
Meskipun sudah mengetahui kalau kedua orang tuanya adalah pasangan bucin, namun untuk kali ini Michele benar-benar tidak habis pikir dengan perbuatan Papanya yang bisa ia lihat dengan mata kepalanya sendiri.
Sedangkan Xander yang sedang sibuk menggelitiki Silvia sambil menggigit telinga sang istri tampak cuek saja saat diteriaki oleh Michele. Sedangkan Silvia sudah berusaha menghindar, namun sang suami justru memeluknya dengan erat. Sebenarnya Silvia juga malu pada anaknya.
“Papa, Mama bikin Michele nggak fokus kerja saja!” geram Michele setelah memilih keluar dari ruangannya.
Michele memilih pergi ke pantry demi menghindari kedua orang tuanya yang tengah berbuat setengah mesyuum. Mungkin dengan minum minuman dingin akan sedikit mendinginkan otaknya.
Cklek
“Astaga!!” pekik Michele sambil mengusap dadanya saat melihat Ken juga hendak keluar dari pantry.
“Ada apa? Kamu terlihat kesal begitu?” tanya Ken pensaran.
Michele mengabaikan pertanyaan Ken. Ia langsung masuk begitu saja dan duduk di sebuah kursi yang ada dalam pantry tersebut. Ken pun mengurungkan niatnya untuk keluar. Ia menghampiri kekasihnya yang sedang kesal. Barangkali membutuhkan sesuatu.
“Aku mau minuman dingin.” Ucap Michele.
“Baiklah, Tuan Putri!” jawab Ken berlagak seperti seorang pengawal Tuan Putri sesungguhnya.
Melihat tingkah Ken seperti itu, rasanya dia tidak perlu minum minuman dingin. Karena cara menghibur Ken cukup membuat kesalnya menguap begitu saja.
Ken membuka kulksa dan menuang minuman segelas jus jeruk, lalu diberikan pada Michele. Michele pun menerimanya dan langsung meninumnya hingga tandas.
“Bukankah Nyonya Silvia masih ada di ruangan kamu? Bagaimana nanti kalau beliau mencurigai kamu yang sedang berada di sini?” tanya Ken dengan pelan.
“Tidak mungkin Mama curiga. Mencariku saja tidak mungkin. Mama sedang sibuk bermeesum ria sama Papa.” Jawab Michele dengan suara lantang, kemudian ia menutup mulutnya setelah menyadari kalau ucapannya salah.
__ADS_1
Ken hanya tersenyum melihat sikap Michele. Kemudian ia mengalihkan pembicaraan dengan menawarkan makanan ringan pada Michele. Namun Michele menolaknya dengan alasan sedang diet.
Cukup lama Michele berada di pantry bersama Ken. Dan selama itu juga Mama dan Papanya tidak mencarinya. Entah mereka masih di ruangan presdir atau sudah pulang dan melanjutkan pertempurannya di rumah.
Ken melihat jam dinding sudah menunjukkan pukul dua siang. Namun sejak tadi Michele masih betah berada di pantry.
“Ini sudah jam dua loh, Chel. Apa tidak sebaiknya kamu kembali ke ruanganmu?”
“Ish… kamu mengusirku?” gerutu Michele dengan cemberut.
“Tapi ini masih jam kerja. Aku nggak mau kamu di sini terus, yang ada nanti dicurigai orang-orang.” Ken berusaha membujuk dan menasehati Michele.
“Baiklah, kalau begitu. Tapi aku minta imbalan.” Jawab Michele sambil beranjak dari duduknya.
“Weekend besok kita jalan. Dan aku nggak mau kamu menolaknya. Besok sore aku akan datang menjemputmu.” Lanjut Michele lalu keluar dari pntry tanpa menunggu respon Ken.
**
Michele menepuk keningnya saat melihat ponselnya tergeletak di atas meja. Lali ia melihat di sana ada pesan dari Mamanya kalau sejam yang lalu Papanya mengajaknya pulang. dan tanpa membalas pesan itu, Michele kembali melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.
Jam pulang kantor tiba. Seperti biasa, Ken memasuki ruangan Michele dengan membawa alat kebersihan. Sedangkan Michele memilih menunggui Ken yang tengah sibuk bersih-bersih sambil mengajaknya ngobrol.
“Ken, bolehkah aku bertanya sesuatu?” tanya Michele.
“Tanya saja. mumpung masih gratis. Sebelum jam lima sore.” Jawab Ken dengan gurauan. Dan itu berhasil membuat Michele tertawa.
“Ehm, apa kamu pernah menjalin suatu hubungan sebelumnya?”
__ADS_1
“Tidak.” Jawab Ken dengan singkat, dan tangannya juga masih sibuk membersihkan kaca.
“Ish, jawabnya singkat banget.”
“Lalu aku harus menjawab yang seperti apa? Kenyataannya memang seperti itu.” ujar Ken tanpa memperhatikan Michele.
Sebenarnya Michele tanya seperti itu karena sangat penasaran dengan pembicaraan Ken dan seorang perempuan saat di apartemen dulu. Menurut hasil tangakapan pendengaran Michele kalau Ken dan perempuan itu sempat menyinggung nama perempuan, entah itu kekasihnya atau siapa.
“Ehm, ya sudah. Tapi aku nggak percaya kalau cowok cool seperti kamu tidak pernah pacaran. Apalagi usia kamu juga sudah matang.”
Ken menghentikan kegiatannya, dan melihat ke arah Michele yang sejak tadi menatapnya. Kemudian Ken melirih ke arah jam dinding.
“Ini sudah jam lima. Jika kamu ingin jawaban yang lebih jelas, kamu akan dikenai biaya tanpa potongan pajak.”
Michele melongo tak percaya melihat ekspresi wajah Ken yang tampak serius seperti hendak menjawab pertanyaannya. Namun pria itu justru mengajaknya bercanda.
“Ayo pulang. kamu lihat, langitnya sudah gelap dan sebentar lagi akan turun hujan.” Lanjut Ken dan mulai membereskan alat kebersihannya.
Michele hanya menghela nafanya pelan. Setelah itu ia meraih tasnya dan segera pulang. sebelumnya ia menawarkan diri pada Ken untuk diajak pulang bareng sekalian. Namun Ken menolaknya.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️