
“Apa kamu tidak semakin khawatir jika aku meminta Nona Vanda mengubah penampilannya seperti kamu dulu?” jawab Ken cukup menohok, dan membuat Michele seketika diam.
Memang benar yang dikatakan oleh suaminya. namun tetap saja Michele tidak suka melihat Ken mempunyai klien yang penampilannya seperti tadi.
“Sayang, apa kamu tidak percaya dengan suami kamu?” tanya Ken.
“Percaya. Tapi perasaanku mengatakan kalau wanita tadi memang sengaja menggoda kamu, Ken.” Jawab Michele dengan wajah sendu.
“Ya. Aku pun tahu kalau Nona Vanda memang sengaja menggodaku.” Ucap Ken terjeda kala melihat istrinya menyorot tajam.
“Tunggu dulu! Aku sudah mempunyai rencana lain. Jadi, aku minta tolong padamu untuk percaya padaku dan semua ini biar jadi urusanku.” Lanjut Ken.
Michele pun terpaksa mengangguk, walau ia sangat penasaran. Tapi setidaknya hatinya cukuplega karena sang suami lebih cepat tanggap dengan kliennyan yang bernama Vanda itu.
Ken kembali melanjutkan pekerjaannya setelah menghabiskan bekal makan siang yang dibawakan oleh istrinya. Sayangnya ia harus menahan Michele agar tidak pulang dulu, karena ia akan kehilangan semangat saat tidak mencium aroma tubuh sang istri.
Entahah, kenapa Ken sendiri merasa sangat aneh dengan tubuhnya akhir-akhir ini. sedangkan Michele tidak bisa menolak permintaan sang suami walau dirinya sendiri merasakan tubuhnya kurang bertenaga.
“Sayang, kalau kamu lelah lebih baik istirahat saja di dalam. Asal kamu berada di ruangan ini, aku sudah bisa mencium bau wangi tubuh kamu.” Ucap Ken saat melihat istrinya kurang bersemangat.
Tanpa menjawab, Michele segera melangkah masuk ke dalam kamar yang ada di ruang kerja suaminya.
Setelah memastikan Michele beristirahat di dalam kamar, Ken meraih ponselnya. Dia menghubungi seseorang.
Tuuutttt
“…..”
__ADS_1
“Tolong kamu cari tahu tentang perusahaan X yang dipimpin oleh seorang wanita bernama Vanda. Cari tahu siapa pemilik perusahaan yang sesungguhnya.”
“…..”
“Aku tunggu hasilnya secepatnya.” Pungkas Ken setelah itu ia menutup panggilannya.
Sebenarnya Ken bisa saja mencari tahu sendiri tentang Vanda. Namun pekerjaannya sangat padat dan kemungkinan besar akan menyita banyak waktu jika ia hanya fokus mencari informasi tentang Vanda. Akhirnya Ken meminta bantuan pada seseorang yang sudah ahli di bidangnya.
Meskipun belum tahu pasti tentang perusahaan yang dipimpin oleh Vanda itu benar-benar mempunyai niatan buruk terhadapnya, namun Ken harus berjaga-jaga untuk melindungi diri dan perusahaan jika sewaktu-waktu dugaannya benar.
Hingga menjelang jam pulang kantor, Michele baru saja bangun dari tidurnya. Tubuhnya sedikit lebih segar setelah dipakai untuk istirahat.
“Ken, aku pulang dulu y ajika kamu masih banyak pekerjaan. Kasihan Tristan aku tinggal lama.” Ucap Michele saat baru saja keluar dari kamar.
“Sebentar, Sayang. Kita akan pulang bersama. Aku membereskan berkas-berkas ini dulu.” Cegah Ken merasa bersalah karena sejak tadi menahan istrinya.
Setelah semuanya beres, Ken mengajak istrinya pulang lebih dulu. Sebelumnya Ken berpesan pada Ivan kalau nanti akan ada Adel datang membawakan beberapa file yang dia minta dan Ken meminta Ivan menerima file itu dan memberikannya ke rumah.
***
“Bagaimana pertemuan kamu dengan dia?” tanya pria itu.
“Pertemuan pertama yang sangat mengesankan. Dia memang sangat tampan dan juga ramah. Apa kamu tahu kalau tadi saat aku sedang meeting dengannya, tiba-tiba istrinya datang. dan apa kamu tahu, Ken mengabaikan istrinya dan kembali melanjutkan meeting denganku.” Jawab wanita itu.
“Bagus. Memang itu tujuanku. Kamu harus tetap waspada. Jangan terlena dengan sikap ramah Ken. Bisa saja dia sengaja bersikap seperti itu pada kamu. Atau dia sudah menaruh curiga padamu. Jadi, kamu jangan hanya fokus menggoda Ken. Tapi berusahalah tampil cerdas dan memukai agar Ken terhipnotis dengan kamu.”
“Oh, tenang saja. aku sudah cukup pandai melakukan hal itu.” jawab wanita itu yang tak lain adalah Vanda.
__ADS_1
Pria itu tersenyum puas setelah mendapat laporan dari Vanda. Tak lama kemudian pria itu meminta Vanda mendekat padanya.
“Ada apa, Tuan?” tanya Vanda dengan suara menggoda.
“Kemarilah! Aku butuh belaian kamu. Sekarang puaskan aku.” ucapnya sembari menarik Vanda ke pangkuannya.
Tanpa basa-basi, Vanda pun langsung duduk di atas pangkuan pria itu dengan menyilangkan kakinya.
“Apa kamu tidak khawatir Tuan jika tiba-tiba saja istri kamu masuk ke sini dan melihat kita?” tanya Vanda menggoda sambil mengusap rahang pria paruh baya itu.
“Tenang saja. pintu itu sudah aku kunci. Apa kamu lupa? Sekarang aku ingin kamu memuaskanku. Jangan khawatir tentang berapapun uang yang kamu inginkan.” Ucap pria itu dan langsung mendapat serangan dari Vanda.
***
Saat ini usia kandungan Celine sudah menginjak sembilan bulan. Menurut hasil pemeriksaan dokter, seminggu lagi ia akan melahirkan. Dan akhir-akhir ini Celine sangat merindukan keponakannya yang menggemaskan itu. apalagi sudah lama kakaknya tidak pernah datang ke rumah orang tuanya. Akhirnya Celine nekat menghubungi kakaknya agar datang ke rumah demi ingin bertemu dengan Tristan.
Sedangkan Michele yang mendengar permintaan adiknya, terpaksa ia datang ke rumah orang tuanya. Sebenarnya bukan terpaksa, namun semenjak ia sering merasa kelelahan, Michele sangat malas sekali bepergian kemana-mana.
“Besok aku antar ke rumah Mama. dan sepulang dari kantor, aku akan langsung kesana. Bagaimana?” ucap Ken melihat istrinya yang sedang bingung.
“Ya sudah aku setuju.” Jawab Michele.
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️