
Dalam perjalanan pulang Tristan sudah bangun. Suhu tubuhnya juga sudah turun. Akhirnya Ken mengurungkan niatnya untuk membawa Michele pulang pulang ke rumahnya, melainkan ke rumah orang tuanya dimana saat ini Ayah dan Ibunya sedang menunggunya.
“Kita mau kemana?” tanya Michele bingung.
“Ayah dan Ibu ingin bertemu denganmu dan Tristan, apa kamu keberatan kalau aku ajak kesana?”
Rupanya Michele baru ingat kalau hari ini calon suaminy menjemput orang tuanya. Lalu ia menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ajakan Ken.
Sesampainya di rumah Ken, pria itu segera menggendong Tristan yang masih sedikit lemah. Sedangkan Michele berjalan mengikuti dari belakang.
Terlihat dua orang tua sedang duduk santai di sofa ruang tengah saat Ken baru saja memasuki rumah. Amara yang lebih dulu melihat kedatangan mereka langsung berdiri menyambut Michele dan juga Tristan.
“Bu, perkenalkan dia Michele, calon istriku.” ucap Ken.
Amara menatap Michele sambil mengulas senyum, kemudian wanita paruh baya itu memeluk Michele. Sedangkan Rainer juga sudah ada di sana, Michele mengangguk hormat lalu mencium punggung tangan pria yang akan menjadi ayah mertuanya itu.
“Dia mirip sekali dengan kamu saat balita, Ken.” Ucap Amara saat melihat Tristan. Wanita itu segera mengambil Tristan dari gendongan Papanya. Sontak saja pipi gembul Tristan langsung menjadi sasaran empuk kakek dan neneknya.
Michele tersenyum melihatnya. Ia juga bahagia ternyata kehadirannya dan Tristan diterima baik oleh keluarga calon suaminya.
***
Hari bahagia Ken dan Michele akhirnya datang juga. Malam ini suasana ballroom hotel berbintang yang cukup terkenal di kota disulap menjadi sangat mewah dan meriah untuk acara pesta pernikahan anak pengusaha terkenal dengan seorang pengusaha muda sukses.
Setelah beberapa menit melalui prosesi sakral pernikahan, akhirnya kini status Ken dan Michele sudah sah menjadi pasangan suami istri.
__ADS_1
Isu miring beberapa tahun lalu yang pernah menimpa Michele, sekarang sudah tidak lagi terdengar. Justru mereka sangat terkejut kalau Michele menikah dengan anak seorang pengusaha yang dulu sangat terkenal sukses sekaligus cerdas.
Sosok Danial Rex Magan memang tidak mudah dilupakan oleh beberapa pengusaha senior yang pernah menjalin kerjasama dengannya. Dan kini denga kehadiran Ken, mereka yakin kalau pria itu akan menjadi The Next Magana.
Michele tersenyum hangat menyambut ucapan selamat dari para tamu undangan. Namun tidak untuk Ken. Terlebih setelah kedatangan seorang pria yang memberikan ucapan selamat pada istrinya. Bahkan dengan tidak tahu malunya pria itu mengatakan kalau sampai kapanpun akan tetap mencintai istrinya. Ya, walaupun cara mengatakannya tidak berani menoleh pada Ken. Ya, pria itu yang tak lain adalah Noah. Mantan calon suami Michele.
“Sudahlah, jangan cemberut seperti itu. masih ada banyak tamu, kamu harus terus tersenyum pada mereka.” Bisik Michele tepat di telinga suaminya.
Ken hanya melirik sekilas istrinya. Lalu ia memaksakan senyum setelah ada tamu yang datang menghampirinya. Michele hanya menghembuskan nafasnya pelan melihat suaminya sedang ngambek, atau lebih tepatnya sedang cemburu.
Acara demi acara akhirnya selesai. satu per satu tamu undangan meninggalkan ballroom. Kini tinggal keluarga inti saja yang masih tersisa. Mereka sedang berkumpul untuk makan malam sebelum memasuki kamar masing-masing untuk beristirahat.
“Hei, Nona! Biar aku saja yang menggendong Tristan. Kamu makanlah!” ucap seorang pria pada Adel yang tampak kesusahan memangku Tristan sedang tidur, sedangkan perutnya juga lapar.
Sedangkan Adel sama sekali tidak mempedulikan ucapan Ivan. Pasalnya sejak tadi pria itu selalu saja mengikutinya tanpa merasa bosan sama sekali.
“Aku bisa makan sendiri.” Tolak Adel dengan mata melotot tajam.
Suara Adel yang sedikit membentak itu jelas saja menarik atensi orang-orang yang sedang berada di meja makan itu. khusunya pasangan pengantin baru.
“Terima saja, Del. Kalian sama-sama jomlo kan?” celetuk Michele tiba-tiba.
Adel tak ingin menanggapi serius ucapan Michele, akhirnya ia mendekatkan piring berisi makanan yang sudah diambilkan oleh Ivan, lalu memakan makanan itu dengan pelan sambil memangku Tristan.
Usai makan malam semua orang bergegas menuju kamar masing-masing untuk beristirahat. Begitu juga dengan Ken dan Michele yang sedang berjalan menuju kamar khusus pengantin.
__ADS_1
“Mama… Papa….!” Tiba-tiba saja terdengar teriakan Tristan.
Michele yang sedang berjalan bersama suaminya pun langsung menoleh dan melihat anaknya seperti akan menangis. Michele langsung menggendongnya, karena memang sejak tadi dia belum bertemu dengan Tristan saat sedang menyambut para tamu.
“Sayang, maafkan Mama ya!” ucap Michele merasa bersalah.
“Chel, biar Tristan tidur sama Mama saja. kamu juga pasti lelah.” Silvia menghampiri Tristan, karena tadi memang akan mengajak tidur bersama cucunya.
“Nggak apa-apa, Ma biar tidur sama Michele. Kasihan juga sejak tadi belum bertemu Mama dan Papanya.” Tolak Michele sambil melirik suaminya.
Ken gelagapan dan akhirnya mengiyakan ucapan istrinya. Silvia pun akhirnya membiarkan cucunya ikut tidur bersama Mama dan Papanya.
Sesampainya di kamar, Ken langsung menggendong Tristan dan mengajaknya tidur di atas ranjang yang sudah banyak taburan kelopak bunga mawar.
“Kamu mandilah dulu, biar Tristan di sini sama aku.” ujar Ken.
Setelah istrinya masuk ke kamar mandi, Ken mengajak anaknya bermain. Bahkan Tristan terlihat sangat aktif sambil lompat-lompat di atas tempat tidur.
Ken menekan rasa sabar dalam dadanya saat menghadapi situasi yang membuatnya gagal menuju malam pertama. eh kedua ya?😂😂
.
.
.
__ADS_1
*TBC
Happy Reading‼️