
Saat ini tampak seorang pria tampan berkaca mata hitam baru saja turun dari pesawat. Pria itu segera memesan taksi untuk mengantarkannya menuju hotel terdekat dengan bandara.
Pria itu yang tak lain adalah Aiden sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Alfred dan membunuh pria itu dengan tangannya sendiri. Meskipun Barrack tidak pernah menyayanginya sepenuh hati, Aiden tetap akan membunuh orang yang telah membunuh Papanya. Bagaimanpun juga ada darah Barrack dalam tubuhnya. Apalagi Mamanya sangat mencintai mendiang Papanya.
Tak lama kemudian Aiden meninggalkan bandara dengan menaiki taksi. Namun jaraak beberapa menit sebuah pesawat dengan maskapai penerbangan berbeda juga baru saja mendarat di kota yang sama dengan Aiden. Ya, pria itu adalah Xander.
Jika Aiden ingin menemui Alfred demi membalaskan dendamnya, berbeda dengan Xander. Pria itu ingin bertemu dengan Ken. Entah apa alasan Xander ingin bertemu dengan Ken. Meminta maaf atas semua kesalahannya kah? Atau memberikan restu pada hubungannya dengan Michele? Atau karena hal lain.
***
Sedangkan Ken saat ini sedang bersama Hiro dalam perjalanan menuju rumah Alfred. Janji yang diberikan oleh Alfred ternyata baru sekarang terlaksana.
Ken sudah tidak sabar ingin bertemu Alfred. Dia sangat yakin kalau Alfred bukan orang sembarangan dan pastinya di rumah pria itu sangat ketat dengan penjagaannya. Maka, Ken sudah mempersiapkan segela sesuatunya untuk hal buruk yang akan terjadi padanya nanti.
Setelah beberapa menit berkendara, mobil yang dikemudikan oleh Hiro sampai di depan rumah mewah Alfred. Dan benar, saat memasuki gerbang rumah Alfred, Hiro dan Ken diperiksa oleh beberapa orang. Siapa tahu Hiro dan Ken membawa senjata.
Hiro pun tampak pasrah saat diperiksa oleh anak buah Alfred. Meskipun mereka tahu kalau dirinya adalah sahabat baik bos mereka, namun kedatangannya bersama Ken terpaksa ia harus menuruti aturan itu.
Setelah dipastikan aman, Hiro dan Ken dipersilakan masuk ke dalam rumah. rumah yang sangat megah diantara rumah penduduk yang lainnya.
Hiro dan Ken dipersilakan duduk dan diminta untuk menunggu Alfred yang masih ada di dalam kamarnya. Ken sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Alfred dan menghabisi pria itu. tapi, dia harus bersikap setenang mungkin agar tidak dicurigai.
Tak lama kemudian orang yang dicari muncul juga. Alfred tampak baru saja menuruni tangga dengan keadaan rambutnya masih basah. Dia berjalan menghampiri Hiro dan Ken.
“Ah kamu mengganggu saja.” gerutu Alfred sambil duduk di hadapan Hiro dan Ken.
__ADS_1
Mungkin maksud ucapan Alfred menganggu itu adalah mengganggu kesenangannya. Karena di leher pria itu tampak bekas noda kemerahan. Sepertinya pria itu baru saja selesai bercinta dengan istrinya.
“Nanti juga bisa dilajutkan lagi, Fred!” gurau Hiro sambil terkekeh.
Setelah itu tatapan Alfred tertuju pada Ken yang sedang duduk dan sejak tadi diam. Alfred menatap intens Ken mulai dari atas sampai bawah. Dia melihat wajah Ken yang tampak tidak asing baginya. Tapi dia sama sekali belum pernah bertemu dengan Ken.
“Ah iya, aku sampai lupa. Dia Ken, orang yang aku ceritakan ke kamu kemarin.” Ucap Hiro.
Ken hanya mengangguk menatap Alfred tanpa senyum sedikitpun. Alfred pun membalasnya dengan anggukan kepala juga.
Dari Bahasa tubuh yang dilihat dari Ken, Alfred tahu kalau Ken adalah orang yang sangat dipercaya untuk membunuh anak musuhnya itu.
“Baiklah. Hiro sudah menceritakan semua padaku, Ken. Kalau kamu ingin menego langsung bayaran kamu untuk membunuh anak musuhku. Sekarang katakan dulu, siapa dia dan kemana dia selama ini? lalu bagaimana kamu bisa menemukan keberadaannya?” Tanya Alfred.
Alfred tidak bisa percaya begitu saja sebelum mendengar langsung dan melihat buktinya langsung dimana anak musuhnya itu berada. Ya, meskipun bayaran yang diminta Ken nantinya pasti sangat banyak dan sedikitpun tak mengurangi hartanya.
Alfred merasa seperti sedang dipermainkan oleh Ken. Dan dia tahu kalau Ken memang sangat sulit untuk dikelabuhi. Akhirnya dengan terpaksa Alfred menyetujui permintaan Ken.
“Baiklah… baiklah… sekarang kamu mau minta bayaran berapa? Mobil sport mewah? Rumah mewah? Atau uang ratusan juta?” tanya Alfred dengan sombongnya.
Ken tersenyum sinis menatap Alfred. “Bukan itu yang aku inginkan.” Jawab Ken.
“Lalu apa yang kamu inginkan?” tanya Alfred bingung. Begitu juga dengan Hiro yang sejak tadi diam mendengar dan menyimak pembicaraan dua orang yang sedag nego itu.
“Bagaimana kalau aku ingin kamu membayarnya dengan nyawamu, Tuan?” tanya Ken dengan santai.
__ADS_1
Sontak saja Alfred dan Hiro tergelak bersama. Mereka menganggap konyol ucapan Ken. Mereka mengira Ken sedang bercanda.
“Aku serius. Bagaimana? Apa kamu mau menyanggupinya? Jadi setelah aku memberitahumu siapa dia dan dimana keberadaan anak musuhmu itu, kamu harus membayarnya dengan nyawamu.” Ucap Ken.
Alfred benar-benar tidak bisa mencerna ucapan Ken dengan baik. Pria itu memilih mengangguk saja. nanti dia akan memberikan uang yang banyak pada Ken pasti sudah lebih dari cukup. Dan mengenai ucapan Ken yang menginginkan nyawanya, ia anggap Ken memang tidak waras.
“Baiklah. Apapun yang kamu minta. Sekarang katakan padaku, siapa dia dan bagaimana kamu bisa menemukannya.” Jawab Alfred sambil mengusap sudt matanya yang basah akibat menertawakan Ken.
“Ok. Dengarkan baik-baik Tuan Alfred yang terhormat.” Ucap Ken sembari mengeluarkan ponsel dari saku jaketnya.
“Pria itu selama ini hidup dengan baik. Tapi dia selalu berusaha mencari pembunuh Papa dan Adiknya. Bahkan ia rela menjadi seorang pembunuh bayaran demi mencari pembunuh itu. dan akulah orang yang beruntung bisa menemukan dimana dia sekarang.”
Hiro yang berada di samping Ken merasa ada sesuatu yang aneh dari ucapan Ken. Ada sedikit ingatan Hiro saat pertama kali bertemu dengan Ken dulu, bahwa Ken sedang mencari pembunuh Papa dan Adiknya.
“Apa kamu ingin tahu wajahnya, Tuan Alfred?” tanya Ken.
“Cepat tunjukkan padaku sebelum aku melihat dia terbujur kaku.” Jawab Alfred dengan tidak sabar.
“Dia ada di hadapanmu sekarang!”
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️