
Seketika wajah Roy tampak pias. Namun ia berusaha bersikap biasa saja. ia hanya menganggukkan kepala tanda setuju dengan ajakan Ken.
Ken dan Roy akhirnya pergi ke toilet bersama. Pintu toilet yang dekat dengan pintu keluar itu sedang dijaga oleh dua bodyguard. Roy sepertinya sedang menyusun rencana bagaimana caranya melarikan diri agar ia tidak bisa melakukan tes kesehatan.
Kedua pria itu masuk ke dalam toilet. Ken langsung mengirim pesan pada Michele dan memberitahu kalau Roy sedang berusaha kabur dari pemeriksaan. Setelah itu Ken keluar dari toilet lebih dulu. Ia sengaja bersembunyi di dekat pintu keluar dimana kedua bodyguard tadi sedang berjaga di luar.
“Sepertinya ini saat yang tepat untuk kabur.” Gumam Roy setelah melihat keadaan sekitar cukup aman.
Bruk
Tiba-tiba Roy jatuh tersungkur saat ada seseorang yang menghalangi jalannya. Oramg itu adalah Ken. Seketika itu Roy marah pada Ken. Ia segera berdiri lalu memberikan bogem mentah pada Ken. Namun sayangnya dengan cepat Ken menahan pukulan itu.
“Hei ada apa ini?” seru salah satu bodyguard mendekati Ken dan Roy.
“Dia akan kabur dari pemeriksaan, Pak!” sahut Ken dan dengan cepat ia menahan Roy yang hendak berlari.
Bodyguard itu langsung mengambil alih Roy dari Ken, dan langsung membawanya masuk ke dalam. Roy menatap penuh kebencian pada Ken.
Kedatangan Roy bersama salah satu bodyguard itu sontak menjadi perhatian bagi semua karyawan yang sedang antre untuk cek kesehatan. Mereka saling berbisik kenapa pria berbaju OB itu seperti seorang buronan yang sedang tertangkap. Setelah itu dari belakang disusul Ken yang berjalan dengan santai, dan kembali duduk di tempatnya.
“Kenapa tuh si Roy?” tanya Zian dan beberapa teman OB lainnya juga ikut penasaran.
“Aku juga nggak tahu. Tadi dia seperti sedang berusaha melarikan diri. Lalu diketahui oleh bodyguard, dan akhirnya ia diseret masuk ke sini lagi.” jawab Ken dengan tenang.
Zian dan beberapa OB lainnya akhirnya mengangguk paham. Mereka juga sedang menerka-nerka kenapa Roy berusaha melarikan diri.
Satu per satu karyawan telah melewati tahap pemeriksaan kesehatan. Sebagian dari mereka yang memang sedang sakit, atau mempunyai riwayat penyakit yang membutuhkan pengobatan lanjutan, Michele akan menanggung biaya perawatan mereka. Hingga semua karyawan tampak takjub dengan sikap dan perbuatan Michele itu.
Ken juga sudah melewati tahap pemeriksaan, dan hasilnya dia dinyatakan sehat. Demikian beberapa teman OB lainnya. Lalu kini giliran Roy. Pria itu memang sengaja diperiksa paling akhir. Enatah alasannya apa.
__ADS_1
Sebenarnya dokter pun sudah bisa mendiagnosa kalau Roy sedang dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Maka dari itu Roy mendapat pemeriksaan paling akhir.
Meskipun Roy masih menunjukkan wajah piasnya, pria itu berusaha tetap tenang. Dan kini tibalah giliran dia untuk diambil sample darahnya, dan diminta dokter untuk mengambil urinnya dalam sebuah wadah kecil.
Ternyata Roy mengisi wadah penampungan air itu dengan air. Nanti kalau hasil tes darahnya keluar dan menunjukkan kalau ia positif menggunakan obat-obatan terlarang, ia akan mengelak.
Roy duduk tenang sembari menunggu hasil tesnya keluar. Tak lama kemudian dokter membawa hasilnya, dan membacakannya di hadapan Michele langsung.
“Hasil tes darah dari saudara Roy menunjukkan kalau positif mengkonsumsi obat-obatan terlarang. Dan untuk hasil tes urinnya negative,-“
“Itu tandanya hasil tes darah itu tidak valid.” Potong Roy dengan cepat.
“Iya. Memang benar yang anda bilang. Tapi yang tidak valid adalah hasil tes urinnya, karena wadah itu anda isi dengan air, bukan urin anda.” Ucap dokter.
Michele pun segera memberi kode pada bodyguardnya agar segera menangkap Roy. Roy sangat ketakutan dan tidak bisa lagi menghindar ataupu melarikan diri. Dan hal itu tak luput dari perhatian semua karyawan yang tampak ricuh dan bertanya-tanya.
Michele segera menutup pertemuan itu, karena pemeriksaan kesehatan sudah selesai. Ia juga mengucapkan terima kasih pada semua karyawannnya atas kerjasama mereka.
Kini Ken sedang berjalan bersama Zian menuju basecamp OB. Zian masih penasaran dengan ditangkapnya Roy akibat penyalahgunaaan obat-obatan terlarang. Sepertinya memang Ken mengetahuinya sejak lama.
“Aku ke atas dulu.” Pamit Ken pada Zian.
“Ian, aku sangat yakin kalau ditangkapnya Roy ada campur tangan kamu.” Ucap Zian.
“Kenapa kamu bisa bicara seperti itu? kamu ini ada-ada saja. memangnya aku ini intel?” jawab Ken dengan gurauan. Setelah itu ia segera naik ke lantai enam.
Sesampainya di lantai enam, Ken langsung masuk ke pantry. Karena memang itulah tempatnya. Dia sangat terkejut saat melihat keberadaan Michele di dalam pantry.
“Nona! Ah maksudku, Michele. Ada apa kamu kesini? Apa kamu butuh sesuatu?” tanya Ken.
__ADS_1
“Tidak. Aku kesini hanya ingin mengucapkan terima kasih padamu, Ken. Terima kasih telah membantuku menangkap Roy.” Jawab Michele.
“Kamu tidak perlu bicara seperti itu. bagiku tindak kejahatan memang harus ditumpas sampai ke akar-akarnya.” Jawab Ken dengan santai.
Tiba-tiba saja Michele mendekatkan tubuhnya dengan Ken. Perempuan itu sepertinya sangat tergila-gila dengan Ken. Atau lebih tepatnya sudah kecanduan dengan bibir Ken. Sedangkan Ken tampak terkejut saat posisinya dengan Michele hampir tak berjarak.
“Ken, mmpphh”
Bukan Michele yang mencium bibir Ken lebih dulu. Namun Ken lah yang langsung menyambar bibir Michele. Hingga akhirnya mereka berdua kini saling membelitkan lidah mencari kenikmatan. Deru nafas mereka saling memburu seolah menginginkan lebih. Namun Ken berusaha kuat menahan. Ciuman ini sudah cukup baginya. Namun tanpa sadar tangannya mere mas pinggul Michele hingga perempuan itu melenguh.
“Maaf!” ucap Ken setelah berhasil mendorong tubuh Michele dan ciuman itu terlepas.
“Hmmm… nggak apa-apa.” Jawab Michele dengan gugup.
Setelah itu Ken membersihkan bekas saliva di bibir Michele dan meminta perempuan itu segera keluar dari pantry sebelum ada yang mencurigainya.
“Terima kasih.” Ucap Michele lalu meraih handle pintu.
Michele masih merasakan degupan jantung yang tak beraturan. Karena ciuman baru saja lebih liar dari biasanya.
“Apa yang kamu lakukan di pantry, Chel?”
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️