
Malam ini di sebuah balkon apartemen tampak Michele tengah duduk sendiri sambil meminum segelas jus alpukat. Meskipun suasana malam ini sedang hujan gerimis, namun Michele lebih memilih minum jus dibandingkan minuman hangat lainnya.
Micehel saat ini sedang menginap di apartemen Jessie, sahabatnya. namun si pemilik apartemen justru tidak ada di sana. Karena Jessie sedang berada di luar kota menemani Papanya melakukan perjalanan bisnis.
Hampir setiap hari Michele menghabiskan waktunya di apartemen milik sahabatnya. karena unit apartemen Jessie berdekatan dengan unit milik Ken, kekasihnya. Dengan melihat balkon kamar apartemen Ken yang berjarak sekitar lima belas meter dengan unit milik Jessie, Michele berharap penghuni apartemen itu menampakkan dirinya.
Michele menekan kuat rasa sesak dalam dadanya karena sangat merindukan Ken. Merindukan semua sikap manis dan perhatian pria itu semakin membuat Michele gelisah. Apalagi pertemuan terakhirnya adalah peertemuan yang sangat mengesankan dan tak pernah terlupakan.
“Ken, cepatlah kembali! Semoga kamu baik-baik saja.” gumam Michele yang akhirnya tidak bisa lagi membendung air matanya.
***
“Bagaimana, Ken? Kamu sudah menemukan informasi mengenai anak pengusaha itu?” tanya Hiro yang baru saja duduk di sofa ruang tamu Ken.
“Sudah.” Jawab Ken dengan suara datar menatap netra Hiro.
“Kenapa kamu baru mengabariku? Kalau tidak aku tanya, kamu pasti tidak memberitahuku.” Kesal Hiro.
Pria itu merasa ada perubahan sikap pada Ken. Pria yang sudah lama menjadi kaki tangannya untuk membunuh seseorang atas perintah Alfred.
“Aku butuh uang banyak. Dan gaji yang kamu berikan sangat kurang. Apalagi untuk menghabisi anak pengusaha yang kamu suruh. Aku mencari informasinya sangat kesulitan.” Jawab Ken.
__ADS_1
“Kenapa kamu sekarang jadi perhitungan sekali? Padahal selama ini gaji yang aku berikan sangat fantastis.” Keluh Hiro.
“Terserah. Aku ingin bertemu langsung dengan bosmu. Aku akan nego sendiri harga yang harus ia bayar padaku untuk membunuh anak pengusaha itu.”
Hiro sama sekali tidak percaya dengan ucapan Ken. Kalau Ken meminta bertemu langsung dengan Alfred dan menego gajinya, itu berarti dia tidak mendapat bagian sama sekali. Karena selama ini uang yang diberikan Alfred untuk Ken, justru lebih banyak diambil Hiro, dan Ken hanya mendapat sedikit.
“Kamu tenang saja. nanti kamu akan aku kasih sendiri bagian kamu.” Ucap Ken. Dia tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Hiro. Karena Ken juga tahu kalau selama ini uang bayarannya lebih banyak Hiro yang jelas-jelas tidak ikut bekerja.
“Bukan seperti itu maksudku, Ken. Bosku ini orangnya sangat sibuk dan tidak bisa bertemu dengan sembarangan orang. Tapi aku coba hubungi dulu dia mau bertemu denganmu atau tidak.”
Ken tersenyum sinis menatap Hiro. Setelah itu Hiro meminta ijin keluar sebentar untuk berbicara dengan Alfred melalui sambungan telepon.
Dalam pembicaraan Hiro dengan Alfred, pria itu mengatakan kalau Ken ingin bertemu langsung dengannya. Hiro juga berusaha membujuk sahabatnya agar bisa meluangkan waktunya untuk bertemu dengan Ken mengenai masalah bayaran. Tentu saja Alfred tidak mempermasalahkannya. Dia juga tidak menaruh curiga pada Ken, karena memang selama ini dia kesulitan menemukan anak dari musuhnya. Dan sekarang Ken yang mengetahui informasi penting itu. jadi Alfred tidak menyia-nyiakan kesempatan ema situ.
***
Sementara itu saat ini Aiden sedang duduk di kursi kerjanya. Dia mengepalkan kuat tangannya setelah membuka brankas yang ada di ruang kerja Papanya. Di sana ada surat perjanjian bisnis antara Papanya dengan seseorang. Yang membuat Aiden terkejut adalah bisnis yang dilakukan Papanya adalah bisnis di dunia gelap yang selama ini tidak ia ketahui.
Aiden berjanji akan menemukan secepatnya pria yang menjadi rekan bisnis Papanya itu. dia sangat yakin kalau orang itulah yang membunuh Papanya melalui tangan Ken.
Aiden segera menyuruh seseorang untuk mencari keberadaan pria yang bernama Alfred. Setelah itu dia akan membalaskan dendam pada pria itu, lalu membunuh Ken. Bagaimanapun juga Ken lah yang telah membunuh Papanya. Meskipun hanya pembunuh bayaran.
__ADS_1
***
Hari ini Xander berpamitan pada Silvia untuk pergi ke luar kota. Dia beralasan ada urusan pekerjaan penting, walau sebenarnya ada hal lain yang ingin dia selesaikan.
Semenjak Xander mendengar fakta tentang Barrack, semenjak saat itu dia mencari informasi penting tentang Ken. Xander benar-benar penasaran tentang sosok Ken yang menjadi seorang pembunuh bayaran, dan juga pengetahuannya tentang kebusukan Barrack.
Xander sangat terkejut saat menemukan informasi tentang Ken. Meskipun sangat sulit mencari identitas asli Ken, akhirnya usaha Xander pun tidak sia-sia. Tentunya ada campur tangan dari sahabatnya, yaitu Sean.
Ian Kendrick ternyata adalah salah satu anak pengusaha sukses yang sangat terkenal cerdas dan pintar, yaitu Danial Rex Magana. Bahkan pengusaha itu pernah menjalin kerjasama dengan Xander saat itu. Meskipun hanya sebentar, Namun yang paling Xander ingat tentang kebaikan pria yang akrab disapa Magan itu, adalah pernah ditolong Magana saat perusahaannya hampir saja ditumbangkan oleh lawan bisnisnya. Hingga akhirnya perusahaannya tidak jadi gulung tikar.
Ada rasa sedikit penyesalan pada diri Xander untuk Ken. Apalagi setelah mendengar langsung dari cerita istrinya kalau Ken sengaja menjadi pembunuh bayaran karena ingin mencari pembunuh Papa dan Adiknya.
Sekarang Xander akan pergi ke luar kota untuk menemui Ken. Semalam dia sudah mendapat informasi mengenai keberadaan Ken.
.
.
.
*TBC
__ADS_1
Happy Reading‼️