampuan Celine masih di bawah kakaknya, namun perempuan itu mempunyai modal percaya diri yang tinggi. Apalagi selama tinggal di luar negeri, ia banyak belajar mengenai bisnis dari Uncle-nya. Dia yakin sambil berjalan sambil belajar, pasti dia akan bisa seperti kakaknya.
Mendengar pernyataan Celine, Aiden menelan ludahnya kasar. Menurutnya Celine adalah perempuan angkuh dan sombong. Mau mundur dari kerjasama ini pun juga tidak mungkin.
“Maaf. Baiklah saya akan tetap melanjutkan kerjasama ini.” ucap Aiden akhirnya.
Seiring berjalannya waktu, kerjasama antar perusahaan itu sering mempertemukan Aiden dan Celine. Dan dari situ lah Aiden bisa melihat kepribadian Celine yang sangat berbeda dengan kakaknya. Celine cenderung arogan, dan bertindak semaunya sendiri. Namun justru dari sifatnya yang seperti itu lah yang membuat Aiden semakin lama semakin tertarik dengan Celine.
Hingga suatu ketika Aiden memberanikan diri mengungkapkan perasaannya pada Celine. Namun jawabannnya adalah Celine menolak Aiden mentah-mentah. Bukannya marah, Aiden justru semkin tertantang untuk terus mendekati Celine. Karena hanya Celine lah perempuan satu-satunya yang pernah menolak pesonanya.
__ADS_1
“Apa alasan kamu menolakku, Lin?” tanya Aiden.
“Kalau aku nggak suka ya nggak suka, Kak. Nggak harus pakai alasan.” Jawab Celine dengan cuek.
“Tapi aku mencintaimu, Celine. Maukah kamu memberiku kesempatan lagi untuk memberbaiki diriku ini. aku tahu, mungkin kamu sudah banyak mengetahui bagaimana perangaiku sejak dulu. Dan aku berjanji akan berubah.” Ucap Aiden dengan sungguh-sungguh.
Celine tak menjawab. Dia hanya diam dan kembali meneguk minumannya. Dan dari diamnya Celine itu Aiden menganggap kalau perempuan itu mmeberi kesempatan untuk dirinya.
Meskipun Aiden menganggap Celine memberikan kesempatan, ternyata perjuangannya tidaklah mudah. Bahkan seringkali ia melihat Celine bertemu dengan seorang pria yang kabarnya anak dari teman Xander. Tidak hanya itu saja, sikap Celine terhadap pria itu juga sangat ramah. Berbeda saat dengan dirinya. Hampir saja Aiden putus asa, namun Mamanya selalu memberikan semangat dan dukungan akhirnya ia berusaha memperjuangkan kembali cintanya pada Celine.
Malam itu Tania sengaja mengundang keluarga Xander untuk makan malam di rumahnya. Aiden sendiri tidak tahu apa alasan Mamanya mengundang keluarga Xander termasuk Celine. Dia hanya mengikuti kemauan Mamanya saja.
“Terima kasih banyak Tania atas jamuan makan malamnya. Ngomong-ngomong ini ada acara apa?” tanya Silvia saat mereka sudah bergabung di ruang makan.
“Maaf, kalau kesannya tidak sopan. Harusnya aku dan Aiden yang datang ke rumah kalian.” jawab Tania dan membuat semua orang semakin bingung. Termasuk Aiden sendiri.
“Maksudnya?” tanya Silvia mewakili kebingungan semua orang.
“Aku ingin melamar Celine untuk Aiden.” Jawab Tania sambil mengeluarkan kotak cincin yang sudah ia siapkan.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️