
Malam ini suasana ballroom hotel termegah di kota sudah disulap menjadi sangat meriah. Karena malam ini adalah malam istimewa bagi Michele yang genap berusia dua puluh enam tahun. Tidak hanya itu, tapi pesta itu juga untuk meresmikan Michele yang akan menggantikan posisi Papanya sebagai presdir.
Semua karyawan perusahaan turut diundang tanpa terkecuali. Teman-teman Michele, rekan bisnis Xander, dan juga semua keluarga Silvia dan Xander turut diundang. Namun sayangnya Celine, adik Michele tidak bisa pulang, karena sangat sibuk dengan pekerjaannya.
Keluarga besar Sean juga sudah hadir. Mereka tiba di kota B sejak kemarin. Karena tidak ingin melewatkan hari penting ini.
Saat ini Michele sedang menyambut teman-temannya yang baru datang. Teman-teman Michele yang diundang adalah teman semasa kuliahnya dulu dan sampai sekarang masih berkomunikasi dengan baik. Termasuk Jessie, sang sahabat sejatinya.
“Wah, siapa tuh cowok Chel? Cool banget.” Ucap Jessie tiba-tiba saat melihat Ken baru saja datang.
Michele yang sejak tadi fokus dengan teman-temannya pun perhatiannya teralihkan setelah mendengar ucapan Jessie. Dan ternyata cowok cool yang dimaskud Jessie adalah Ken.
Michele pun sama terpesonanya dengan penampilan Ken malam ini. meskipun pakaian yang dipakai pria itu biasa saja dan harganya tidak mahal, lalu tatanan rambut yang dibuat sedikit acak-acakan justru membuat Ken sangat cool.
“Hei, malah bengong! Siapa sih dia Chel?” tanya Jessie membuyarkan lamunan Michele.
“Oh, dia OB.” Jawab Michele.
“Gila ya kamu Chel, punya OB secakep itu. boleh nggak aku minta untuk jadi OB ku?” ucap Jessie dengan tatapan yang maasih tertuju pada Ken.
“Enak saja.” Tolak Michele secara terang-terangan.
Jessie pun tergelak mendengarnya. Padahal ia hanya bercanda pada Michele. Setelah itu Jessie memicingkan matanya pada Michele seolah sedang mencurigai sesuatu.
__ADS_1
“Apa jangan-jangan kamu suka dengan OB itu? hayo ngaku!” bisik Jessie.
“Nggak mungkinlah. Sudah-sudah, aku mau ke sana dulu.” Michele berusaha menghindari pertanyaan sahabatnya.
Kini Michele sudah bergabung dengan saudara-saudaranya. Acara juga belum dimulai. Sesekali Michele menatap ke arah Ken yang malam ini terlihat berbeda. Dan tanpa sengaja pandangan mereka saling bertemu. Ken juga menatapnya. Pria itu tersenyum tipis menatap Michele. Dia juha senang saat ada sebuah kalung yang melingkar di leher Michele. Kalung itu adalah kado ulang tahun pemberiannya kemarin.
“Hai, selama ulang tahun si comel!” ucap seorang pria yang tiba-tiba memeluk Michele.
Michele tersenyum dan membalas pelukan pria itu. dia adalah Kavi, anak dari Om Sean. Hubungan mereka sudah seperti saudara. Jarak usia mereka juga hanya terpaut dua tahun. Michele lebih muda dari Kavi. (Eh bener ngga sih? othor lupa selisih usia Michele dan Kavi😂🙈. maap klo salah🙏)
“Terima kasih, Kak. Maaf kemarin tidak sempat datang ke Villa saat Kak Kavi dan yang lainnya datang. Aku sangat sibuk.” Ucap Michele.
Setelah itu Kavi memberikan kado pada Michele. Dan Michele pun menerimanya dengan senang hati. Bahkan saking senangnya, Michele kembali memeluk Kavi.
Ken berusaha untuk bersikap biasa saja. karena dari awal ia sudah membentengi hatinya agar tidak sampai jatuh cinta pada sosok Michele. Kemudian ia berbincang-bincang lagi dengan temannya.
Acara pun dimulai. Semua tamu undangan sudah hadir dan berkumpul menyaksikan seorang MC yang akan membuka acara. Ken melihat seorang pria paruh baya yang baru saja datang dengan seorang pria muda. Wajah mereka hampir mirip karena memang mereka anak dan ayah. Namun tatapan Ken tertuju pada pria paruh baya itu, yang tak lain adalah Barrack. Rekan kerja sekaligus teman dari atasannya. Termasuk orang yang telah menghianati Xander.
Ken terus menatap Barrack dengan tatapan yang sulit diartikan. Sampai ia tidak menyadari kalau saat ini acara sudah dimulai. Bahkan Ken sudah tidak mempedulikan keberadaan Michele lagi yang tengah berdiri di depan.
Acara demi acara pun berlangsung dengan lancar. Semua orang memberikan selamat pada Michele atas kenaikan jabatannya itu. setelah itu tamu undangan diminta menikmati hidangan yang sudah disediakan.
Mata Michele nmemindai mencari keberadaan Ken. Setelah acara inti selesai Michele tak lagi melihat Ken ada di sana. Hatinya bertanya-tanya kemana pria itu. apa Ken pulang lebih dulu.
__ADS_1
Saat sedang sendirian mencari keberadaan Ken, tiba-tiba Barrack datang bersama putranya yaitu Aiden. Barrack memberi ucapan selamat pada Michele. Begitu juga dengan Aiden. Pria itu selalu menatap nakal pada Michele. Namun Michele sama sekali tidak mempedulikannya.
“Maaf ya Chel, kalau Mamanya Aiden tidak bisa hadir karena sedang tidak enak badan.” Ucap Barrack.
“Iya, Om nggak apa-apa.” Jawab Michele dengan tenang, walau ia sangat muak dengan pria itu. pria yang sudah lama menjadi teman baik Papanya, namun justru mempunyai niat buruk. Saat ini Michele bersikap biasa saja karena belum menemukan bukti kejahatan Barrack terhadap Papanya. Tak lama kemudian Barrack dan Aiden berpamitan pulang lebih dulu dengan alasan tidak bisa lama-lama meninggalkan istrinya.
Waktu sudah malam. semua tamu undangan satu per satu meninggalkan acara. Sejak tadi Michele juga tidak juga menemukan Ken. Ia juga sudah mengirim pesanm, namun ponsel Ken tidak aktif.
Michele memutuskan untuk pulang sendiri dengan mengendarai mobilnya. Kedua orang tuanya juga pulang diantar sopir. Perasaan Michele tidak enak saat tidak lagi melihat keberadaan Ken. Entah kenapa dia sangat takut jika tiba-tiba saja Ken pergi meninggalkannya.
Saat ini Michele sedang dalam perjalanan pulang. ia melewati jalanan yang tidak terlalu ramai. Namun tiba-tiba dia melihat sekelebat bayangan Ken sedang berjalan memasuki area kompleks perumahan elit. Michele berusaha mengikuti pria yang menurutnya adalah Ken. Dan Michele sangat yakin kalau itu adalah Ken. Namun sayangnya saat mobil Michele memasuki kompleks perumahan itu sudah tidak lagi melihat Ken.
“Kemana dia? Aku sangat yakin kalau dia tadi adalah Ken.” Gumam Michele.
.
.
.
*TBC
Happy Reading‼️
__ADS_1