
Warninggg!!!!!!!!🔥🔥🔥🔥
Tengah malam tiba-tiba Michele merasakan ada yang aneh dengan tubuhnya. Bahkan kulitnya terasa dingin. Padahal seingatnya tadi ia tidur dengan Tristan memakai selimut tebal.
Perlahan ia mengerjapkan matanya. dan alangkah terkejutnya Michele saat melihat seseorang sedang asyik melahap dua aset berharganya secara bergantian. Reflek tangannya memegang kepala Ken agar menghentikan kegiatannya itu, karena ia takut mengganggu tidur Tristan.
Tapi tunggu dulu, bukannya tadi Tristan ikut tidur dengannya. Lalu kemana anak kecil itu, yang kini di atas ranjang hanya ada dirinya berdua dengan sang suami.
“Ken!!” Lirih Michele berusaha menghentikan aksi suaminya.
Ken hanya mendongakkan kepalanya, namun posisinya masih sama dan tangan meremmas kedua aset istrinya dengan gemas. Michele pun akhirnya mengeluarkan suara desahann yang membuat Ken semakin bersemangat.
“Ken, dimana Tristan?” tanya Michele sambil mengangkat kepala suaminya yang hendak melakukan aksinya lagi.
Ken tidak menjawabnya dengan ucapan, melainkan dengan isyarat yang menunjuk pada dua sofa yang sudah digabung menjadi satu saling berhadapan. Di sana tampak Tristan tidur dengan pulas sambil memeluk guling.
“Bisa aku melanjutkannya lagi, Sayang?” tanya Ken dengan suara berat.
Tanpa menjawabpun Ken sudah mulai melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda tadi. kini pria itu mulai mencium bibir Michele dengan lembut. Memagutnya dengan lembut, meneroboskan lidahnya ke rongga mulut Michele dan mengeksplornya dengan penuh kenikmatan.
Keduanya sama-sama menikmati ciuman yang semakin lama semakin menuntut itu. kemudian Ken menciumi leher jenjang istrinya dan meninggalkan jejak merah di sana.
Michele baru sadar kalau tubuhnya sejak tadi sudah tidak tertutupi sehelai benang pun. Siapa lagi pelakunya kalau bukan si suami mesuum, Ken.
__ADS_1
Ken tadi sudah cukup puas menikmati dua aset besar milik istrinya. Kini ia langsung menuju inti tubuh Michele bagian bawah. Pria itu mengusap lembut dengan jarinya di bagian titik rang***g. sontak saja Michele langsung menggelinja**. Tangannya memegang tangan Ken agar menghentikan kegiatan itu. tapi sayangnya reaksi tubuhnya sangat berbeda. Dia merasakan kembali nikmat yang dulu pernah ia dapatkan dari orang yang sama.
“Ken!!” Michele menggelengkan kepalanya dengan tatapan sayu tertuju pada suaminya. namun nampaknya Ken tidak peduli. Pria itu justru menenggelamkan kepalanya di sela-sela paha Michele. Lidahnya bergerak liar di dalam inti itu.
Tangan Ken membuka pah* Michele agar terbuka semakin lebar dan memudahkan dia menjangkau kenikmatan yang lebih lagi. pria itu seperti sedang kelaparan melakukannya. Michele sampai kualahan menghadapi sikap bringas suaminya.
Area inti Michele kini sudah basah. Bahkan beberapa saat yang lalu ia hampir saja mengalami pelepasannya, namun Ken dengan sengaja menghentikan aksinya. Karena Ken ingin istrinya mengalami pelepasan langsung saat juniornya yang berperan penuh. Bukan jemari ataupun lidahnya.
Malam panjang nan panas itu akhirnya mereka lalui dengan peluh keringat yang membanjiri seluruh tubuh masing-masing. Ken mengecup kening istrinya usai melakukan pelepasan yang terakhirnya.
“Apa kamu mau lagi?” tanya Ken menatap intens mata istrinya.
“Ish… tubuhku terasa sangat remuk dan kamu akan menambnya lagi. aku haus, bisa ambilkan aku air?” pinta Michele akhirnya.
Setelah memakai baju tidur, Ken menyelimuti tubuh istrinya dan mendekapnya erat. Tak lama kemudian terdengar suara dengkuran halus Michele. Ken pun tersenyum. Sepertinya memang istrinya benar-benar kelelahan. Setelah itu ia juga segera menyusul untuk tidur.
**
Keesokan paginya, Ken dan Michele sudah siap bergabung sarapan bersama dengan keluarganya sebelum pulang. sebenarnya Michele masih lelah dan jalannya agak aneh setelah semalam digempur habis-habisan oleh suaminya. namun ia tidak enak dengan keluarganya jika melewatkan sarapan pagi itu.
Tampak semua keluarga menatap kedatangan Ken dan Michele. Sedangkan Tristan saat ini berada dalam gendongan Papanya.
“Kamu sakit, Sayang?” tanya Amara dengan raut wajah cemas saat melihat Michele berjalan seperti sedang menahan sesuatu.
__ADS_1
“Eh, nggak Bu. Michele nggak apa-apa.” Jawab Michele berbohong.
Ken menarik salah satu kursi dan mempersilakan istrinya duduk. Di sebelah Michele ada Celine yang baru saja mengambilkan makan untuk suaminya.
“Kakak sakit? Kok badannya hangat?” tanya Celine saat tak sengaja tangannya bersentuhan dengan kulit Michele.
Semua orang langsung menatap Michele. Sedangkan yang ditatap menjadi gelagapan dan salah tingkah. Apalagi Silvia juga terlihat khawatir. Pasalnya beberapa hari sebelum hari pernikahan, Michele memang kurang beristirahat.
“Tunggu dulu, apa Tristan semalam ikut tidur dengan Mama Papanya?” tanya Celine dan diangguki oleh Michele, karena memang kenyataannya seperti itu.
“Hah? Seriusan? Lalu bagaimana bisa, ada Tristan di kamar kalian dan kalian mel,- mppphhhh” ucapan Celine terpotong saat tiba-tiba Aiden menyuapi istrinya sesendok penuh nasi. Rupanya pria itu tahu apa yang akan dikatakan oleh istrinya. Yang jelas akan membuat sepasang pengantin baru itu sangat malu.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
Â
__ADS_1